<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Petugas KA Diperiksa Polisi, Kerugian Rp3,4 M</title><description>PT KA dan pihak kepolisian hingga Minggu (4/11/2007) masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kejadian meluncurnya kereta makan dari KA 20 Argo Gede yang menabrak lokomotif KA 980 Lokal Ekonomi lintas Purwakarta-Cibatu.  </description><link>https://news.okezone.com/read/2007/11/04/1/58457/3-petugas-ka-diperiksa-polisi-kerugian-rp3-4-m</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2007/11/04/1/58457/3-petugas-ka-diperiksa-polisi-kerugian-rp3-4-m"/><item><title>3 Petugas KA Diperiksa Polisi, Kerugian Rp3,4 M</title><link>https://news.okezone.com/read/2007/11/04/1/58457/3-petugas-ka-diperiksa-polisi-kerugian-rp3-4-m</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2007/11/04/1/58457/3-petugas-ka-diperiksa-polisi-kerugian-rp3-4-m</guid><pubDate>Minggu 04 November 2007 19:59 WIB</pubDate><dc:creator>Sirojul Muttagien</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>  BANDUNG - PT KA dan pihak kepolisian hingga Minggu (4/11/2007) masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kejadian meluncurnya kereta makan dari KA 20 Argo Gede yang menabrak lokomotif KA 980 Lokal Ekonomi lintas Purwakarta-Cibatu yang menewaskan dua orang.  Kepala Humas PT KA Noor Hamidi mengatakan, hingga saat ini, Kepolisian Resort Purwakarta, sudah meminta keterangan dari masinis KA Argo Gede Dian Supardi, Asisten Masinis Suwarno, dan seorang Pelayan KA (PLKA) M Harun. Pemeriksaan intensif ini dilakukan untuk mengetahui penyebab utama tidak berfungsinya rem otomatis pada kereta makan KA Argo Gede serta kelalaian pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP) dengan tidak terpasangnya stop block untuk mengganjal roda kereta makan itu.  Saat ini, kereta makan yang meluncur sendiri, kata Noor, sudah ditarik ke Balai Yasa Manggarai untuk diperbaiki, lokomotif KA 980 sudah ditarik ke Bandung agar tidak mengganggu operasional perjalanan KA dan diteliti baik oleh aparat kepolisian, KNKT, maupun tim internal dari PT KA.  &amp;quot;Sedangkan kereta eksekutif yang terbakar masih berada di Stasiun Cisomang, menunggu pengusutan dari aparat kepolisian,&amp;quot; kata Noor, Minggu (4/11/2007).  Peristiwa kecelakaan ini berawal dari terbakarnya satu gerbong penumpang KA 20 Argo Gede urutan kedua dari belakang, pukul 14.10 WIB, beberapa saat sebelum Stasiun Cisomang. Masinis kereta memutuskan berhenti di stasiun itu untuk melepas gerbong yang terbakar dari rangkaian. Namun, untuk melepas gerbong itu, petugas harus melepas kereta makan yang posisinya adalah paling belakang dari rangkaian kereta nahas tersebut.  Setelah dilepas dari rangkaian, kereta makan malah meluncur deras ke arah Stasiun Plered yang lebih rendah dari Stasiun Cisomang, dan berjarak sekira enam kilometer. Dalam perjalanannya, kereta makan itu sempat menyambar dan menewaskan pengendara sepeda motor di perlintasan kereta sebelum Stasiun Plered.  Di Stasiun Plered, kereta makan itu baru berhenti usai menabrak lokomotif KA 90 Lokal Ekonomi lintas Purwakarta-Cibatu yang sedang langsir jalur sehingga sepertiga bagian kereta makan menembus lokomotif.  Akibat kecelakaan ini, total korban mencapai 63 orang, dengan rincian dua tewas, tiga luka berat (satu sudah pulang, satu dirawat di RS Bayuasih Purwakarta, satu dirawat di RS Pindad Bandung), 58 luka ringan dan sudah pulang ke rumah masing-masing.  Menurut dia, kereta memiliki sistem pengereman otomatis yang pemeliharannnya menjadi tanggung jawab divisi sarana di bawah direktorat teknik PT KA. Pada peristiwa ini, sedang diselidiki apakah ada kelalaian dalam perawatan atau hal lain yang menyebabkan rem otomatis kereta makan KA 20 Argo Gede tidak berfungsi.  Terkait pengereman dan pemasangan stop block, lanjut Noor, beberapa petugas lainnya akan dimintai keterangan oleh pihak kepolisian, seperti petugas bagian sarana, Kepala Stasiun Cisomang, dan petugas yang melepas kereta makan dari rangkaian KA 20 Argo Gede.  &amp;quot;Dengan tertabraknya pengendara sepeda motor hingga meninggal di pintu lintasan resmi dengan palang pintu lintasan serta petugas jaga, akan kami pinta keterangan lengkapnya mengenai antisipasi petugas di pintu perlintasan itu,&amp;quot; jelas Noor.  Menurut Noor, ada beberapa kemungkinan petugas tidak menutup pintu perlintasan kereta itu, seperti karena tidak ada kereta yang dijadwalkan melintas, maupun pemberitahuan peringatan dari Stasiun Cisomang yang terlambat. Noor menambahkan, bisa juga kemungkinannya petugas jaga pintu rel tidak melihat jalur sehingga kereta makan KA Argogede yang sedang meluncur sendiri tidak bisa segera diantisipasi dengan menutup palang pintu perlintasan.  