JAKARTA - Shane Lukas menjadi saksi dalam sidang dugaan kasus penganiayaan terhadap David Ozora dalam perkara anak AG. Ayah Shane, Tagor Lumbantoruan, meminta anaknya berkata jujur.
"Jangan ada yang dikurangi, jangan ada yang ditambah, jujur yah nak di awal," ujar Tagor di PN Jakarta Selatan, Selasa (4/4/2023).
Menurutnya, dia mendatangi pengadilan untuk membawakan makanan kepada Shane Lukas. Ia khawatir anaknya itu belum makan saat dibawa dari Polda Metro Jaya ke pengadilan. Dia juga membawakan baju untuk Shane yang dipakai saat bersaksi di persidangan.
"Keluhan hanya menyesal. Saya (Shane) sangat menyesal saya ditempat yang tak benar, tempat yang salah, sangat sesali dengan saya makanya minta maaf, saya bikin surat juga ke pihak keluarga David dan David khususnya. Dua kali dia bikin surat, itu tanpa sepengetahuan saya yah," tuturnya menyampaikan keluh kesah Shane.
Dia menerangkan, Shane 2 kali menyampaikan maaf. Pertama dengan surat dan dititipkan melalui pengacaranya. Kedua, dengan surat terbuka ke media. Saat mengantarkan makanan itu, ia sempat bertemu Mario Dandy sebentar dan tak sempat mengobrol.
"Dia (Shane) kan baru lulus SMA. Dia sempat ngojek online, saya berangkat pagi pulang malam mungkin dilihat ayahnya (oleh Shane), kita sudah berdua di rumah, ibunya sudah meninggal 3 tahun lalu, mungkin mulai tumbuh yah melihat keseharian bapaknya, ojek online bantu-bantu ayahlah seperti itu itulah kegiatannya (sebelum kejadian penganiayaan)," tuturnya.
Dia menambahkan, anaknya itu merupakan orang yang penurut lantaran Shane telah didik menjadi anak yang disiplin. Dia sendiri tak kenal dengan Mario Dandy. Dia hanya pernah mendapatkan cerita dari anaknya itu kalau anaknya punya teman anak pejabat.
"Saya enggak kenal sama Mario. Tapi Shane pernah cerita, ayah saya ada kenal teman kenalan kawan baikku namanya Mario Dandy sebutannya sering Dandy, anaknya orang kaya, pejabat, namanya anak muda yah gimana, karena anaknya (Shane itu) terbuka yah," katanya.
(Erha Aprili Ramadhoni)