<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah Dinilai Terlalu Akrab dengan Kapitalis</title><description>Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dien Syamsudin menuding bahwa pemerintah selama ini terlalu akrab dengan sistem kapitalis. Sehingga kebijakan pemerintah melupakan rakyatnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2007/11/24/1/63252/pemerintah-dinilai-terlalu-akrab-dengan-kapitalis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2007/11/24/1/63252/pemerintah-dinilai-terlalu-akrab-dengan-kapitalis"/><item><title>Pemerintah Dinilai Terlalu Akrab dengan Kapitalis</title><link>https://news.okezone.com/read/2007/11/24/1/63252/pemerintah-dinilai-terlalu-akrab-dengan-kapitalis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2007/11/24/1/63252/pemerintah-dinilai-terlalu-akrab-dengan-kapitalis</guid><pubDate>Sabtu 24 November 2007 00:15 WIB</pubDate><dc:creator>TB Ardi Januar</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>BANDUNG - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dien Syamsudin menuding bahwa pemerintah selama ini terlalu akrab dengan sistem kapitalis. Sehingga pemerintah melupakan rakyatnya dalam menangani permasalahan ekonomi.Â &amp;quot;Pemerintah jangan hanya membuka pintu buat kapitalis, tetapi juga pemerintah harus lebih memperhatikan rakyat Indonesia dengan membangkitkan ekonomi kerakyatan.&amp;quot; ujar Dien, saat meresmikan sebuah mini market di Bandung, Jumat (23/11/07).Â Dien menambahkan, jika pemerintah terus membuka pintu kepada kapitalis dan kurang memperhatikan rakyat, akan berujung sebuah penjajahan terhadap rakyat Indonesia.Â &amp;quot;Bukannya kita tidak siap bersaing dengan negara lain, tapi kita harus jujur bahwa kita belum memiliki kekuatan. Kalau ini terus dipaksa, maka yang akan terjadi orang kaya makin kaya dan yang miskin semakin miskin.&amp;quot; pungkas Dien.</description><content:encoded>BANDUNG - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dien Syamsudin menuding bahwa pemerintah selama ini terlalu akrab dengan sistem kapitalis. Sehingga pemerintah melupakan rakyatnya dalam menangani permasalahan ekonomi.Â &amp;quot;Pemerintah jangan hanya membuka pintu buat kapitalis, tetapi juga pemerintah harus lebih memperhatikan rakyat Indonesia dengan membangkitkan ekonomi kerakyatan.&amp;quot; ujar Dien, saat meresmikan sebuah mini market di Bandung, Jumat (23/11/07).Â Dien menambahkan, jika pemerintah terus membuka pintu kepada kapitalis dan kurang memperhatikan rakyat, akan berujung sebuah penjajahan terhadap rakyat Indonesia.Â &amp;quot;Bukannya kita tidak siap bersaing dengan negara lain, tapi kita harus jujur bahwa kita belum memiliki kekuatan. Kalau ini terus dipaksa, maka yang akan terjadi orang kaya makin kaya dan yang miskin semakin miskin.&amp;quot; pungkas Dien.</content:encoded></item></channel></rss>