Akibat kecelakaan ini, PT KA menderita kerugian berupa rusaknya satu unit lokomotif, satu unit kerata makan, satu unit kereta eksekutif yang terbakar, dan proses overstappen penumpang KA Lokal Ekonomi lintas Purwakarta-Cibatu menggunakan bus. Total kerugian yang diderita PT KA diperkirakan senilai Rp3,4 miliar.</description><content:encoded>  BANDUNG - PT KA dan pihak kepolisian hingga Minggu (4/11/2007) masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kejadian meluncurnya kereta makan dari KA 20 Argo Gede yang menabrak lokomotif KA 980 Lokal Ekonomi lintas Purwakarta-Cibatu yang menewaskan dua orang.  Kepala Humas PT KA Noor Hamidi mengatakan, hingga saat ini, Kepolisian Resort Purwakarta, sudah meminta keterangan dari masinis KA Argo Gede Dian Supardi, Asisten Masinis Suwarno, dan seorang Pelayan KA (PLKA) M Harun. Pemeriksaan intensif ini dilakukan untuk mengetahui penyebab utama tidak berfungsinya rem otomatis pada kereta makan KA Argo Gede serta kelalaian pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP) dengan tidak terpasangnya stop block untuk mengganjal roda kereta makan itu.  Saat ini, kereta makan yang meluncur sendiri, kata Noor, sudah ditarik ke Balai Yasa Manggarai untuk diperbaiki, lokomotif KA 980 sudah ditarik ke Bandung agar tidak mengganggu operasional perjalanan KA dan diteliti baik oleh aparat kepolisian, KNKT, maupun tim internal dari PT KA.  &amp;quot;Sedangkan kereta eksekutif yang terbakar masih berada di Stasiun Cisomang, menunggu pengusutan dari aparat kepolisian,&amp;quot; kata Noor, Minggu (4/11/2007).  Peristiwa kecelakaan ini berawal dari terbakarnya satu gerbong penumpang KA 20 Argo Gede urutan kedua dari belakang, pukul 14.10 WIB, beberapa saat sebelum Stasiun Cisomang. Masinis kereta memutuskan berhenti di stasiun itu untuk melepas gerbong yang terbakar dari rangkaian. Namun, untuk melepas gerbong itu, petugas harus melepas kereta makan yang posisinya adalah paling belakang dari rangkaian kereta nahas tersebut.  Setelah dilepas dari rangkaian, kereta makan malah meluncur deras ke arah Stasiun Plered yang lebih rendah dari Stasiun Cisomang, dan berjarak sekira enam kilometer. Dalam perjalanannya, kereta makan itu sempat menyambar dan menewaskan pengendara sepeda motor di perlintasan kereta sebelum Stasiun Plered.  Di Stasiun Plered, kereta makan itu baru berhenti usai menabrak lokomotif KA 90 Lokal Ekonomi lintas Purwakarta-Cibatu yang sedang langsir jalur sehingga sepertiga bagian kereta makan menembus lokomotif.  Akibat kecelakaan ini, total korban mencapai 63 orang, dengan rincian dua tewas, tiga luka berat (satu sudah pulang, satu dirawat di RS Bayuasih Purwakarta, satu dirawat di RS Pindad Bandung), 58 luka ringan dan sudah pulang ke rumah masing-masing.  Menurut dia, kereta memiliki sistem pengereman otomatis yang pemeliharannnya menjadi tanggung jawab divisi sarana di bawah direktorat teknik PT KA. Pada peristiwa ini, sedang diselidiki apakah ada kelalaian dalam perawatan atau hal lain yang menyebabkan rem otomatis kereta makan KA 20 Argo Gede tidak berfungsi.  Terkait pengereman dan pemasangan stop block, lanjut Noor, beberapa petugas lainnya akan dimintai keterangan oleh pihak kepolisian, seperti petugas bagian sarana, Kepala Stasiun Cisomang, dan petugas yang melepas kereta makan dari rangkaian KA 20 Argo Gede.  &amp;quot;Dengan tertabraknya pengendara sepeda motor hingga meninggal di pintu lintasan resmi dengan palang pintu lintasan serta petugas jaga, akan kami pinta keterangan lengkapnya mengenai antisipasi petugas di pintu perlintasan itu,&amp;quot; jelas Noor.  Menurut Noor, ada beberapa kemungkinan petugas tidak menutup pintu perlintasan kereta itu, seperti karena tidak ada kereta yang dijadwalkan melintas, maupun pemberitahuan peringatan dari Stasiun Cisomang yang terlambat. Noor menambahkan, bisa juga kemungkinannya petugas jaga pintu rel tidak melihat jalur sehingga kereta makan KA Argogede yang sedang meluncur sendiri tidak bisa segera diantisipasi dengan menutup palang pintu perlintasan.  Akibat kecelakaan ini, PT KA menderita kerugian berupa rusaknya satu unit lokomotif, satu unit kerata makan, satu unit kereta eksekutif yang terbakar, dan proses overstappen penumpang KA Lokal Ekonomi lintas Purwakarta-Cibatu menggunakan bus. Total kerugian yang diderita PT KA diperkirakan senilai Rp3,4 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
