<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>UNEP Tertarik Teliti Lumpur Lapindo </title><description>United Nation of Environment Program (UNEP), badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menangani masalah program lingkungan hidup tertarik untuk meneliti pemanfaatan lumpur Lapindo.</description><link>https://news.okezone.com/read/2007/11/23/1/63160/unep-tertarik-teliti-lumpur-lapindo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2007/11/23/1/63160/unep-tertarik-teliti-lumpur-lapindo"/><item><title>UNEP Tertarik Teliti Lumpur Lapindo </title><link>https://news.okezone.com/read/2007/11/23/1/63160/unep-tertarik-teliti-lumpur-lapindo</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2007/11/23/1/63160/unep-tertarik-teliti-lumpur-lapindo</guid><pubDate>Jum'at 23 November 2007 16:11 WIB</pubDate><dc:creator>Amir Tejo</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>SURABAYA - United Nation of Environment Program (UNEP), badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menangani masalah program lingkungan hidup tertarik untuk meneliti pemanfaatan lumpur Lapindo. Pemanfaatan tersebut antara lain apakah memang memungkinkan lumpur Lapindo dapat digunakan sebagai bahan bangunan, perluasan area wet land, mangrove ataupun pantai.Intinya adalah bagaimana melakukan re-engineering and utilizing mud flow. Nantinya penelitian ini akan mengggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Sebagai langkah awal kerja sama, John Carstensen, Senior Programme Officer dan John Mclachlan-Karr, Technical Assistant UNEP mengunjungi ITS. Dalam pertemuan tersebut John Carstensen dan John Mclachlan-Karr bertemu dengan Priyo Suprobo Rektor ITS didampingi oleh Noor Endah Mochtar pakar geoteknik dan lingkungan dan Perry Burhan pakar geokimia organik.Â  Â &amp;quot;ITS memiliki data yang lengkap mengenai lumpur di Sidoarjo ini, jadi kami memilih ITS untuk melakukan studi penelitian tentang pemanfaatan lumpur tersebut,&amp;quot; jelas John Carstensen ditemui usai pertemuan, Jumat (23/11/2007).Dalam hal ini, ITS nantinya dibiayai oleh para donatur yang dananya diterima oleh UNEP. &amp;quot;Dana yang disalurkantersebut untuk mempelajari pemanfaatan lumpur Lapindo,&amp;quot; ujar Priyo Suprobo yang biasa disapa Probo.Menurut Probo, studi penelitian akan dilakukan selama empat bulan dan dimulai akhir November nanti. ITS sendiri akan melibatkan ahli-ahlinya dalam penelitian ini, mulai dari ahli lingkungan, ahli survei, ahli hidrologi, ahli biologi dan ahli pantai.Hasil dari studi penelitian ini, lanjut Probo, nantinya dilaporkan antara lain kepada PBB, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) sebagai referensi penanganan lumpur Lapindo lebih lanjut.  </description><content:encoded>SURABAYA - United Nation of Environment Program (UNEP), badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menangani masalah program lingkungan hidup tertarik untuk meneliti pemanfaatan lumpur Lapindo. Pemanfaatan tersebut antara lain apakah memang memungkinkan lumpur Lapindo dapat digunakan sebagai bahan bangunan, perluasan area wet land, mangrove ataupun pantai.Intinya adalah bagaimana melakukan re-engineering and utilizing mud flow. Nantinya penelitian ini akan mengggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Sebagai langkah awal kerja sama, John Carstensen, Senior Programme Officer dan John Mclachlan-Karr, Technical Assistant UNEP mengunjungi ITS. Dalam pertemuan tersebut John Carstensen dan John Mclachlan-Karr bertemu dengan Priyo Suprobo Rektor ITS didampingi oleh Noor Endah Mochtar pakar geoteknik dan lingkungan dan Perry Burhan pakar geokimia organik.Â  Â &amp;quot;ITS memiliki data yang lengkap mengenai lumpur di Sidoarjo ini, jadi kami memilih ITS untuk melakukan studi penelitian tentang pemanfaatan lumpur tersebut,&amp;quot; jelas John Carstensen ditemui usai pertemuan, Jumat (23/11/2007).Dalam hal ini, ITS nantinya dibiayai oleh para donatur yang dananya diterima oleh UNEP. &amp;quot;Dana yang disalurkantersebut untuk mempelajari pemanfaatan lumpur Lapindo,&amp;quot; ujar Priyo Suprobo yang biasa disapa Probo.Menurut Probo, studi penelitian akan dilakukan selama empat bulan dan dimulai akhir November nanti. ITS sendiri akan melibatkan ahli-ahlinya dalam penelitian ini, mulai dari ahli lingkungan, ahli survei, ahli hidrologi, ahli biologi dan ahli pantai.Hasil dari studi penelitian ini, lanjut Probo, nantinya dilaporkan antara lain kepada PBB, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) sebagai referensi penanganan lumpur Lapindo lebih lanjut.  </content:encoded></item></channel></rss>
