<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bahaya, Ratusan Siswa Belajar di Kelas Rusak</title><description>Setelah diterjang angin puting beliung, ratusan siswa  madrasah ibtidaiyah (MI) di Kab Kediri terpaksa mengikuti pelajaran di tempat darurat. Mereka belajar di dalam kelas yang atapnya nyaris runtuh.   </description><link>https://news.okezone.com/read/2007/12/03/1/65573/bahaya-ratusan-siswa-belajar-di-kelas-rusak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2007/12/03/1/65573/bahaya-ratusan-siswa-belajar-di-kelas-rusak"/><item><title>Bahaya, Ratusan Siswa Belajar di Kelas Rusak</title><link>https://news.okezone.com/read/2007/12/03/1/65573/bahaya-ratusan-siswa-belajar-di-kelas-rusak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2007/12/03/1/65573/bahaya-ratusan-siswa-belajar-di-kelas-rusak</guid><pubDate>Senin 03 Desember 2007 17:52 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2007/12/03/1/65573/Wiqqc5nDKF.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2007/12/03/1/65573/Wiqqc5nDKF.jpg</image><title></title></images><description>KEDIRI - Setelah diterjang angin puting beliung, ratusan siswa madrasah ibtidaiyah (MI) di Kab Kediri terpaksa mengikuti pelajaran di tempat darurat. Mereka belajar di dalam kelas yang atapnya nyaris runtuh.Pemandangan memprihatinkan tersebut terjadi di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ulum di Desa Sidomulyo, KecSemen, Kab Kediri. Sedikitnya 154 siswa di sekolah itu harus mengikuti pelajaran sekolah dengan kondisi kelas yang rusak parah. Hampir sebagian atap kelas nyaris terbuka setelah terbawa angin puting beliung. Akibatnya, seluruh siswa terpaksa belajar di bawah terik sinar matahari yang masuk ke dalam kelas. Kasihan anak-anak. Kondisi ini sangat membahayakan mereka karena genting dan kayu penyangga bisa jatuh sewaktu-waktu, ujar Abdul Malik, Kepala Sekolah setempat.Dia menjelaskan, dari delapan lokal yang ada, sebanyak lima lokal mengalami rusak berat akibat diterjang puting beliung. Rata-rata kerusakan tersebut terjadi pada bagian atap. Pihak sekolah tidak bisa memindahkan siswanya ke tempat lain karena keterbatasan ruang kelas yang ada.Dari pantauan di lapangan, Senin (3/12/2007),  kondisi terparah terjadi di ruang kelas 1. Di kelas yang dihuni 28 siswa tersebut hampir seluruh bagian atapnya hilang. Yang tersisa hanyalah sisa-sisa genting dan kayu penyangga. Hal ini sangat membahayakan keselamatan siswa karena sewaktu-waktu genting itu bisa terjatuh. Demikian pula dengan resiko terjadinya hujan yang dipastikan akan menggenangi seluruh ruang kelas tersebut.Kondisi yang sama juga menimpa bangunan sekolah MI Mambaul Hikmah di Desa Petok, Kec Mojo, Kab Kediri. Di sekolah yang hanya memiliki 5 lokal tersebut terjadi kerusakan pada bagian atap. Meski tidak separah MI Ibtidaiyah Miftahul, sejumlah atapnya rusak karena terbawa angin. Namun demikian hal itu tidak mempengaruhi kegiatan belajar mengajar siswa yang tetap berjalan dengan kondisi atap yang rusak.Sementara itu hingga kemarin aktivitas warga di dua desa itu tampak sibuk membenahi rumah masing-masing. Sejumlah rumah bahkan terlihat ambruk pada bagian belakangnya setelah tertimpa pohon besar. Hal ini semakin menyulitkan masyarakat yang rata-rata bekerja sebagai buruh tani.Menanggapi hal itu, Kabag Humas Pemkab Kediri Sigit Raharjo mengaku tidak bisa memberikan bantuan dalam waktu singkat. Pemkab melalui Kesbanglinmas akan mempelajari dulu kondisi di lapangan dan menghitung kerugian yang timbul.&amp;quot;Semuanya kan perlu proses. Kita akan mempelajari dulu kondisi di lapangan dan akan mengupayakan memberikan bantuan,&amp;quot; ujarnya.  </description><content:encoded>KEDIRI - Setelah diterjang angin puting beliung, ratusan siswa madrasah ibtidaiyah (MI) di Kab Kediri terpaksa mengikuti pelajaran di tempat darurat. Mereka belajar di dalam kelas yang atapnya nyaris runtuh.Pemandangan memprihatinkan tersebut terjadi di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ulum di Desa Sidomulyo, KecSemen, Kab Kediri. Sedikitnya 154 siswa di sekolah itu harus mengikuti pelajaran sekolah dengan kondisi kelas yang rusak parah. Hampir sebagian atap kelas nyaris terbuka setelah terbawa angin puting beliung. Akibatnya, seluruh siswa terpaksa belajar di bawah terik sinar matahari yang masuk ke dalam kelas. Kasihan anak-anak. Kondisi ini sangat membahayakan mereka karena genting dan kayu penyangga bisa jatuh sewaktu-waktu, ujar Abdul Malik, Kepala Sekolah setempat.Dia menjelaskan, dari delapan lokal yang ada, sebanyak lima lokal mengalami rusak berat akibat diterjang puting beliung. Rata-rata kerusakan tersebut terjadi pada bagian atap. Pihak sekolah tidak bisa memindahkan siswanya ke tempat lain karena keterbatasan ruang kelas yang ada.Dari pantauan di lapangan, Senin (3/12/2007),  kondisi terparah terjadi di ruang kelas 1. Di kelas yang dihuni 28 siswa tersebut hampir seluruh bagian atapnya hilang. Yang tersisa hanyalah sisa-sisa genting dan kayu penyangga. Hal ini sangat membahayakan keselamatan siswa karena sewaktu-waktu genting itu bisa terjatuh. Demikian pula dengan resiko terjadinya hujan yang dipastikan akan menggenangi seluruh ruang kelas tersebut.Kondisi yang sama juga menimpa bangunan sekolah MI Mambaul Hikmah di Desa Petok, Kec Mojo, Kab Kediri. Di sekolah yang hanya memiliki 5 lokal tersebut terjadi kerusakan pada bagian atap. Meski tidak separah MI Ibtidaiyah Miftahul, sejumlah atapnya rusak karena terbawa angin. Namun demikian hal itu tidak mempengaruhi kegiatan belajar mengajar siswa yang tetap berjalan dengan kondisi atap yang rusak.Sementara itu hingga kemarin aktivitas warga di dua desa itu tampak sibuk membenahi rumah masing-masing. Sejumlah rumah bahkan terlihat ambruk pada bagian belakangnya setelah tertimpa pohon besar. Hal ini semakin menyulitkan masyarakat yang rata-rata bekerja sebagai buruh tani.Menanggapi hal itu, Kabag Humas Pemkab Kediri Sigit Raharjo mengaku tidak bisa memberikan bantuan dalam waktu singkat. Pemkab melalui Kesbanglinmas akan mempelajari dulu kondisi di lapangan dan menghitung kerugian yang timbul.&amp;quot;Semuanya kan perlu proses. Kita akan mempelajari dulu kondisi di lapangan dan akan mengupayakan memberikan bantuan,&amp;quot; ujarnya.  </content:encoded></item></channel></rss>
