“Beliau marah-marah sambil memukul meja, beliau tidak mau menerima penjelasan dari DPP partai, saya dan pak Komarudin malah beliau marah-marah. Setelah kita mau memberikan penjelasan tentang aturan ini pak Murad Ismail itu meninggalkan ruang pertemuan,” ungkapnya.
4. Langsung dicopot jabatannya di partai
Setelah peristiwa itu, Djarot langsung melaporkan kejadian ke rapat pleno DPP Partai. Pada kesempatan itu juga diputuskan bahwa Murad dicopot sebagai Ketua DPD PDIP Maluku.
Adapun bersamaan dengan itu juga, PDIP menunjuk Benhur Watubun sebagai Ketua DPD PDIP Maluku menggantikan Murad Ismail. Selanjutnya, Mercu Bareng juga diangkat sebagai Sekretaris DPD PDIP Maluku.
“Ini menunjukan bahwa kader partai dilarang untuk arogan, dilarang utk melakukan tindakan-tindakan yang kurang terpuji. Kalau melakukan itu pada kita seperti itu, bagaimana dia akan melakukan hal jauh yang lebih hebat kepada rakyatnya,” ungkap Djarot.
5. Pendisiplinan kader
Djarot pun menuturkan bahwa setiap kader harus disiplin dan mencontohkan kepemimpinan yang baik. Sanksi ini, sambungnya, peringatan kepada kader agar menunjukan satu karakter untuk melayani, untuk mengayomi, dan untuk bisa memberikan suri tauladan kepada masyarakatnya.
Oleh karena itu, bagi mereka yang mengabaikan nilai-nilai etika dan moral apalagi sebagai pelayan masyarakat dan juga kader partai perlu diberikan sanksi yang tegas dan PDIP Perjuangan.
"Sekali lagi prinsipnya adalah suami istri itu tidak boleh beda partai,“ tutup Djarot.
(Nanda Aria)