<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>DPR Bantah Biayai 43 Utusan Pengawas Haji</title><description>Komisi VIII DPR membantah bahwa 20 orang yang berangkat mendampingi tim pengawas haji, dibiayai DPR. Anggaran dewan hanya membiayai 19 anggota DPR ditambah empat orang dari kesekretariatan. </description><link>https://news.okezone.com/read/2007/11/21/1/62609/dpr-bantah-biayai-43-utusan-pengawas-haji</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2007/11/21/1/62609/dpr-bantah-biayai-43-utusan-pengawas-haji"/><item><title>DPR Bantah Biayai 43 Utusan Pengawas Haji</title><link>https://news.okezone.com/read/2007/11/21/1/62609/dpr-bantah-biayai-43-utusan-pengawas-haji</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2007/11/21/1/62609/dpr-bantah-biayai-43-utusan-pengawas-haji</guid><pubDate>Rabu 21 November 2007 16:11 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>JAKARTA - Komisi VIII DPR membantah bahwa 20 orang yang berangkat mendampingi tim pengawas haji, dibiayai DPR. Anggaran dewan hanya membiayai 19 anggota DPR ditambah empat orang dari kesekretariatan.&amp;quot;Iya benar (ada 43 orang), tapi sisanya atas biaya sendiri. Mereka hanya dibantu pengurusan visanya saja,&amp;quot; ujar Wakil Ketua Komisi VIII Said Abdullah, di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (21/11/2007).Said pun membenarkan, memang yang berangkat mendampingi tim pengawas haji dari DPR sebanyak 20 orang. Selain 23 orang yang dibiayai DPR, 20 orang lainnya itu terdiri atas para istri, suami, bahkan mantan anggota DPR.&amp;quot;Bawa istri atau suami karena kan muhrim. Ada kebiasaan kalau dia ngga membawa istri akan pusing kepalanya. Dengan disebutnya mantan anggota DPR yang ikut, memang iya,&amp;quot; paparnya. Politisi dari PDI Perjuangan ini pun memaparkan, dana yang dikeluarkan untuk membiayai 23 orang utusan pengawas haji DPR itu mencapai Rp 878.712.000. &amp;quot;Kawan-kawan pendamping itu, yang kemudian mengesankan DPR ramai-ramai melakukan pengawasan, itu tidak bener. Pengawasan, tetap dilakukan 19 orang,&amp;quot; kelitnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Komisi VIII DPR membantah bahwa 20 orang yang berangkat mendampingi tim pengawas haji, dibiayai DPR. Anggaran dewan hanya membiayai 19 anggota DPR ditambah empat orang dari kesekretariatan.&amp;quot;Iya benar (ada 43 orang), tapi sisanya atas biaya sendiri. Mereka hanya dibantu pengurusan visanya saja,&amp;quot; ujar Wakil Ketua Komisi VIII Said Abdullah, di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (21/11/2007).Said pun membenarkan, memang yang berangkat mendampingi tim pengawas haji dari DPR sebanyak 20 orang. Selain 23 orang yang dibiayai DPR, 20 orang lainnya itu terdiri atas para istri, suami, bahkan mantan anggota DPR.&amp;quot;Bawa istri atau suami karena kan muhrim. Ada kebiasaan kalau dia ngga membawa istri akan pusing kepalanya. Dengan disebutnya mantan anggota DPR yang ikut, memang iya,&amp;quot; paparnya. Politisi dari PDI Perjuangan ini pun memaparkan, dana yang dikeluarkan untuk membiayai 23 orang utusan pengawas haji DPR itu mencapai Rp 878.712.000. &amp;quot;Kawan-kawan pendamping itu, yang kemudian mengesankan DPR ramai-ramai melakukan pengawasan, itu tidak bener. Pengawasan, tetap dilakukan 19 orang,&amp;quot; kelitnya.</content:encoded></item></channel></rss>
