<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketua DPR: Manusia Seperti Spare Part Saja</title><description>Ketua DPR Agung Laksono tak setuju dengan istilah komponen cadangan yang digunakan untuk menamai RUU yang membahas soal penerapan wajib militer (wamil). Agung menilai istilah tersebut tidak manusiawi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2007/11/07/1/59123/ketua-dpr-manusia-seperti-spare-part-saja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2007/11/07/1/59123/ketua-dpr-manusia-seperti-spare-part-saja"/><item><title>Ketua DPR: Manusia Seperti Spare Part Saja</title><link>https://news.okezone.com/read/2007/11/07/1/59123/ketua-dpr-manusia-seperti-spare-part-saja</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2007/11/07/1/59123/ketua-dpr-manusia-seperti-spare-part-saja</guid><pubDate>Rabu 07 November 2007 12:59 WIB</pubDate><dc:creator>Sutarmi</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>  JAKARTA - Ketua DPR Agung Laksono tak setuju dengan istilah komponen cadangan yang digunakan untuk menamai RUU yang membahas soal penerapan wajib militer (wamil). Agung menilai istilah tersebut tidak manusiawi.    &amp;quot;Ini menyangkut persoalan manusia. Manusia kasarnya seperti sparepart saja. Cari istilah lain yang padanan katanya pas, jangan komponen cadangan,&amp;quot; ujar Agung, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, rabu (7/11/2007).    Dalam kesempatan itu, Agung juga kembali mengutarakan keberatannya atas usulan penerapan wamil untuk warga di Indonesia. Agung mengingatkan, sebelum memberlakukan kebijakan itu, pemerintah perlu mempertimbangkan persoalan anggaran yang timbul.      &amp;quot;Itu risiko yang ditanggung oleh negara . Apakah sudah siap sampai sejauh itu. Menurut hemat saya jangan dulu,&amp;quot; imbaunya.     Rencana penerapan wamil tertuang dalam draf RUU Komponen Cadangan. Dalam RUU tersebut , Departemen Pertahanan mengusulkan adanya mobilisasi warga sipil 18-45 tahun untuk kegiatan semacam wamil. Tujuannya, untuk dapat dimanfaatkan menghadapi berbagai ancaman tertentu atas keamanan nasional.      </description><content:encoded>  JAKARTA - Ketua DPR Agung Laksono tak setuju dengan istilah komponen cadangan yang digunakan untuk menamai RUU yang membahas soal penerapan wajib militer (wamil). Agung menilai istilah tersebut tidak manusiawi.    &amp;quot;Ini menyangkut persoalan manusia. Manusia kasarnya seperti sparepart saja. Cari istilah lain yang padanan katanya pas, jangan komponen cadangan,&amp;quot; ujar Agung, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, rabu (7/11/2007).    Dalam kesempatan itu, Agung juga kembali mengutarakan keberatannya atas usulan penerapan wamil untuk warga di Indonesia. Agung mengingatkan, sebelum memberlakukan kebijakan itu, pemerintah perlu mempertimbangkan persoalan anggaran yang timbul.      &amp;quot;Itu risiko yang ditanggung oleh negara . Apakah sudah siap sampai sejauh itu. Menurut hemat saya jangan dulu,&amp;quot; imbaunya.     Rencana penerapan wamil tertuang dalam draf RUU Komponen Cadangan. Dalam RUU tersebut , Departemen Pertahanan mengusulkan adanya mobilisasi warga sipil 18-45 tahun untuk kegiatan semacam wamil. Tujuannya, untuk dapat dimanfaatkan menghadapi berbagai ancaman tertentu atas keamanan nasional.      </content:encoded></item></channel></rss>
