<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kepsek Diduga Main Mata Dengan Produsen  </title><description>Seperti kelinci percobaan, puluhan siswa SD diminta merasakan permen yang belum terjamin keamanannya sehingga mengalami keracunan. Komnas Perlindungan Anak (KPA) menuntut Diknas menyidik kepala sekolah tersebut     </description><link>https://news.okezone.com/read/2007/12/15/1/68434/kepsek-diduga-main-mata-dengan-produsen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2007/12/15/1/68434/kepsek-diduga-main-mata-dengan-produsen"/><item><title>Kepsek Diduga Main Mata Dengan Produsen  </title><link>https://news.okezone.com/read/2007/12/15/1/68434/kepsek-diduga-main-mata-dengan-produsen</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2007/12/15/1/68434/kepsek-diduga-main-mata-dengan-produsen</guid><pubDate>Sabtu 15 Desember 2007 11:31 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>  JAKARTA - Seperti kelinci percobaan, puluhan siswa SD diminta merasakan permen yang belum terjamin keamanannya sehingga mengalami keracunan. Komnas Perlindungan Anak (KPA) menuntut Diknas menyidik kepala sekolah tersebut     Peristiwa keracunan permen yang terjadi pada Kamis 13 Desember itu, membuat 36 siswa SD Kramatjati harus dilarikan ke rumah sakit.   &amp;quot;Kami meminta kepada Diknas supaya melakukan penyidikan terhadap kepala sekolah yang telah memberikan izin kepada PT UJA yang melakukan uji coba permen. Karena diduga ada kerja sama antara perusahaan dengan kepala sekolah,&amp;quot; ujar Ketua KPAI Ariest Merdeka Sirait, kepada okezone, Sabtu, di Jakarta (15/12/2007).   Selain itu, Ariest juga meminta agar PT UJA menarik semua produk permen station rasa yang sudah menyebabkan anak-anak menjadi korban.  &amp;quot;Kita juga minta Ditjen Pengawas Obat dan Makanan (POM) Departemen Kesehatan untuk menyelidiki itu. Karena fakta di lapangan saya temukan ada permen yang tidak berlabel diujicobakan kepada anak-anak. Saat ini kita masih menunggu penyidikan dari Dirjen POM, kalau memang benar ada kesalahan kita akan lakukan advokasi,&amp;quot; jelasnya.    </description><content:encoded>  JAKARTA - Seperti kelinci percobaan, puluhan siswa SD diminta merasakan permen yang belum terjamin keamanannya sehingga mengalami keracunan. Komnas Perlindungan Anak (KPA) menuntut Diknas menyidik kepala sekolah tersebut     Peristiwa keracunan permen yang terjadi pada Kamis 13 Desember itu, membuat 36 siswa SD Kramatjati harus dilarikan ke rumah sakit.   &amp;quot;Kami meminta kepada Diknas supaya melakukan penyidikan terhadap kepala sekolah yang telah memberikan izin kepada PT UJA yang melakukan uji coba permen. Karena diduga ada kerja sama antara perusahaan dengan kepala sekolah,&amp;quot; ujar Ketua KPAI Ariest Merdeka Sirait, kepada okezone, Sabtu, di Jakarta (15/12/2007).   Selain itu, Ariest juga meminta agar PT UJA menarik semua produk permen station rasa yang sudah menyebabkan anak-anak menjadi korban.  &amp;quot;Kita juga minta Ditjen Pengawas Obat dan Makanan (POM) Departemen Kesehatan untuk menyelidiki itu. Karena fakta di lapangan saya temukan ada permen yang tidak berlabel diujicobakan kepada anak-anak. Saat ini kita masih menunggu penyidikan dari Dirjen POM, kalau memang benar ada kesalahan kita akan lakukan advokasi,&amp;quot; jelasnya.    </content:encoded></item></channel></rss>
