Badak Putih Tertua Sejagat Diawetkan di Museum

Okezone, Jurnalis · Kamis 14 Oktober 2021 03:24 WIB
Badak Putih Tertua Sejagat Diawetkan di Museum - Badak Putih Tertua Sejagat Diawetkan di Museum

Bagikan Artikel Ini

KAKEK Toby, sebutan untuk badak putih tertua di dunia mati pada usia 54 tahun setelah sempat pingsan dalam perjalanannya ke tempat peraduannya di kebun binatang Verona, Italia.
 
'Nonno Toby' mati setelah jatuh ke tanah saat ia berjalan kembali ke tempat penampungan malamnya di Parco Natura Viva pada 6 Oktober 2021 lalu.
 
"Dia pingsan di lantai dalam perjalanan kembali ke tempat penampungan malamnya, dan setelah sekitar setengah jam, jantungnya berhenti," kata juru bicara kebun binatang, Elisa Livia Pennacchioni.
 
Tubuh Toby akan diawetkan dan dibalsem untuk dipajang di museum sains MuSe di Trento, di mana dia akan bergabung dengan Blanco, seekor singa putih dari kebun binatang yang mati lima tahun lalu.
 
"Umur 'kakek' Toby bisa dikatakan cukup panjang karena biasanya badak putih hidup hingga 40 tahun saja saat di penangkaran, dan dapat bertahan hingga 30 tahun saat di alam liar," kata Pennacchioni.
 
 
Baca Juga:
Komodo Terancam Punah Akibat Perubahan Iklim
-------------------------------------------------
Gorila dan Singa Tertular Covid-19
 
 
Kematian Toby, menyusul pasangan betinanya 'Sugar' pada tahun 2012, dan meninggalkan Parco Natura Viva dan Benno, badak putih yang tersisa berusia 39 tahun.
Toby merupakan badak pu
tih selatan, satu dari lima spesies badak yang tidak dianggap terancam punah, dengan perkiraan populasi sekitar 18.000, menurut WWF.
 
Pada 2019, badak hitam tertua di dunia mati pada usia 57 tahun di cagar alam Tanzania setelah menjalani sebagian besar hidupnya di alam liar.
 
Badak betina, bernama Fausta, diperkirakan mati secara alami pada 27 Desember 2019, menurut Otoritas Kawasan Konservasi Ngorongoro.
 
Badak biasanya dibunuh untuk diambil culanya, karena harganya yang mahal dan dicari di seluruh Asia untuk tujuan tradisional, pengobatan bahkan hanya sekadar untuk pajangan.
 
Pemburuan yang masih berkelanjutan serta sulitnya untuk pengembang biakan badak menjadi alasan besar mengapa badak menjadi satwa yang langka dan dilindungi keberadaannya.
 
Pengembangbiakan satwa langka di dunia melibatkan sejumlah peneliti dari beberapa negara untuk mengadakan konservasi di habitatnya sedangkan peneliti genetik badak masih sangat kecil, apalagi satwa itu pemalu dan sulit ditemukan di habitatnya.