<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Windra Selamat, Padahal Tidur Dekat Ledakan</title><description>Meski tengah tidur di samping sumber ledakan, nyawa Windra (17) selamat. Windra adalah anak Suwardi (48), korban ledakan di Kampung Ciater, Serpong, Tangerang, Banten.  </description><link>https://news.okezone.com/read/2007/11/04/1/58395/windra-selamat-padahal-tidur-dekat-ledakan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2007/11/04/1/58395/windra-selamat-padahal-tidur-dekat-ledakan"/><item><title>Windra Selamat, Padahal Tidur Dekat Ledakan</title><link>https://news.okezone.com/read/2007/11/04/1/58395/windra-selamat-padahal-tidur-dekat-ledakan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2007/11/04/1/58395/windra-selamat-padahal-tidur-dekat-ledakan</guid><pubDate>Minggu 04 November 2007 13:49 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>TANGERANG - Meski tengah tidur di samping sumber ledakan, nyawa Windra (17) selamat. Windra adalah anak Suwardi (48), korban ledakan di Kampung Ciater, Serpong, Tangerang, Banten.&amp;quot;Saya tidak tahu ada ledakan. Saya sadar saat sudah diangkat keluar oleh warga,&amp;quot; kata Windra saat ditemui di rumahnya yang telah hancur, Minggu (4/11/2007). Kondisi ini berbeda dengan yang dialami ayahnya, yang tubuhnya tercerai berai menjadi beberapa bagian.Pantas saja Windra tertidur pulas. Sebab, malam sebelumnya dia begadang bersama kawannya. &amp;quot;Badan saya cuma tertimpa bilik bambu,&amp;quot; imbuhnya.Windra juga mengaku tidak mengetahui ayahnya membuat petasan dalam kuantitas banyak untuk memenuhi pesanan seseorang yang menggelar hajatan.Sebelum kejadian Windra mengaku mempunyai firasat. Beberapa waktu sebelumnya, ayahnya sempat bersenda gurau dan mengatakan &amp;quot;enak ya jadi orang kaya, mati masuk televisi, tidak seperti kita orang miskin. Yang meninggal cuma dikubur biasa, nggak masuk televisi&amp;quot;.Dari pantauan di lokasi kejadian hingga pukul 13.40 WIB, tampak tiga anggota puslabfor masih melakukan identifikasi. Petugas juga sempat menemukan kembali tulang dan dagu korban, serta serpihan bahan petasan.  </description><content:encoded>TANGERANG - Meski tengah tidur di samping sumber ledakan, nyawa Windra (17) selamat. Windra adalah anak Suwardi (48), korban ledakan di Kampung Ciater, Serpong, Tangerang, Banten.&amp;quot;Saya tidak tahu ada ledakan. Saya sadar saat sudah diangkat keluar oleh warga,&amp;quot; kata Windra saat ditemui di rumahnya yang telah hancur, Minggu (4/11/2007). Kondisi ini berbeda dengan yang dialami ayahnya, yang tubuhnya tercerai berai menjadi beberapa bagian.Pantas saja Windra tertidur pulas. Sebab, malam sebelumnya dia begadang bersama kawannya. &amp;quot;Badan saya cuma tertimpa bilik bambu,&amp;quot; imbuhnya.Windra juga mengaku tidak mengetahui ayahnya membuat petasan dalam kuantitas banyak untuk memenuhi pesanan seseorang yang menggelar hajatan.Sebelum kejadian Windra mengaku mempunyai firasat. Beberapa waktu sebelumnya, ayahnya sempat bersenda gurau dan mengatakan &amp;quot;enak ya jadi orang kaya, mati masuk televisi, tidak seperti kita orang miskin. Yang meninggal cuma dikubur biasa, nggak masuk televisi&amp;quot;.Dari pantauan di lokasi kejadian hingga pukul 13.40 WIB, tampak tiga anggota puslabfor masih melakukan identifikasi. Petugas juga sempat menemukan kembali tulang dan dagu korban, serta serpihan bahan petasan.  </content:encoded></item></channel></rss>
