<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Din Syamsuddin Desak Hentikan Ketegangan Islam &amp; Barat</title><description>Ketua Umum PP MUhammadiyah memberikan pidato singkat di Vatikan. Dalam ceramahnya itu, Din meminta agar ketegangan antara Dunia Barat dengan Islam harus segera dihentikan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2007/11/16/1/61282/din-syamsuddin-desak-hentikan-ketegangan-islam-barat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2007/11/16/1/61282/din-syamsuddin-desak-hentikan-ketegangan-islam-barat"/><item><title>Din Syamsuddin Desak Hentikan Ketegangan Islam &amp; Barat</title><link>https://news.okezone.com/read/2007/11/16/1/61282/din-syamsuddin-desak-hentikan-ketegangan-islam-barat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2007/11/16/1/61282/din-syamsuddin-desak-hentikan-ketegangan-islam-barat</guid><pubDate>Jum'at 16 November 2007 05:01 WIB</pubDate><dc:creator>Hariyanto Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>VATIKAN - Ketua Umum PP MUhammadiyah memberikan pidato singkat di Vatikan. Dalam ceramahnya itu, Din meminta agar ketegangan antara Dunia Barat dengan Islam harus segera dihentikan.&amp;quot;Dunia Islam dan Dunia Barat harus segera mengakhiri ketegangan yang ada, karena hal hanya akan merugikan kedua pihak,&amp;quot; ujar Din Syamsuddin dalam Seminar &amp;quot;Interfaith Dialogue on Religions for Sustainable Peace&amp;quot;, di KBRI Vatikan, seperti dalam keterangan tertulis yang diterima okezone, Jumat (16/11/2007).Din Syamsuddin mengatakan, sebaiknya Islam dan Barat bekerja sama untuk membangun peradaban dunia yang damai, adil dan beradab. Dalam ceramah berjudul &amp;quot;Peran Agama dalam Mengembangkan Pengertian Antar-Bangsa untuk Perdamaian, yang Berkelanjutan&amp;quot;, Din Syamsuddin menegaskan kembali bahwa kita menolak tesis Huntington tentang benturan antar peradaban.Meski menolak tesis itu, harus tetap diakui bahwa memang ada ketegangan antara Dunia Barat dan Dunia Islam. Ketegangan ini terjadi akibat dari aksi teror dan perang melawan teror yang dilancarkan AS dan sekutu-sekutunyanya, Tidak hanya itu, Din menilai, penyebab lain ketegangan adalah adanya pendudukan Irak oleh Pasukan AS dan sekutu-sekutunya dan Afghanistan oleh NATO. Hal tersebut melukai perasaan umat Islam dan mendorong terjadinya radikalisasi di Dunia Islam.Maka itu, Din meminta kepada Dunia Barat untuk tidak memandang Islam sebagai musuh dan ancaman tapi lebih baik sebagai kawan dan mitra strategis. Kedua dunia, lanjut Din, memiliki kekuatan yang besar yang jika dipadukan akan menjadi kekuatan dunia yang dahsyat. Untuk itu, perlu ada kesadaran bersama dan koalisi orang-orang bijak untuk mendorong cita-cita mulia ini menjadi kenyataan. Pada bagian lain ceramahnya, Din mengingatkan, kita perlu terbuka kepada sejarah dan melihatnya sebagai pelajaran berharga untuk masa depan. Interaksi historis Islam-Kristen memang penuh luka, baik dari Perang Salib maupun masa kolonial. Tapi, luka sejarah tidak harus dilestarikan. &amp;quot;Sejarah masa lampau dapat dijadikan pelajaran untuk kembali ke masa depan (come back to the future). Adalah tanggung jawab bersama umat beragama, khususnya umat Islam dan umat Kristiani, untuk membangun masa depan peradaban dunia yang lebih baik,&amp;quot; tutup Din.</description><content:encoded>VATIKAN - Ketua Umum PP MUhammadiyah memberikan pidato singkat di Vatikan. Dalam ceramahnya itu, Din meminta agar ketegangan antara Dunia Barat dengan Islam harus segera dihentikan.&amp;quot;Dunia Islam dan Dunia Barat harus segera mengakhiri ketegangan yang ada, karena hal hanya akan merugikan kedua pihak,&amp;quot; ujar Din Syamsuddin dalam Seminar &amp;quot;Interfaith Dialogue on Religions for Sustainable Peace&amp;quot;, di KBRI Vatikan, seperti dalam keterangan tertulis yang diterima okezone, Jumat (16/11/2007).Din Syamsuddin mengatakan, sebaiknya Islam dan Barat bekerja sama untuk membangun peradaban dunia yang damai, adil dan beradab. Dalam ceramah berjudul &amp;quot;Peran Agama dalam Mengembangkan Pengertian Antar-Bangsa untuk Perdamaian, yang Berkelanjutan&amp;quot;, Din Syamsuddin menegaskan kembali bahwa kita menolak tesis Huntington tentang benturan antar peradaban.Meski menolak tesis itu, harus tetap diakui bahwa memang ada ketegangan antara Dunia Barat dan Dunia Islam. Ketegangan ini terjadi akibat dari aksi teror dan perang melawan teror yang dilancarkan AS dan sekutu-sekutunyanya, Tidak hanya itu, Din menilai, penyebab lain ketegangan adalah adanya pendudukan Irak oleh Pasukan AS dan sekutu-sekutunya dan Afghanistan oleh NATO. Hal tersebut melukai perasaan umat Islam dan mendorong terjadinya radikalisasi di Dunia Islam.Maka itu, Din meminta kepada Dunia Barat untuk tidak memandang Islam sebagai musuh dan ancaman tapi lebih baik sebagai kawan dan mitra strategis. Kedua dunia, lanjut Din, memiliki kekuatan yang besar yang jika dipadukan akan menjadi kekuatan dunia yang dahsyat. Untuk itu, perlu ada kesadaran bersama dan koalisi orang-orang bijak untuk mendorong cita-cita mulia ini menjadi kenyataan. Pada bagian lain ceramahnya, Din mengingatkan, kita perlu terbuka kepada sejarah dan melihatnya sebagai pelajaran berharga untuk masa depan. Interaksi historis Islam-Kristen memang penuh luka, baik dari Perang Salib maupun masa kolonial. Tapi, luka sejarah tidak harus dilestarikan. &amp;quot;Sejarah masa lampau dapat dijadikan pelajaran untuk kembali ke masa depan (come back to the future). Adalah tanggung jawab bersama umat beragama, khususnya umat Islam dan umat Kristiani, untuk membangun masa depan peradaban dunia yang lebih baik,&amp;quot; tutup Din.</content:encoded></item></channel></rss>
