<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perempuan Masih Sering Alami Kekerasan</title><description>Wanita memang selalu mengalami penindasan. Terbukti, berdasarkan data dari survei yang digelar BPS dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan, kaum hawa masih sering mengalami kekerasan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2007/12/11/1/67389/perempuan-masih-sering-alami-kekerasan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2007/12/11/1/67389/perempuan-masih-sering-alami-kekerasan"/><item><title>Perempuan Masih Sering Alami Kekerasan</title><link>https://news.okezone.com/read/2007/12/11/1/67389/perempuan-masih-sering-alami-kekerasan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2007/12/11/1/67389/perempuan-masih-sering-alami-kekerasan</guid><pubDate>Selasa 11 Desember 2007 11:39 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>JAKARTA - Wanita memang selalu mengalami penindasan. Terbukti, berdasarkan data dari survei yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan, kaum hawa masih sering mengalami kekerasan.Berdasarkan data dari hasil survei tersebut, seperti diumumkan Selasa (11/12/2007) diperoleh tingkat kekerasan bagi perempuan terdapat 3 juta kejadian dan terdapat 2,27 juta korban di seluruh provinsi di Indonesia.Dari aksi kekerasan tersebut, kesulitan ekonomi terbukti sebagai penyebab utama seseorang untuk melakukan kekerasan terhadap perempuan dengan jumlah 34,2 persen, cemburu 14,0 persen, prilaku buruk 13,6 persen, dan tidak patuh 12,5 persen.Data survei tersebut juga menyebutkan, tingkat pengetahuan seseorang terhadap kekerasan juga menjadi pengaruh kuat bagi seseorang melakukan kekerasan. Dengan bentuk kekerasan seperti penggunaan alat sebesar 65,4 persen, pelecehan 23,3 persen, penelantaran 17,9 persen, dan penganiayaan 23,3 persen.Sementara itu rumah menjadi tempat penganiayaan tertinggi terhadap perempuan. Sebanyak 68 persen kekerasan dilakukan di rumah, di luar rumah 27 persen, tempat kerja 3,4 persen dan dua tempat atau lebih 1,5 persen.Data tersebut diperoleh BPS pada tahun 2006 dengan metode penyebaran sampel sebanyak 68 ribu rumah tangga di seluruh Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA - Wanita memang selalu mengalami penindasan. Terbukti, berdasarkan data dari survei yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan, kaum hawa masih sering mengalami kekerasan.Berdasarkan data dari hasil survei tersebut, seperti diumumkan Selasa (11/12/2007) diperoleh tingkat kekerasan bagi perempuan terdapat 3 juta kejadian dan terdapat 2,27 juta korban di seluruh provinsi di Indonesia.Dari aksi kekerasan tersebut, kesulitan ekonomi terbukti sebagai penyebab utama seseorang untuk melakukan kekerasan terhadap perempuan dengan jumlah 34,2 persen, cemburu 14,0 persen, prilaku buruk 13,6 persen, dan tidak patuh 12,5 persen.Data survei tersebut juga menyebutkan, tingkat pengetahuan seseorang terhadap kekerasan juga menjadi pengaruh kuat bagi seseorang melakukan kekerasan. Dengan bentuk kekerasan seperti penggunaan alat sebesar 65,4 persen, pelecehan 23,3 persen, penelantaran 17,9 persen, dan penganiayaan 23,3 persen.Sementara itu rumah menjadi tempat penganiayaan tertinggi terhadap perempuan. Sebanyak 68 persen kekerasan dilakukan di rumah, di luar rumah 27 persen, tempat kerja 3,4 persen dan dua tempat atau lebih 1,5 persen.Data tersebut diperoleh BPS pada tahun 2006 dengan metode penyebaran sampel sebanyak 68 ribu rumah tangga di seluruh Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
