<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hendak Liput Manusia Akar, Wartawan TPI Diminta Rp10 Juta</title><description>Seorang kontributor Televisi Pendidikan Indonesia (TPI), Reza Sunarya, mengaku dimintai uang oleh seseorang ketika hendak meliput &amp;quot;Manusia Akar&amp;quot; di Cihampelas, Kabupaten Bandung.</description><link>https://news.okezone.com/read/2007/11/21/1/62453/hendak-liput-manusia-akar-wartawan-tpi-diminta-rp10-juta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2007/11/21/1/62453/hendak-liput-manusia-akar-wartawan-tpi-diminta-rp10-juta"/><item><title>Hendak Liput Manusia Akar, Wartawan TPI Diminta Rp10 Juta</title><link>https://news.okezone.com/read/2007/11/21/1/62453/hendak-liput-manusia-akar-wartawan-tpi-diminta-rp10-juta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2007/11/21/1/62453/hendak-liput-manusia-akar-wartawan-tpi-diminta-rp10-juta</guid><pubDate>Rabu 21 November 2007 09:36 WIB</pubDate><dc:creator>TB Ardi Januar</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>BANDUNG - Seorang kontributor Televisi Pendidikan Indonesia (TPI), Reza Sunarya, mengaku dimintai uang oleh seseorang ketika hendak meliput &amp;quot;Manusia Akar&amp;quot; di Cihampelas, Kabupaten Bandung. Acara itu sendiri berlangsung pada Selasa, 20 November. Ketika itu, Reza mengaku bingung dan tidak menceritakannya kepada orang lain.Berita tentang manusia akar memang cukup menghebohkan. Pasalnya, disekujur tubuh Dede dipenuhi oleh sejenis kutil hingga tangan dan kakinya menyerupai akar pohon.Awal cerita ketika Reza hendak meliput berita tersebut, Reza diminta untuk menghubungi seseorang bernama Jangkung. Kabarnya, Jangkung adalah salah seorang kepercayaan si manusia akar yang bernama asli Dede.&amp;quot;Ketika saya menghubungi Jangkung. Saya diperbolehkan meliput Dede dengan catatan, saya harus membayar kompensasi uang sebesar 10 Juta,&amp;quot; ujar Reza kepada okezone (21/11/07).Dengan kejadian yang menimpanya tersebut, Reza tidak habis pikir, mengapa tugas jurnalistiknya harus dihalangi oleh pihak tertentu,&amp;quot; Kata dia ini bisnis dan sudah terikat kontrak. padahal saya hanya ingin meliput.&amp;quot; tambah Reza.Kejadian ini, tidak hanya dialami Reza, salah seorang wartawan dari televisi lokal Bandung, Feri Wahyudin juga mengalami hal yang sama, yaitu dimintai uang ketika kendak meliput. </description><content:encoded>BANDUNG - Seorang kontributor Televisi Pendidikan Indonesia (TPI), Reza Sunarya, mengaku dimintai uang oleh seseorang ketika hendak meliput &amp;quot;Manusia Akar&amp;quot; di Cihampelas, Kabupaten Bandung. Acara itu sendiri berlangsung pada Selasa, 20 November. Ketika itu, Reza mengaku bingung dan tidak menceritakannya kepada orang lain.Berita tentang manusia akar memang cukup menghebohkan. Pasalnya, disekujur tubuh Dede dipenuhi oleh sejenis kutil hingga tangan dan kakinya menyerupai akar pohon.Awal cerita ketika Reza hendak meliput berita tersebut, Reza diminta untuk menghubungi seseorang bernama Jangkung. Kabarnya, Jangkung adalah salah seorang kepercayaan si manusia akar yang bernama asli Dede.&amp;quot;Ketika saya menghubungi Jangkung. Saya diperbolehkan meliput Dede dengan catatan, saya harus membayar kompensasi uang sebesar 10 Juta,&amp;quot; ujar Reza kepada okezone (21/11/07).Dengan kejadian yang menimpanya tersebut, Reza tidak habis pikir, mengapa tugas jurnalistiknya harus dihalangi oleh pihak tertentu,&amp;quot; Kata dia ini bisnis dan sudah terikat kontrak. padahal saya hanya ingin meliput.&amp;quot; tambah Reza.Kejadian ini, tidak hanya dialami Reza, salah seorang wartawan dari televisi lokal Bandung, Feri Wahyudin juga mengalami hal yang sama, yaitu dimintai uang ketika kendak meliput. </content:encoded></item></channel></rss>
