<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menbudpar Minta Sapta Pesona Dijaga</title><description>Indonesia dikenal sebagai negara dengan tempat pariwisata yang variatif. Belakangan ini, tempat pariwisata di Indonesia mulai jarang dikunjungi terutama wisatawan asing.  </description><link>https://news.okezone.com/read/2007/11/24/1/63347/menbudpar-minta-sapta-pesona-dijaga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2007/11/24/1/63347/menbudpar-minta-sapta-pesona-dijaga"/><item><title>Menbudpar Minta Sapta Pesona Dijaga</title><link>https://news.okezone.com/read/2007/11/24/1/63347/menbudpar-minta-sapta-pesona-dijaga</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2007/11/24/1/63347/menbudpar-minta-sapta-pesona-dijaga</guid><pubDate>Sabtu 24 November 2007 15:10 WIB</pubDate><dc:creator>TB Ardi Januar</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>BANDUNG - Indonesia dikenal sebagai negara dengan tempat pariwisata yang variatif. Belakangan ini, tempat pariwisata di Indonesia mulai jarang dikunjungi terutama wisatawan asing.Â Hal itu disadari Menteri Budaya dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik. Oleh karena itu, dirinya berharap agar masyarakat Indonesia kembali memberlakukan motto Sapta Pesona.Â &amp;quot;Sapta Pesona adalah warisan dari salah satu tokoh yakni Bapak Susilo Sudarman (mantan Menparpostel). Dan itu harus dijaga kita sebagai warga negara,&amp;quot; kata Jero saat menghadiri acara Dialog Sadar Wisata di Saung Angklung Udjo, Padasuka, Bandung (24/11/2007)Â Sapta Pesona yang dimaksud adalah, keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, keramahan, kesejukan dan kenangan.Â &amp;quot;Kita harus menjaga keamanan bersama, karena kita sendiri yang akan menikmati keamanan itu. Terlebih jika negara ini aman, turis akan betah berkunjung ke Indonesia dan akan membawa kesejahteraan kepada masyarakat,&amp;quot; ujar Jero.Â Menurutnya, para turis hanya akan membawa kenangan ketika berkunjung ke suatu tempat, dan Jero berharap agar semua masyarakat dapat memberikan kenangan baik kepada para turis agar tidak kapok berwisata.Â &amp;quot;Kebanyakan turis menginginkan keamanan dan kenyamanan saat berkunjung ke Indonesia. Oleh karenanya, kita harus bisa memberikan itu kepada para turis. Mulai dari sopir taksi yang jujur hingga semua kalangan masyarakat,&amp;quot; papar Jero. </description><content:encoded>BANDUNG - Indonesia dikenal sebagai negara dengan tempat pariwisata yang variatif. Belakangan ini, tempat pariwisata di Indonesia mulai jarang dikunjungi terutama wisatawan asing.Â Hal itu disadari Menteri Budaya dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik. Oleh karena itu, dirinya berharap agar masyarakat Indonesia kembali memberlakukan motto Sapta Pesona.Â &amp;quot;Sapta Pesona adalah warisan dari salah satu tokoh yakni Bapak Susilo Sudarman (mantan Menparpostel). Dan itu harus dijaga kita sebagai warga negara,&amp;quot; kata Jero saat menghadiri acara Dialog Sadar Wisata di Saung Angklung Udjo, Padasuka, Bandung (24/11/2007)Â Sapta Pesona yang dimaksud adalah, keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, keramahan, kesejukan dan kenangan.Â &amp;quot;Kita harus menjaga keamanan bersama, karena kita sendiri yang akan menikmati keamanan itu. Terlebih jika negara ini aman, turis akan betah berkunjung ke Indonesia dan akan membawa kesejahteraan kepada masyarakat,&amp;quot; ujar Jero.Â Menurutnya, para turis hanya akan membawa kenangan ketika berkunjung ke suatu tempat, dan Jero berharap agar semua masyarakat dapat memberikan kenangan baik kepada para turis agar tidak kapok berwisata.Â &amp;quot;Kebanyakan turis menginginkan keamanan dan kenyamanan saat berkunjung ke Indonesia. Oleh karenanya, kita harus bisa memberikan itu kepada para turis. Mulai dari sopir taksi yang jujur hingga semua kalangan masyarakat,&amp;quot; papar Jero. </content:encoded></item></channel></rss>
