JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin ikut merespons tawaran Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dalam proposal perdamaian untuk Rusia-Ukraina. Mengingat, sudah setahun lebih konflik Rusia-Ukraina masih terus memanas.
Wapres menyerahkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menanggapi proposal perdamaian yang diajukan oleh Menhan Prabowo.
“Saya kira untuk menanggapi itu sebaiknya Presiden sendiri, bapak Presiden, saya serahkan kepada beliau seperti apa,” kata Wapres saat ditanya awak media usai melakukan kunjungan kerja di Kepulauan Riau, Kamis (8/6/2023).
Apalagi, Presiden Jokowi telah mengadakan pertemuan dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, di Istana Mariyinsky, Kyiv, Ukraina, pada 29 Juni 2022. Setelah itu, Presiden Jokowi juga telah bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Rusia, pada 30 Juni 2022.
“Presiden sudah pernah ke Ukraina dan Rusia,” kata Wapres.
Wapres mengatakan bahwa Presiden Jokowi juga akan menindaklanjuti dengan berdiskusi dengan Menhan Prabowo terkait proposal perdamaian Rusia-Ukraina ini.
“Presiden katanya mengundang pak Prabowo untuk menyampaikan kejelasannya. Jadi biar Presiden nanti yang mendengar dari pak Prabowo kemudian Presiden akan memberikan keterangannya,” tandas Wapres.
Sementara diketahui, proposal yang disodorkan oleh Menhan Prabowo merupakan tindak lanjut dari pertemuan Presiden Jokowi dengan Rusia dan Ukraina beberapa waktu lalu.
Proposal dari Menhan Prabowo itu berisi soal perlunya gencatan senjata, penarikan pasukan 15 kilometer dari posisi depan ke zona demiliterisasi baru, hingga pengerahan pasukan PBB.
(Fakhrizal Fakhri )