<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fosil Gading Gajah Purba Kudus Hilang</title><description>Fosil gading gajah purba yang ditemukan di situs Gunung Patiayam, Kudus, hilang dari tempat penyimpanan. Belum diketahui apakah pencuri orang dalam atau sindikat pemburu benda purbakala.   </description><link>https://news.okezone.com/read/2007/12/05/1/65986/fosil-gading-gajah-purba-kudus-hilang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2007/12/05/1/65986/fosil-gading-gajah-purba-kudus-hilang"/><item><title>Fosil Gading Gajah Purba Kudus Hilang</title><link>https://news.okezone.com/read/2007/12/05/1/65986/fosil-gading-gajah-purba-kudus-hilang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2007/12/05/1/65986/fosil-gading-gajah-purba-kudus-hilang</guid><pubDate>Rabu 05 Desember 2007 11:48 WIB</pubDate><dc:creator>Arif Purniawan</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>KUDUS - Fosil gading gajah purba yang ditemukan di situs Gunung Patiayam, Kabupaten Kudus, hilang dari tempat penyimpanan. Namun belum diketahui apakah pencuri merupakan orang dalam atau sindikat pemburu benda purbakala.Fasil gading sepanjang 1,25 meter dengan diameter 25 centimeter itu disimpan di sebuah gubuk yang temboknya terbuat dari anyaman bambu di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Setiap hari, tempat penyimpanan benda bersejarah itu dipercayakan kepada Nardi, warga setempat.Sebenarnya, fosil tersebut pertama kali ditehaui hilang pada Senin, 3 Desember, sekira pukul 05.30 WIB. Saat itu, Nardi melakukan tugas rutin dengan mengontrol seluruh fosil yang disimpan. Betapa kagetnya ketika mata Nardi tidak lagi melihat fosil gading gajah purba tersebut.&amp;quot;Ayaman bambu yang digunakan sebagai tembok gubuk rusak. Ukurannya 1 x 2 meter persegi atau cukup untuk masukÂ  orang,&amp;quot; kata Nardi, Rabu (5/12/2007). Nardi kemudian menyampaikan hal itu kepada Ketua Paguyuban Penyelamat Situs Gunung Patiayam, Bukhori. &amp;quot;Selama ini banyak pemburu fosil ilegal yang berasal dari daerah Sangiran, Sragen,&amp;quot; papar Bukhori.Bukhori kemudian melanjutkan kehilangan tersebut ke aparat kepolisian pada Selasa, 4 Desember siang. Saat ini kasusnya masih diselidiki jajaran Reskrim Polres Kudus.Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Dony Setiawan mengatakan, pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah pelakunya orang luar atau dalam. &amp;quot;Berdasarkan olah TKP, tidak terlihat kerusakan mencolok di sekitar tempat penyimpanan benda fosil,&amp;quot; tegasnya.  </description><content:encoded>KUDUS - Fosil gading gajah purba yang ditemukan di situs Gunung Patiayam, Kabupaten Kudus, hilang dari tempat penyimpanan. Namun belum diketahui apakah pencuri merupakan orang dalam atau sindikat pemburu benda purbakala.Fasil gading sepanjang 1,25 meter dengan diameter 25 centimeter itu disimpan di sebuah gubuk yang temboknya terbuat dari anyaman bambu di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Setiap hari, tempat penyimpanan benda bersejarah itu dipercayakan kepada Nardi, warga setempat.Sebenarnya, fosil tersebut pertama kali ditehaui hilang pada Senin, 3 Desember, sekira pukul 05.30 WIB. Saat itu, Nardi melakukan tugas rutin dengan mengontrol seluruh fosil yang disimpan. Betapa kagetnya ketika mata Nardi tidak lagi melihat fosil gading gajah purba tersebut.&amp;quot;Ayaman bambu yang digunakan sebagai tembok gubuk rusak. Ukurannya 1 x 2 meter persegi atau cukup untuk masukÂ  orang,&amp;quot; kata Nardi, Rabu (5/12/2007). Nardi kemudian menyampaikan hal itu kepada Ketua Paguyuban Penyelamat Situs Gunung Patiayam, Bukhori. &amp;quot;Selama ini banyak pemburu fosil ilegal yang berasal dari daerah Sangiran, Sragen,&amp;quot; papar Bukhori.Bukhori kemudian melanjutkan kehilangan tersebut ke aparat kepolisian pada Selasa, 4 Desember siang. Saat ini kasusnya masih diselidiki jajaran Reskrim Polres Kudus.Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Dony Setiawan mengatakan, pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah pelakunya orang luar atau dalam. &amp;quot;Berdasarkan olah TKP, tidak terlihat kerusakan mencolok di sekitar tempat penyimpanan benda fosil,&amp;quot; tegasnya.  </content:encoded></item></channel></rss>
