PROKLAMASI Kemerdekaan Indonesia dibacakan pada 17 Agustus 1945. Momen tersebut sudah ditunggu oleh masyarakat Indonesia setelah melewati banyak perdebatan dalam persiapannya.
Rakyat terlihat antusias berkumpul serta berteriak memanggil Soekarno dan Fatmawati di depan rumahnya. Hal ini terungkap dalam buku ‘Soekarno Fatmawati Sebuah Kisah Cinta Klasik’, karya Adhe Riyanto.
Para pemuda yang berada di depan rumah berkata kepada Soekarno segala sesuatunya telah dipersiapkan. Sementara itu, Fatmawati langsung bergegas mengambil selembar bendera Merah Putih yang telah ia persiapkan.
Bendera Merah Putih tersebut dibuat Fatmawati pada saat Guntur masih dalam kandungan, tepatnya satu setengah tahun yang lalu. Fatmawati memberikan pada salah seorang yang hadir di tempat di depan kamar tidurnya kala itu.
Akhirnya, sekitar pukul 10.00 pagi, Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia resmi dibacakan. Latief Hendraningrat berperan sebagai Komandan Upacara. Kemudian, Hatta mendampingi Soekarno menuju tempat mikrofon.
Gunawan, seorang pemuda yang tinggal di Jalan Salemba Tengah No.24 juga ikut serta membantu dalam menyiapkan mikrofon untuk pembacaan proklamasi. Fatmawati dan S.K. Trimurti pun menuju tiang bendera.
Lagu Indonesia Raya dikumandangkan. Meski tanpa diiringi musik, semua pihak yang hadir larut dalam perasaan haru dan bahagia, bahkan tak sedikit yang mengucurkan air mata bahagia.
Air mata fatmawati seketika mengalir penuh kebanggaan tatkala pandangannya tertuju ke langit menyaksikan bendera Merah Putih yang dijahitnya berkibar. Ia tidak menyangka hasil karyanya menjadi kenangan bersejarah bagi Indonesia.
(Angkasa Yudhistira)