<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aneh, Orangtua Pelaku Kekerasan Terbanyak pada Anak-Anak</title><description>Orangtua seharusnya memposisikan sebagai pelindung dan pengayom keluarga. Tapi jika melihat hasil survei dari Badan Pusat Statistik (BPS) mayoritas pelaku kekerasan terhadap anak-anak adalah orang tua mereka sendiri. </description><link>https://news.okezone.com/read/2007/12/11/1/67507/aneh-orangtua-pelaku-kekerasan-terbanyak-pada-anak-anak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2007/12/11/1/67507/aneh-orangtua-pelaku-kekerasan-terbanyak-pada-anak-anak"/><item><title>Aneh, Orangtua Pelaku Kekerasan Terbanyak pada Anak-Anak</title><link>https://news.okezone.com/read/2007/12/11/1/67507/aneh-orangtua-pelaku-kekerasan-terbanyak-pada-anak-anak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2007/12/11/1/67507/aneh-orangtua-pelaku-kekerasan-terbanyak-pada-anak-anak</guid><pubDate>Selasa 11 Desember 2007 16:37 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>JAKARTA - Orangtua seharusnya memposisikan sebagai pelindung dan pengayom keluarga. Tapi jika melihat hasil survei dari Badan Pusat Statistik (BPS) mayoritas pelaku kekerasan terhadap anak-anak adalah orang tua mereka sendiri.Berdasarkan survei dengan metode sampling BPS yang dilakukan pada tahun 2006 dan diumumkan, Selasa (11/12/2007), 61,4 persen dari 2,81 juta kejadian, pelaku kekerasan dilakukan orangtua. Kemudian disusul tetangga dengan 6,7 persen.Famili atau keluarga 3,8 persen, guru 3,0 persen, dan lain-lain 23, 9 persen. Berdasarkan hasil survei tersebut juga diketahui akibat kekerasan pada anak menyebabkan anak-anak menjadi sakit hati terhadap pelaku kekerasan.Sakit hati 51,2 persen, stres 7,4 persen, materi 6,3 persen, luka atau cacat 8,0 persen dan lain-lain 27,1 persen. Sementara jenis kekerasan yang sering menerpa anak-anak adalah penganiayaan sebanyak 53,7 persen. Disusul penghinaan 36,7 persen, penelantaran 10,3 persen, dan pelecehan 3,9 persen.&amp;quot;Mayoritas kekerasan dilakukan di dalam rumah,&amp;quot; tegas peneliti BPS Wien Kusdiatmono.</description><content:encoded>JAKARTA - Orangtua seharusnya memposisikan sebagai pelindung dan pengayom keluarga. Tapi jika melihat hasil survei dari Badan Pusat Statistik (BPS) mayoritas pelaku kekerasan terhadap anak-anak adalah orang tua mereka sendiri.Berdasarkan survei dengan metode sampling BPS yang dilakukan pada tahun 2006 dan diumumkan, Selasa (11/12/2007), 61,4 persen dari 2,81 juta kejadian, pelaku kekerasan dilakukan orangtua. Kemudian disusul tetangga dengan 6,7 persen.Famili atau keluarga 3,8 persen, guru 3,0 persen, dan lain-lain 23, 9 persen. Berdasarkan hasil survei tersebut juga diketahui akibat kekerasan pada anak menyebabkan anak-anak menjadi sakit hati terhadap pelaku kekerasan.Sakit hati 51,2 persen, stres 7,4 persen, materi 6,3 persen, luka atau cacat 8,0 persen dan lain-lain 27,1 persen. Sementara jenis kekerasan yang sering menerpa anak-anak adalah penganiayaan sebanyak 53,7 persen. Disusul penghinaan 36,7 persen, penelantaran 10,3 persen, dan pelecehan 3,9 persen.&amp;quot;Mayoritas kekerasan dilakukan di dalam rumah,&amp;quot; tegas peneliti BPS Wien Kusdiatmono.</content:encoded></item></channel></rss>
