PAKISTAN - Lahore, kota terbesar kedua di Pakistan dinobatkan menjadi kota paling tercemar di dunia. Dalam laporan dari IQAir, perusahaan asal Swiss, dijelaskan bahwa Lahore menjadi kota dengan kualitas udara terburuk di dunia pada tahun 2022.
“Konsentrasi PM2.5 di Lahore naik menjadi 97,4 mikrogram per meter kubik dari sebelumnya 86,5 mikrogram per meter kubik pada tahun 2021,” demikian laporan dari IQAir.
PM2.5 adalah polutan udara utama yang digunakan untuk memeriksa kualitas udara yang ada. Dalam pedoman kualitas udara WHO (World Health Organization) merekomendasikan konsentrasi paparan PM2.5 tahunan tidak boleh lebih dari 5 mikrogram per meter kubik.
Sejumlah pakar tentunya menyayangkan situasi ini, terlebih mengingat pada abad ke-16 hingga ke-19, Lahore menjadi kota yang dipenuhi taman dan memiliki udara yang sejuk. Namun urbanisasi dan pertumbuhan populasi yang pesat merubah hal itu.
Polusi yang ada di kota ini tentunya memicu berbagai masalh kesehatan bagi warganya. Akibat udara yang tercemar banyak warga yang terkena penyakit seperti asma, stroke, dan gangguan pernapasan lainnya. Bahkan Aliansi Global soal Kesehatan dan Polusi pada 2019 memperkirakan sebanyak 128.000 warga Pakistan telah meninggal dikarenakan polusi udara.
Menurut Laporan IQAir, India dan Pakistan mendominasi 10 kota yang paling tercemar di dunia. IQAir juga mengungkapkan negara dengan kualitas udara terburuk di dunia. Negara yang menduduki peringkat pertama yaitu Chad, Afrika Tengah. Peningkatan polusi udara di negara ini disebabkan oleh pembakaran padang rumput. Sementara itu Canberra, Australia menjadi kota dengan udara terbersih di dunia.
(Fakhrizal Fakhri )