<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Antisipasi Anthrax, Pemkot Solo Bentuk Tim Khusus</title><description>Menjelang hari Raya Idul Adha, Pemkot Solo melalui Dinas Pertanian (Dispertan) membentuk tim khusus untuk memantau dan memeriksa hewan kurban.  </description><link>https://news.okezone.com/read/2007/12/13/1/68101/antisipasi-anthrax-pemkot-solo-bentuk-tim-khusus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2007/12/13/1/68101/antisipasi-anthrax-pemkot-solo-bentuk-tim-khusus"/><item><title>Antisipasi Anthrax, Pemkot Solo Bentuk Tim Khusus</title><link>https://news.okezone.com/read/2007/12/13/1/68101/antisipasi-anthrax-pemkot-solo-bentuk-tim-khusus</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2007/12/13/1/68101/antisipasi-anthrax-pemkot-solo-bentuk-tim-khusus</guid><pubDate>Kamis 13 Desember 2007 18:03 WIB</pubDate><dc:creator>Sumarno</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>SOLO - Menjelang hari Raya Idul Adha, Pemkot Solo melalui Dinas Pertanian (Dispertan) membentuk tim khusus untuk memantau dan memeriksa hewan kurban. Selain itu, Dispertan juga akan mewaspadai hewan kurban yang berasal dari luar daerah.&amp;quot;Saat ini kami tengah berkoordinasi untuk menghadapi Idul Adha khususnya tentang hewan kurban,&amp;quot; jelas Kepala Dispertan Solo Retwati Sandjojo, Kamis (13/12/2007).Kasubdin Perlindungan Dispertan Solo Weni Ekayanti menambahkan, pihaknya akan membentuk tim khusus untuk memantau dan memeriksa hewan kurban. Tim akan ditempatkan di lima kecamatan setiap tim beranggotan sekira sembilan orang dari berbagai instansi. Menurut Weni, tim tersebut akan melakukan pemantauan dan pemeriksaan hewan kurban ke tempat-tempat pemotongan hewan. Baik di masjid-masjid hingga ke rumah-rumah warga.Tim akan memastikan hewan kurban yang disembelih aman untuk dikonsumsi dan bebas dari penyakit. Rencananya, pemantauan dan pemeriksaan akan dimulai, Jumat 14 Desember besok.Disinggung tentang kemungkinan hewan kurban berpenyakit Anthrax, Weni menyatakan, untuk daerah Solo dan sekitarnya selama ini bebas dari Anthrax.Bahkan, pihaknya telah melakukan vaksinasi untuk penyakuit Antrhax terhadap sapi dan juga kambing. Vaksinasi itu dilakukan bulan Oktober-November lalu.&amp;quot;Untuk mengantisipasi hewan kurban yang berpenyakit, kami akan mewaspadai setiap hewan yang masuk Solo. Setiap hewan harus ada Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH),&amp;quot; jelasnya.Jika diketahui ada hewan tanpa disertai SKKH tersebut, tambahnya, hewan harus diperiksa. Jika memang dalam kondisi sehat hewan tersebut diperbolehkan masuk ke Solo. Jika tidak, otomatis hewan itu dilarang masuk dan dikembalikan ke daerah asal.Disisi lain, terkait sapi yang digembala di Tempat pembuangan Akhir (TPA) sampah Putricempo Mojosongo, pihaknya tetap mengimbau agar sapi tidak dipotong saat Idul Adha. Pasalnya, berdasarkan penelitian, sapi di TPA mengandung kadar timbal di atas normal.Dia menambahkan, agar sapi dapat dipotong harus dipelihara secara normal. Dengan kata lain, tidak digembala di TPA, namun harus diberi makan seperti rumput berkonsentrat. Paling tidak, imbuhnya, diperlukan 2-3 bulan untuk menetralisir kadar timbal di tubuh sapi yang digembala di TPA Putricempo.&amp;quot;Kami terus memberikan sosialisasi pada warga. Yang jelas, kami mengimbau agar sapi tidak disembelih dulu saat Idul Adha ini,&amp;quot; tambahnya.  </description><content:encoded>SOLO - Menjelang hari Raya Idul Adha, Pemkot Solo melalui Dinas Pertanian (Dispertan) membentuk tim khusus untuk memantau dan memeriksa hewan kurban. Selain itu, Dispertan juga akan mewaspadai hewan kurban yang berasal dari luar daerah.&amp;quot;Saat ini kami tengah berkoordinasi untuk menghadapi Idul Adha khususnya tentang hewan kurban,&amp;quot; jelas Kepala Dispertan Solo Retwati Sandjojo, Kamis (13/12/2007).Kasubdin Perlindungan Dispertan Solo Weni Ekayanti menambahkan, pihaknya akan membentuk tim khusus untuk memantau dan memeriksa hewan kurban. Tim akan ditempatkan di lima kecamatan setiap tim beranggotan sekira sembilan orang dari berbagai instansi. Menurut Weni, tim tersebut akan melakukan pemantauan dan pemeriksaan hewan kurban ke tempat-tempat pemotongan hewan. Baik di masjid-masjid hingga ke rumah-rumah warga.Tim akan memastikan hewan kurban yang disembelih aman untuk dikonsumsi dan bebas dari penyakit. Rencananya, pemantauan dan pemeriksaan akan dimulai, Jumat 14 Desember besok.Disinggung tentang kemungkinan hewan kurban berpenyakit Anthrax, Weni menyatakan, untuk daerah Solo dan sekitarnya selama ini bebas dari Anthrax.Bahkan, pihaknya telah melakukan vaksinasi untuk penyakuit Antrhax terhadap sapi dan juga kambing. Vaksinasi itu dilakukan bulan Oktober-November lalu.&amp;quot;Untuk mengantisipasi hewan kurban yang berpenyakit, kami akan mewaspadai setiap hewan yang masuk Solo. Setiap hewan harus ada Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH),&amp;quot; jelasnya.Jika diketahui ada hewan tanpa disertai SKKH tersebut, tambahnya, hewan harus diperiksa. Jika memang dalam kondisi sehat hewan tersebut diperbolehkan masuk ke Solo. Jika tidak, otomatis hewan itu dilarang masuk dan dikembalikan ke daerah asal.Disisi lain, terkait sapi yang digembala di Tempat pembuangan Akhir (TPA) sampah Putricempo Mojosongo, pihaknya tetap mengimbau agar sapi tidak dipotong saat Idul Adha. Pasalnya, berdasarkan penelitian, sapi di TPA mengandung kadar timbal di atas normal.Dia menambahkan, agar sapi dapat dipotong harus dipelihara secara normal. Dengan kata lain, tidak digembala di TPA, namun harus diberi makan seperti rumput berkonsentrat. Paling tidak, imbuhnya, diperlukan 2-3 bulan untuk menetralisir kadar timbal di tubuh sapi yang digembala di TPA Putricempo.&amp;quot;Kami terus memberikan sosialisasi pada warga. Yang jelas, kami mengimbau agar sapi tidak disembelih dulu saat Idul Adha ini,&amp;quot; tambahnya.  </content:encoded></item></channel></rss>
