<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Figur Kampanye Narkoba Harus Diuji Kelayakan </title><description>Kasus figur kampanye narkoba yang masing menjadi pengguna seperti Roy Marten harus jadi pelajaran. Figur kampanye narkoba diusulkan menjalani fit and proper test terlebih dahulu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2007/11/17/1/61618/figur-kampanye-narkoba-harus-diuji-kelayakan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2007/11/17/1/61618/figur-kampanye-narkoba-harus-diuji-kelayakan"/><item><title>Figur Kampanye Narkoba Harus Diuji Kelayakan </title><link>https://news.okezone.com/read/2007/11/17/1/61618/figur-kampanye-narkoba-harus-diuji-kelayakan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2007/11/17/1/61618/figur-kampanye-narkoba-harus-diuji-kelayakan</guid><pubDate>Sabtu 17 November 2007 13:15 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Hasits</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>JAKARTA - Kasus figur kampanye narkoba yang masing menjadi pengguna seperti Roy Marten harus jadi pelajaran. Figur kampanye narkoba diusulkan menjalani fit and proper test terlebih dahulu.&amp;quot;Seharusnya dalam kasus Roy Marten harus ada fit and proper test terlebih dahulu, baru bisa berkampanye,&amp;quot; kata Sekjen Yayasan Cinta Anak bangsa, Iskandar Irwan Hukom usai diskusi Dilema Pemberantasan Narkoba di Marios Place, Cikini, Jakarta, Sabtu (17/11/2007).Dia mencontohkan, di Singapura. Untuk menjadikan mantan pengguna sebagai figur anti narkoba, dilakukan fit and proper test selama lima tahun. &amp;quot;Apakah dia bisa berhenti menggunakan narkoba atau tidak. Jika berhasil, maka dia layak berkampanye narkoba,&amp;quot; katanya.Kalau di Indonesia, kata Iskandar, baru beberapa bulan keluar penjara, sudah bisa berkampanye antinarkoba. &amp;quot;Kalau seperti itu namanya membohongi rakyat,&amp;quot; pungkasnya. </description><content:encoded>JAKARTA - Kasus figur kampanye narkoba yang masing menjadi pengguna seperti Roy Marten harus jadi pelajaran. Figur kampanye narkoba diusulkan menjalani fit and proper test terlebih dahulu.&amp;quot;Seharusnya dalam kasus Roy Marten harus ada fit and proper test terlebih dahulu, baru bisa berkampanye,&amp;quot; kata Sekjen Yayasan Cinta Anak bangsa, Iskandar Irwan Hukom usai diskusi Dilema Pemberantasan Narkoba di Marios Place, Cikini, Jakarta, Sabtu (17/11/2007).Dia mencontohkan, di Singapura. Untuk menjadikan mantan pengguna sebagai figur anti narkoba, dilakukan fit and proper test selama lima tahun. &amp;quot;Apakah dia bisa berhenti menggunakan narkoba atau tidak. Jika berhasil, maka dia layak berkampanye narkoba,&amp;quot; katanya.Kalau di Indonesia, kata Iskandar, baru beberapa bulan keluar penjara, sudah bisa berkampanye antinarkoba. &amp;quot;Kalau seperti itu namanya membohongi rakyat,&amp;quot; pungkasnya. </content:encoded></item></channel></rss>
