<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>GKR Hemas dan Pembayun Tak Dapat Restu Sultan</title><description>Permaisuri Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan HB X, GKR Hemas, serta putri sulungnya GKR Pembayun akhirnya tidak mendapat restu dari Sri Sultan HB X sebagai calon Gubernur DIY 2008.  </description><link>https://news.okezone.com/read/2007/11/02/1/58187/gkr-hemas-dan-pembayun-tak-dapat-restu-sultan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2007/11/02/1/58187/gkr-hemas-dan-pembayun-tak-dapat-restu-sultan"/><item><title>GKR Hemas dan Pembayun Tak Dapat Restu Sultan</title><link>https://news.okezone.com/read/2007/11/02/1/58187/gkr-hemas-dan-pembayun-tak-dapat-restu-sultan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2007/11/02/1/58187/gkr-hemas-dan-pembayun-tak-dapat-restu-sultan</guid><pubDate>Jum'at 02 November 2007 22:22 WIB</pubDate><dc:creator>Daru Waskita</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>    YOGYAKARTA - Permaisuri Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan HB X, GKR Hemas, serta putri sulungnya GKR Pembayun akhirnya tidak mendapat restu dari Sri Sultan HB X sebagai calon Gubernur DIY 2008. Menurut Sri Sultan sangat tidak mungkin untuk mencalonkan istri dan anak sulungnya sebagai Cagub DIY 2008 dan hal itu dinilainya tidak logis.    &amp;quot;Lho ya tidak mungkin toh. Sing nyalonke (yang mencalonkan) ki sapa. Gak logis itu,&amp;quot; ungkap Sultan di Kepatihan Yogyakarta, Jumat (2/11/2007).    Lebih lanjut Sultan menegaskan, adanya wacana mencalonkan permaisuri dan anak sulungnya sebagai Cagub DIY, hanya dilakukan oleh pihak-pihak yang tak bisa dipertanggungjawabkan keseriusannya. Namun sampai sekarang kata Sultan, dirinya belum mengetahui apa dasar munculnya wacana tersebut.    &amp;quot;Gak logis itu. Itu kan cuman isu dan lontaran pihak luar yang sengaja dilempar ke masyarakat,&amp;quot; tegasnya.     Sementara itu, munculnya wacana dari beberapa anggota dewan yang meminta untuk dilakukan dialog antara eksekutif dan legislatif untuk membahas proses suksesi 2008. Menurut Sultan hal ini tidak menjadi persoalan. Wacana dialog ini oleh Sultan dipandang sebagai sebuah langkah politis yang menjadi salah satu agenda dari fraksi dan partai menghadapi pilgub 2008.    &amp;quot;Dialog ini merupakan upaya ada kemudahan di fraksi maupun politik. Sehingga nantinya jika ada permintaan informasi menjadi lebih mudah untuk memberikan keterangan kepada konstituennya,&amp;quot; imbuhnya.    Namun secara formal ajakan dialog dan pertemuan secara intensif ini menurut Sultan belum disampaikan. Tetapi jika kemudian permintaan ini muncul Sultan mengaku siap untuk menindak lanjuti     </description><content:encoded>    YOGYAKARTA - Permaisuri Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan HB X, GKR Hemas, serta putri sulungnya GKR Pembayun akhirnya tidak mendapat restu dari Sri Sultan HB X sebagai calon Gubernur DIY 2008. Menurut Sri Sultan sangat tidak mungkin untuk mencalonkan istri dan anak sulungnya sebagai Cagub DIY 2008 dan hal itu dinilainya tidak logis.    &amp;quot;Lho ya tidak mungkin toh. Sing nyalonke (yang mencalonkan) ki sapa. Gak logis itu,&amp;quot; ungkap Sultan di Kepatihan Yogyakarta, Jumat (2/11/2007).    Lebih lanjut Sultan menegaskan, adanya wacana mencalonkan permaisuri dan anak sulungnya sebagai Cagub DIY, hanya dilakukan oleh pihak-pihak yang tak bisa dipertanggungjawabkan keseriusannya. Namun sampai sekarang kata Sultan, dirinya belum mengetahui apa dasar munculnya wacana tersebut.    &amp;quot;Gak logis itu. Itu kan cuman isu dan lontaran pihak luar yang sengaja dilempar ke masyarakat,&amp;quot; tegasnya.     Sementara itu, munculnya wacana dari beberapa anggota dewan yang meminta untuk dilakukan dialog antara eksekutif dan legislatif untuk membahas proses suksesi 2008. Menurut Sultan hal ini tidak menjadi persoalan. Wacana dialog ini oleh Sultan dipandang sebagai sebuah langkah politis yang menjadi salah satu agenda dari fraksi dan partai menghadapi pilgub 2008.    &amp;quot;Dialog ini merupakan upaya ada kemudahan di fraksi maupun politik. Sehingga nantinya jika ada permintaan informasi menjadi lebih mudah untuk memberikan keterangan kepada konstituennya,&amp;quot; imbuhnya.    Namun secara formal ajakan dialog dan pertemuan secara intensif ini menurut Sultan belum disampaikan. Tetapi jika kemudian permintaan ini muncul Sultan mengaku siap untuk menindak lanjuti     </content:encoded></item></channel></rss>
