<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Siswa SD Jadi Komplotan Jambret</title><description>Biasanya, kawanan jambret dilakukan kalangan dewasa. Namun faktanya berbeda dengan apa yang terjadi di Pekanbaru, Riau. Kawanan pencuri khususnya telepon selular (HP) malah dilakukan anak-anak.</description><link>https://news.okezone.com/read/2007/11/13/1/60642/siswa-sd-jadi-komplotan-jambret</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2007/11/13/1/60642/siswa-sd-jadi-komplotan-jambret"/><item><title>Siswa SD Jadi Komplotan Jambret</title><link>https://news.okezone.com/read/2007/11/13/1/60642/siswa-sd-jadi-komplotan-jambret</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2007/11/13/1/60642/siswa-sd-jadi-komplotan-jambret</guid><pubDate>Selasa 13 November 2007 18:33 WIB</pubDate><dc:creator>Banda Haruddin Tanjung</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>PEKANBARU - Biasanya, kawanan jambret dilakukan kalangan dewasa. Namun faktanya berbeda dengan apa yang terjadi di Pekanbaru, Riau. Kawanan pencuri khususnya telepon selular (HP) malah dikerjakan anak-anak yang masih duduk di sekolah dasar (SD). Bahkan korbanya berasal dari kalangan dewasa. Cara bocah SD itu mencuri HP juga terbilang unik. Anak-anak ini biasanya berpura-pura meminjam kepada siapa saja dengan alasan mau menelpon keluarganya.&amp;quot;Kami biasanya mencuri dengan meminjam kepada siapa saja orang yang membawa HP untuk telepon orangtua. Setelah dipinjamkan, yang punya saya pura-pura sakit dan mau ke toilet, tapi HP terus saya pegang. Setelah ada kesempatan saya kabur,&amp;quot; kata Bayu, salah seorang anggota komplotan, Selasa (13/11/2007). Selain mengelabui korbannya, Bayu juga pernah ngelabui polisi. Sebelumya, dia pernah ditangkap pada 9 September. Namun begitu, sampai Poltabes Pekanbaru dia pura-pura mau kencing. Setelah ada kesempatan Bayu yang masih duduk di bangku kelas 6 SD langsung kabur. Wakasat Reskrim Poltabes Pekanbaru AKP Arie Dharmanto mengatakan, mereka itu terdiri dar tiga orang dan tergolong masih anak-anak. &amp;quot;Yang belum ketangkap ada 2 orang lagi yaitu RB dan RM. Mereka biasanya beraksi berpisah-pisah, khususnya ditempat keramaian. Sudah ada 13 laporan tentang perbuatan mereka. Mungkin mereka sudah ada yang melatihnya,&amp;quot; tegas Arie. </description><content:encoded>PEKANBARU - Biasanya, kawanan jambret dilakukan kalangan dewasa. Namun faktanya berbeda dengan apa yang terjadi di Pekanbaru, Riau. Kawanan pencuri khususnya telepon selular (HP) malah dikerjakan anak-anak yang masih duduk di sekolah dasar (SD). Bahkan korbanya berasal dari kalangan dewasa. Cara bocah SD itu mencuri HP juga terbilang unik. Anak-anak ini biasanya berpura-pura meminjam kepada siapa saja dengan alasan mau menelpon keluarganya.&amp;quot;Kami biasanya mencuri dengan meminjam kepada siapa saja orang yang membawa HP untuk telepon orangtua. Setelah dipinjamkan, yang punya saya pura-pura sakit dan mau ke toilet, tapi HP terus saya pegang. Setelah ada kesempatan saya kabur,&amp;quot; kata Bayu, salah seorang anggota komplotan, Selasa (13/11/2007). Selain mengelabui korbannya, Bayu juga pernah ngelabui polisi. Sebelumya, dia pernah ditangkap pada 9 September. Namun begitu, sampai Poltabes Pekanbaru dia pura-pura mau kencing. Setelah ada kesempatan Bayu yang masih duduk di bangku kelas 6 SD langsung kabur. Wakasat Reskrim Poltabes Pekanbaru AKP Arie Dharmanto mengatakan, mereka itu terdiri dar tiga orang dan tergolong masih anak-anak. &amp;quot;Yang belum ketangkap ada 2 orang lagi yaitu RB dan RM. Mereka biasanya beraksi berpisah-pisah, khususnya ditempat keramaian. Sudah ada 13 laporan tentang perbuatan mereka. Mungkin mereka sudah ada yang melatihnya,&amp;quot; tegas Arie. </content:encoded></item></channel></rss>
