<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>DPRD Usul Dinas PU DKI Punya Peta 3 Dimensi </title><description>Untuk mengantisipasi datangnya banjir di Jakarta, Dinas PU DKI Jakarta perlu punya peta tiga dimensi untuk memantau saluran-saluran air di seluruh Jakarta.</description><link>https://news.okezone.com/read/2007/11/05/1/58623/dprd-usul-dinas-pu-dki-punya-peta-3-dimensi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2007/11/05/1/58623/dprd-usul-dinas-pu-dki-punya-peta-3-dimensi"/><item><title>DPRD Usul Dinas PU DKI Punya Peta 3 Dimensi </title><link>https://news.okezone.com/read/2007/11/05/1/58623/dprd-usul-dinas-pu-dki-punya-peta-3-dimensi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2007/11/05/1/58623/dprd-usul-dinas-pu-dki-punya-peta-3-dimensi</guid><pubDate>Senin 05 November 2007 14:18 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>JAKARTA - Untuk mengantisipasi datangnya banjir di Jakarta, Dinas PU DKI Jakarta perlu punya peta tiga dimensi untuk memantau saluran-saluran air di seluruh Jakarta.â€œPeta ini untuk memantau supaya arah-arah pembuangan air terpantau, kalau ada peta ini malah tidak buang-buang biaya, PU perlu peta tiga dimensi,â€? ujar Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Sayogo Hendrosubroto kepada di Gedung DPRD, Jalan Kebon Sirih Raya, Jakarta, Senin (5/11/2007).Sayogo mengatakan, untuk penanggulangan banjir sendiri, jika harus melakukan pengerukan sampah di sungai itu biayanya mencapai Rp20 miliar dan biaya itu yang dianggarkan masih sangat kecil.â€œTahun ini saja ABT (anggaran belanja tambahan) sangat kecil dan hingga saat ini belum disetujui Depdagri. Untuk per-wilayah idealnya (biaya pengerukan sampah) Rp5-Rp10 miliar, tapi sekarang yang paling besar di wilayah barat dan selatan Rp5 miliar. Di wilayah lain paling hanya Rp1-2 miliar, sedangkan di wilayah timur tidak ada anggaran itu,â€? katanya.Ia menyarankan untuk menanggulangungi banjir perlu ditambah daerah resapan air, waduk, situ, dan lokasi tempat pembuangan sampah perlu diperbanyak. Lokasi pembungan sampah diperbanyak bisa mengurangi anggaran biaya pengerukan sampah di sungai.Sayogo mengakui biaya penanggulangan banjir sudah habis untuk awal tahun 2007 kemarin. â€œUntuk ke depan, sebaiknya program ABRI masuk desa diperlukan, karena peran serta masyarakat juga diperlukan. Pembangungunan juga perlu dibatasi,â€? pungkasnya.&amp;#160;</description><content:encoded>JAKARTA - Untuk mengantisipasi datangnya banjir di Jakarta, Dinas PU DKI Jakarta perlu punya peta tiga dimensi untuk memantau saluran-saluran air di seluruh Jakarta.â€œPeta ini untuk memantau supaya arah-arah pembuangan air terpantau, kalau ada peta ini malah tidak buang-buang biaya, PU perlu peta tiga dimensi,â€? ujar Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Sayogo Hendrosubroto kepada di Gedung DPRD, Jalan Kebon Sirih Raya, Jakarta, Senin (5/11/2007).Sayogo mengatakan, untuk penanggulangan banjir sendiri, jika harus melakukan pengerukan sampah di sungai itu biayanya mencapai Rp20 miliar dan biaya itu yang dianggarkan masih sangat kecil.â€œTahun ini saja ABT (anggaran belanja tambahan) sangat kecil dan hingga saat ini belum disetujui Depdagri. Untuk per-wilayah idealnya (biaya pengerukan sampah) Rp5-Rp10 miliar, tapi sekarang yang paling besar di wilayah barat dan selatan Rp5 miliar. Di wilayah lain paling hanya Rp1-2 miliar, sedangkan di wilayah timur tidak ada anggaran itu,â€? katanya.Ia menyarankan untuk menanggulangungi banjir perlu ditambah daerah resapan air, waduk, situ, dan lokasi tempat pembuangan sampah perlu diperbanyak. Lokasi pembungan sampah diperbanyak bisa mengurangi anggaran biaya pengerukan sampah di sungai.Sayogo mengakui biaya penanggulangan banjir sudah habis untuk awal tahun 2007 kemarin. â€œUntuk ke depan, sebaiknya program ABRI masuk desa diperlukan, karena peran serta masyarakat juga diperlukan. Pembangungunan juga perlu dibatasi,â€? pungkasnya.&amp;#160;</content:encoded></item></channel></rss>
