<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemilu Tulis Dinilai Suatu Kemunduran</title><description>Efisiensi anggaran pengadaan Pemilu 2009 terus menuai kritik. Salah satu usulan Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan meniadakan pencoblosan dan diganti dengan penulisan. Kebijakan ini dinilai suatu kemunduran. </description><link>https://news.okezone.com/read/2007/11/13/1/60409/pemilu-tulis-dinilai-suatu-kemunduran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2007/11/13/1/60409/pemilu-tulis-dinilai-suatu-kemunduran"/><item><title>Pemilu Tulis Dinilai Suatu Kemunduran</title><link>https://news.okezone.com/read/2007/11/13/1/60409/pemilu-tulis-dinilai-suatu-kemunduran</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2007/11/13/1/60409/pemilu-tulis-dinilai-suatu-kemunduran</guid><pubDate>Selasa 13 November 2007 09:06 WIB</pubDate><dc:creator>Hariyanto Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>JAKARTA - Efisiensi anggaran pengadaan Pemilu 2009 terus menuai kritik. Salah satu usulan Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan meniadakan pencoblosan dan diganti dengan penulisan. Kebijakan ini dinilai suatu kemunduran.&amp;quot;Ini mengada-ada! Ini jelas langkah mundur,&amp;quot; kritik keras pengamat Politik dan Kebijakan Publik dari Universitas Indonesia (UI) Andrinof Chaniago dalam perbincangannya dengan okezone di Jakarta, Selasa (13/11/2007).Padahal, lanjut Andrinof, mekanisme pencoblosan dalam setiap pemilihan umum (pemilu) tidak pernah mendapatkan penolakan dari masyarakat. Selama pemilu berlangsung di Indonesia, warga juga tak mempersoalkan cara pencoblosan.&amp;quot;Cara seperti ini (pemilu tulis) akan banyak memakan waktu dalam hari pencoblosan,&amp;quot; tegas peneliti senior dari The Habibie Center ini. Menurutnya, teknis pencoblosan justru terbukti lebih cepat dan efektif bila dibandingkan dengan cara tulis. &amp;quot;Isu ini juga mengacaukan isu yang seharusnya lebih penting untuk dipersoalkan,&amp;quot; pedas Profesor Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ini.</description><content:encoded>JAKARTA - Efisiensi anggaran pengadaan Pemilu 2009 terus menuai kritik. Salah satu usulan Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan meniadakan pencoblosan dan diganti dengan penulisan. Kebijakan ini dinilai suatu kemunduran.&amp;quot;Ini mengada-ada! Ini jelas langkah mundur,&amp;quot; kritik keras pengamat Politik dan Kebijakan Publik dari Universitas Indonesia (UI) Andrinof Chaniago dalam perbincangannya dengan okezone di Jakarta, Selasa (13/11/2007).Padahal, lanjut Andrinof, mekanisme pencoblosan dalam setiap pemilihan umum (pemilu) tidak pernah mendapatkan penolakan dari masyarakat. Selama pemilu berlangsung di Indonesia, warga juga tak mempersoalkan cara pencoblosan.&amp;quot;Cara seperti ini (pemilu tulis) akan banyak memakan waktu dalam hari pencoblosan,&amp;quot; tegas peneliti senior dari The Habibie Center ini. Menurutnya, teknis pencoblosan justru terbukti lebih cepat dan efektif bila dibandingkan dengan cara tulis. &amp;quot;Isu ini juga mengacaukan isu yang seharusnya lebih penting untuk dipersoalkan,&amp;quot; pedas Profesor Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ini.</content:encoded></item></channel></rss>
