<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penutupan Masjid Ahmadiyah di Kuningan Didomplengi Ormas Islam</title><description>Salah seorang pengurus kelompok Ahmadiyah, Mubarik, menduga penutupan masjid dan musala milik Ahmadiyah di Desa Manislor, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat didompelngi organisasi massa yang menamakan diri Islam.   </description><link>https://news.okezone.com/read/2007/12/13/1/68038/penutupan-masjid-ahmadiyah-di-kuningan-didomplengi-ormas-islam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2007/12/13/1/68038/penutupan-masjid-ahmadiyah-di-kuningan-didomplengi-ormas-islam"/><item><title>Penutupan Masjid Ahmadiyah di Kuningan Didomplengi Ormas Islam</title><link>https://news.okezone.com/read/2007/12/13/1/68038/penutupan-masjid-ahmadiyah-di-kuningan-didomplengi-ormas-islam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2007/12/13/1/68038/penutupan-masjid-ahmadiyah-di-kuningan-didomplengi-ormas-islam</guid><pubDate>Kamis 13 Desember 2007 14:58 WIB</pubDate><dc:creator>Kemas Irawan Nurrachman</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>JAKARTA - Salah seorang pengurus kelompok Ahmadiyah, Mubarik, menduga penutupan masjid dan musala milik Ahmadiyah di Desa Manislor, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat didompelngi organisasi massa yang menamakan diri Islam.&amp;quot;Massa yang menamakan diri Kelompok Masyarakat Muslim Kabupaten Kuningan yang dimotori Gerakan Anti Ahmadiyah (Gerah) tiba-tiba mengultimatum Pemkab Kuningan untuk menutup masjid dan musalah tersebut,&amp;quot; ujar Mubarik saat berbincang-bincang dengan okezone, Kamis (13/12/2007).Dia menjelaskan, kebenaran informasi tersebut didapatnya setelah Kejaksaan Negeri Kuningan mendapat surat ultimatum dari kelompok tersebut tertanggal 10 Desember.&amp;quot;Surat itu ditandatangani 17 orang yang berisi ultimatum kejari untuk segera menutup masjid dan musala milik kita (Ahmadiyah). Jika tidak dilaksanakan, maka kelompok itu akan membumihanguskan wilayah tersebut,&amp;quot; paparnya.Alhasil, lanjut dia, hari ini petugas Satpol PP mendatangi fasilitas itu untuk menutup satu masjid dan dua musalah. &amp;quot;Kita tidak kuasa menahan. Sebagai warga negara yang baik, kita mengalah,&amp;quot; imbuhnya.Tidak Takut AncamanMubarik menambahkan, sebenarnya warga Ahmadiyah tidak takut dengan ancaman dan tekanan yang dilakukan berbagai kelompok islam.&amp;quot;Karena di Kabupaten Kuningan sendiri, warga Ahmadiyah ada 3.500 lebih. Jadi secara fisik kita tidak takut, namun sebagai warga negara yang baik kita menjalani peraturan yang ada,&amp;quot; tandasnya.Dirinya berharap, ke depan seluruh masyarakat dapat menerima Ahmadiyah sebagai keberagaman Indonesia.&amp;quot;Kita hanya meminta seluruh lapisan masyarakat dapat menerima Ahmadiyah sebagai bentuk keberagaman Indonesia. Lagi pula, dalam UU kebebasan beribadah dan beragama dijamin,&amp;quot; harapnya.  </description><content:encoded>JAKARTA - Salah seorang pengurus kelompok Ahmadiyah, Mubarik, menduga penutupan masjid dan musala milik Ahmadiyah di Desa Manislor, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat didompelngi organisasi massa yang menamakan diri Islam.&amp;quot;Massa yang menamakan diri Kelompok Masyarakat Muslim Kabupaten Kuningan yang dimotori Gerakan Anti Ahmadiyah (Gerah) tiba-tiba mengultimatum Pemkab Kuningan untuk menutup masjid dan musalah tersebut,&amp;quot; ujar Mubarik saat berbincang-bincang dengan okezone, Kamis (13/12/2007).Dia menjelaskan, kebenaran informasi tersebut didapatnya setelah Kejaksaan Negeri Kuningan mendapat surat ultimatum dari kelompok tersebut tertanggal 10 Desember.&amp;quot;Surat itu ditandatangani 17 orang yang berisi ultimatum kejari untuk segera menutup masjid dan musala milik kita (Ahmadiyah). Jika tidak dilaksanakan, maka kelompok itu akan membumihanguskan wilayah tersebut,&amp;quot; paparnya.Alhasil, lanjut dia, hari ini petugas Satpol PP mendatangi fasilitas itu untuk menutup satu masjid dan dua musalah. &amp;quot;Kita tidak kuasa menahan. Sebagai warga negara yang baik, kita mengalah,&amp;quot; imbuhnya.Tidak Takut AncamanMubarik menambahkan, sebenarnya warga Ahmadiyah tidak takut dengan ancaman dan tekanan yang dilakukan berbagai kelompok islam.&amp;quot;Karena di Kabupaten Kuningan sendiri, warga Ahmadiyah ada 3.500 lebih. Jadi secara fisik kita tidak takut, namun sebagai warga negara yang baik kita menjalani peraturan yang ada,&amp;quot; tandasnya.Dirinya berharap, ke depan seluruh masyarakat dapat menerima Ahmadiyah sebagai keberagaman Indonesia.&amp;quot;Kita hanya meminta seluruh lapisan masyarakat dapat menerima Ahmadiyah sebagai bentuk keberagaman Indonesia. Lagi pula, dalam UU kebebasan beribadah dan beragama dijamin,&amp;quot; harapnya.  </content:encoded></item></channel></rss>
