<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Puput Novel Perjuangkan Kuota 30% Zig-zag</title><description>Politisi perempuan semakin vokal mendesak parpol menjatahkan 30 % kursi bagi perempuan dalam legislatif. Namun kuota itu tidak cukup bagi Puput Novel. Dia memperjuangkan sistem zig-zag dalam sistem pencalegan.  </description><link>https://news.okezone.com/read/2007/11/24/1/63349/puput-novel-perjuangkan-kuota-30-zig-zag</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2007/11/24/1/63349/puput-novel-perjuangkan-kuota-30-zig-zag"/><item><title>Puput Novel Perjuangkan Kuota 30% Zig-zag</title><link>https://news.okezone.com/read/2007/11/24/1/63349/puput-novel-perjuangkan-kuota-30-zig-zag</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2007/11/24/1/63349/puput-novel-perjuangkan-kuota-30-zig-zag</guid><pubDate>Sabtu 24 November 2007 15:13 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>  JAKARTA -  Politisi  perempuan semakin vokal mendesak parpol agar menjatahkan 30 % kursi bagi perempuan dalam legislatif. Namun kuota itu tidak cukup bagi Puput Novel. Dia memperjuangkan sistem zig-zag dalam sistem pencalegan.     Yang kita perjuangkan bukan hanya suara 30% untuk pemilu 2009. Tapi sistem penempatan calegnya. Kami ingin dalam komposisi zig-zag atau dua banding satu,â€? cetus Puput yang Ketua Ketua Seni dan Budaya Kelompok Perempuan Partai Golkar itu saat berbincang dengan okezone di sela Rapimnas III Golkar di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (24/11/2007)    Mantan artis cilik ini mencontohkan sistem zigzag yang dia maksud.â€? Misalnya nomor urut pertama laki-laki, yang kedua perempuan kemudian yang ketiga laki-laki lagi, dan kempat perempuan atau sebaliknya,â€? kata dia.Selain itu, menurut Puput  kuota perempuan di parlemen juga sebaiknya melihat potensi pemilih dan kebutuhan di suatu daerah. Jika di satu wilayah banyak mencuat masalah perempuan seperti pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan, maka jumlah legislator perempuan perlu diperbanyak.    &amp;quot;Diperbanyak caleg perempuannya juga dong, jadi lebih fair gitu,â€? seloroh Puput.    Selama ini, Puput berpendapat, perekrutan caleg berjalan kurang adil bagi perempuan. Padahal kinerja kaum perempuan tidak kalah dengan kaum pria.&amp;quot;Selama ini sistem perekrutan sendiri juga kurang fair buat perempuan. Padahal  kerja perempuan itu di lapangan top banget, berkualitas dan tidak kalah dengan pria, kenapa disisihkanâ€? protes dia.     </description><content:encoded>  JAKARTA -  Politisi  perempuan semakin vokal mendesak parpol agar menjatahkan 30 % kursi bagi perempuan dalam legislatif. Namun kuota itu tidak cukup bagi Puput Novel. Dia memperjuangkan sistem zig-zag dalam sistem pencalegan.     Yang kita perjuangkan bukan hanya suara 30% untuk pemilu 2009. Tapi sistem penempatan calegnya. Kami ingin dalam komposisi zig-zag atau dua banding satu,â€? cetus Puput yang Ketua Ketua Seni dan Budaya Kelompok Perempuan Partai Golkar itu saat berbincang dengan okezone di sela Rapimnas III Golkar di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (24/11/2007)    Mantan artis cilik ini mencontohkan sistem zigzag yang dia maksud.â€? Misalnya nomor urut pertama laki-laki, yang kedua perempuan kemudian yang ketiga laki-laki lagi, dan kempat perempuan atau sebaliknya,â€? kata dia.Selain itu, menurut Puput  kuota perempuan di parlemen juga sebaiknya melihat potensi pemilih dan kebutuhan di suatu daerah. Jika di satu wilayah banyak mencuat masalah perempuan seperti pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan, maka jumlah legislator perempuan perlu diperbanyak.    &amp;quot;Diperbanyak caleg perempuannya juga dong, jadi lebih fair gitu,â€? seloroh Puput.    Selama ini, Puput berpendapat, perekrutan caleg berjalan kurang adil bagi perempuan. Padahal kinerja kaum perempuan tidak kalah dengan kaum pria.&amp;quot;Selama ini sistem perekrutan sendiri juga kurang fair buat perempuan. Padahal  kerja perempuan itu di lapangan top banget, berkualitas dan tidak kalah dengan pria, kenapa disisihkanâ€? protes dia.     </content:encoded></item></channel></rss>
