<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Coblos Diganti Tulis, Mahal Paku atau Pulpen?</title><description>Penghematan anggaran Pemilu 2009 tinggal menunggu keputusan DPR. Pemerintah mengusulkan untuk mengganti teknis pencoblosan dengan penulisan. Nah! Sekarang lebih mahal mana, paku untuk mencoblos atau pulpen buat menulis? </description><link>https://news.okezone.com/read/2007/11/13/1/60428/coblos-diganti-tulis-mahal-paku-atau-pulpen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2007/11/13/1/60428/coblos-diganti-tulis-mahal-paku-atau-pulpen"/><item><title>Coblos Diganti Tulis, Mahal Paku atau Pulpen?</title><link>https://news.okezone.com/read/2007/11/13/1/60428/coblos-diganti-tulis-mahal-paku-atau-pulpen</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2007/11/13/1/60428/coblos-diganti-tulis-mahal-paku-atau-pulpen</guid><pubDate>Selasa 13 November 2007 09:20 WIB</pubDate><dc:creator>Hariyanto Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>JAKARTA - Penghematan anggaran Pemilu 2009 tinggal menunggu keputusan DPR. Pemerintah mengusulkan untuk mengganti teknis pencoblosan dengan penulisan. Nah! Sekarang lebih mahal mana, paku untuk mencoblos atau pulpen buat menulis?&amp;quot;Kita semua tahu, lebih mahal pulpen daripada paku,&amp;quot; sindir ujar Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Jerry Sumampow kepada okezone, di Jakarta, Selasa (13/11/2007).Belum lagi sosialisasinya. Berdasarkan pengalaman 2004, ujarnya, sosialisasi mencoblos untuk pemilihan wakil rakyat saja masih banyak yang membingungkan. Apalagi sistem yang baru.&amp;quot;Sistem ini pasti membutuhkan dana sosialisasi tambahan dan akan jauh lebih mahal. Jadi, kita tidak melihat adanya efisiensi,&amp;quot; kritiknya.Jerry menuturkan, tidak seluruh pemilih di Indonesia bisa baca tulis dengan baik dan benar. Bila akhirnya salah menuliskan nama wakil rakyat, justru akan menjadikan lahan konflik. &amp;quot;Itu akan sangat beresiko dan riskan,&amp;quot; sesalnya. Maka itu, karena perubahan sistem baru ini justru rakyatlah yang menjadi korban. Sebab dari semua segi, lanjut Jerry, kebijakan tersebut tidak ada menunjukkan hal yang lebih baik. &amp;quot;Kalau semakin rumit, rakyat yang akan semakin rugi. Pertahankanlah sistem yang ada,&amp;quot; tegasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Penghematan anggaran Pemilu 2009 tinggal menunggu keputusan DPR. Pemerintah mengusulkan untuk mengganti teknis pencoblosan dengan penulisan. Nah! Sekarang lebih mahal mana, paku untuk mencoblos atau pulpen buat menulis?&amp;quot;Kita semua tahu, lebih mahal pulpen daripada paku,&amp;quot; sindir ujar Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Jerry Sumampow kepada okezone, di Jakarta, Selasa (13/11/2007).Belum lagi sosialisasinya. Berdasarkan pengalaman 2004, ujarnya, sosialisasi mencoblos untuk pemilihan wakil rakyat saja masih banyak yang membingungkan. Apalagi sistem yang baru.&amp;quot;Sistem ini pasti membutuhkan dana sosialisasi tambahan dan akan jauh lebih mahal. Jadi, kita tidak melihat adanya efisiensi,&amp;quot; kritiknya.Jerry menuturkan, tidak seluruh pemilih di Indonesia bisa baca tulis dengan baik dan benar. Bila akhirnya salah menuliskan nama wakil rakyat, justru akan menjadikan lahan konflik. &amp;quot;Itu akan sangat beresiko dan riskan,&amp;quot; sesalnya. Maka itu, karena perubahan sistem baru ini justru rakyatlah yang menjadi korban. Sebab dari semua segi, lanjut Jerry, kebijakan tersebut tidak ada menunjukkan hal yang lebih baik. &amp;quot;Kalau semakin rumit, rakyat yang akan semakin rugi. Pertahankanlah sistem yang ada,&amp;quot; tegasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
