<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Napi LP Banyuwangi Dilatih Bahasa Inggris &amp; Arab</title><description>Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banyuwangi terus menerapkan terobosan baru dalam membina para narapidana (napi). Para tahanan itu dilatih berbahasa asing seperti Inggris dan Arab. </description><link>https://news.okezone.com/read/2007/11/17/1/61528/napi-lp-banyuwangi-dilatih-bahasa-inggris-arab</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2007/11/17/1/61528/napi-lp-banyuwangi-dilatih-bahasa-inggris-arab"/><item><title>Napi LP Banyuwangi Dilatih Bahasa Inggris &amp; Arab</title><link>https://news.okezone.com/read/2007/11/17/1/61528/napi-lp-banyuwangi-dilatih-bahasa-inggris-arab</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2007/11/17/1/61528/napi-lp-banyuwangi-dilatih-bahasa-inggris-arab</guid><pubDate>Sabtu 17 November 2007 00:43 WIB</pubDate><dc:creator>Ishomuddin</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>BANYUWANGI - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banyuwangi terus menerapkan terobosan baru dalam membina para narapidana (napi). Para tahanan itu dilatih berbahasa asing seperti Inggris dan Arab.Kegiatan ini secara resmi digelar mulai Jumat (16/11/2007), di Banyuwangi, Jawa Timur dan dibuka langsung Bupati Ratna Ani Lestari . Kegiatan yang patut menjadi contoh di beberapa daerah ini, diadakan sebuah pondok pesantren dan Dinas Kesejahteraan Sosial, Kesatuan Bangsa, dan Perlindungan Masyarakat.Rangkaian kegiatan itu, juga diadakan kursus menjahit dan pembinaan mental keagamaan. Dalam sambutannya, bupati berharap agar ada tindaklanjuti yang konkret dari hasil pelatihan nanti. &amp;quot;Harus ada tindaklanjut yang konkret sebab sudah seringkali diadakan pelatihan menjahit. Harus diarahkan dengan bekerjasama dengan pihak lain misalnya dalam membuat seragam olahraga sekolah dan sebagainya,&amp;quot; pesan Ratna. Bupati mencontohkan para PSK yang pernah dibekali mesin jahit, yang akhirnya bisa dijual. &amp;quot;Bukan karena mereka butuh uang tapi masyarakat tidak ada yang memanfaatkan jasa penjahit. Masyarakat lebih suka beli pakaian jadi. Pengalaman ini harus dipertimbangkan,&amp;quot; tandasnya. Begitu juga untuk kursus bahasa Inggris dan Arab. Bupati berharap para napi yang ikut kursus dibekali sertifikat yang dikeluarkan lembaga kursus diluar dan mendapat rekomendasi dari Dinas Pendidikan. &amp;quot;Paling tidak setelah keluar dari sini ada sertifikat dan tentunya dites dulu oleh lembaga kursus diluar,&amp;quot; katanya. Bupati juga berharap ada rasa toleransi atau tepo sliro dari masyarakat untuk bisa menerima bekas napi.Â Beberapa waktu lalu, Lapas juga menggelar ajang pencarian bakat dan kreativitas. Ajang ini berupa lomba menyanyi yang dikemas dalam Lapas Idol seperti layaknya ajang Indonesian Idol.</description><content:encoded>BANYUWANGI - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banyuwangi terus menerapkan terobosan baru dalam membina para narapidana (napi). Para tahanan itu dilatih berbahasa asing seperti Inggris dan Arab.Kegiatan ini secara resmi digelar mulai Jumat (16/11/2007), di Banyuwangi, Jawa Timur dan dibuka langsung Bupati Ratna Ani Lestari . Kegiatan yang patut menjadi contoh di beberapa daerah ini, diadakan sebuah pondok pesantren dan Dinas Kesejahteraan Sosial, Kesatuan Bangsa, dan Perlindungan Masyarakat.Rangkaian kegiatan itu, juga diadakan kursus menjahit dan pembinaan mental keagamaan. Dalam sambutannya, bupati berharap agar ada tindaklanjuti yang konkret dari hasil pelatihan nanti. &amp;quot;Harus ada tindaklanjut yang konkret sebab sudah seringkali diadakan pelatihan menjahit. Harus diarahkan dengan bekerjasama dengan pihak lain misalnya dalam membuat seragam olahraga sekolah dan sebagainya,&amp;quot; pesan Ratna. Bupati mencontohkan para PSK yang pernah dibekali mesin jahit, yang akhirnya bisa dijual. &amp;quot;Bukan karena mereka butuh uang tapi masyarakat tidak ada yang memanfaatkan jasa penjahit. Masyarakat lebih suka beli pakaian jadi. Pengalaman ini harus dipertimbangkan,&amp;quot; tandasnya. Begitu juga untuk kursus bahasa Inggris dan Arab. Bupati berharap para napi yang ikut kursus dibekali sertifikat yang dikeluarkan lembaga kursus diluar dan mendapat rekomendasi dari Dinas Pendidikan. &amp;quot;Paling tidak setelah keluar dari sini ada sertifikat dan tentunya dites dulu oleh lembaga kursus diluar,&amp;quot; katanya. Bupati juga berharap ada rasa toleransi atau tepo sliro dari masyarakat untuk bisa menerima bekas napi.Â Beberapa waktu lalu, Lapas juga menggelar ajang pencarian bakat dan kreativitas. Ajang ini berupa lomba menyanyi yang dikemas dalam Lapas Idol seperti layaknya ajang Indonesian Idol.</content:encoded></item></channel></rss>
