<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pejuang Jugun Ianfu Mardiyem Wafat</title><description>Pejuang hak wanita dan mantan jugun ianfu, Mardiyem (79), tadi malam menghembuskan napas terakhir. Ia wafat karena menderita sakit ketuaan di rumahnya, Gang Suryo, Ngampilan, Yogyakarta.</description><link>https://news.okezone.com/read/2007/12/21/1/69705/pejuang-jugun-ianfu-mardiyem-wafat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2007/12/21/1/69705/pejuang-jugun-ianfu-mardiyem-wafat"/><item><title>Pejuang Jugun Ianfu Mardiyem Wafat</title><link>https://news.okezone.com/read/2007/12/21/1/69705/pejuang-jugun-ianfu-mardiyem-wafat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2007/12/21/1/69705/pejuang-jugun-ianfu-mardiyem-wafat</guid><pubDate>Jum'at 21 Desember 2007 13:03 WIB</pubDate><dc:creator>Priyo Setyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2007/12/21/1/69705/Cctqqa52p4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mardiyem semasa hidup (foto: repro)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2007/12/21/1/69705/Cctqqa52p4.jpg</image><title>Mardiyem semasa hidup (foto: repro)</title></images><description>YOGYAKARTA - Pejuang hak wanita dan mantan jugun ianfu, Mardiyem (79), tadi malam menghembuskan napas terakhir. Ia wafat karena menderita sakit ketuaan di rumahnya, Gang Suryo, Ngampilan, Yogyakarta.Almarhumah yang semasa hidupnya terus berjuang menuntut negara Jepang agar meminta maaf kepada para mantan jugun ianfu dan juga ganti rugi secara materil. Ini terkait atas apa yang telah mereka lakukan pada masa lalu kepada para jugun ianfu. Yaitu telah menjadikan mereka korban kekerasan untuk melayani nafsu tentara Jepang.Selain itu, ia juga berharap agar pemerintah melakukan sosialisasi tentang Jugun Ianfu secara benar pada kurikulum sekolah. Sehingga generasi muda Indonesia mengetahui siapa dan mengapa terjadi Jugun Ianfu serta tidak pernah ada lagi kata pelacur untuk para mantan Jugun Ianfu.Namun, sebelum niat dan perjuangan Mardiyem ini terwujudkan, yang diatas berkehendak lain. Mardiyem harus menghadap sang pencipta untuk memenuhi panggilan-Nya.Pesan terakhir Madiyem sebelum meninggal dunia, agar keluarga dan mantan jugun ianfu tetap meneruskan perjuang tersebut. &amp;quot;Ibu berpesan agar keluarga dan para mantan jugun ianfu yang masih hidup terus melanjutkan perjuangannya,&amp;quot; kata Mardiyem anak satu-satunya Mardiyo, di sela-sela menerima takziah, Jumat (21/22/2007).Sedangkan jenazah Mardiyem dimakamkan di pemakaman umum Singojayan, Yogyakarta, siang ini.</description><content:encoded>YOGYAKARTA - Pejuang hak wanita dan mantan jugun ianfu, Mardiyem (79), tadi malam menghembuskan napas terakhir. Ia wafat karena menderita sakit ketuaan di rumahnya, Gang Suryo, Ngampilan, Yogyakarta.Almarhumah yang semasa hidupnya terus berjuang menuntut negara Jepang agar meminta maaf kepada para mantan jugun ianfu dan juga ganti rugi secara materil. Ini terkait atas apa yang telah mereka lakukan pada masa lalu kepada para jugun ianfu. Yaitu telah menjadikan mereka korban kekerasan untuk melayani nafsu tentara Jepang.Selain itu, ia juga berharap agar pemerintah melakukan sosialisasi tentang Jugun Ianfu secara benar pada kurikulum sekolah. Sehingga generasi muda Indonesia mengetahui siapa dan mengapa terjadi Jugun Ianfu serta tidak pernah ada lagi kata pelacur untuk para mantan Jugun Ianfu.Namun, sebelum niat dan perjuangan Mardiyem ini terwujudkan, yang diatas berkehendak lain. Mardiyem harus menghadap sang pencipta untuk memenuhi panggilan-Nya.Pesan terakhir Madiyem sebelum meninggal dunia, agar keluarga dan mantan jugun ianfu tetap meneruskan perjuang tersebut. &amp;quot;Ibu berpesan agar keluarga dan para mantan jugun ianfu yang masih hidup terus melanjutkan perjuangannya,&amp;quot; kata Mardiyem anak satu-satunya Mardiyo, di sela-sela menerima takziah, Jumat (21/22/2007).Sedangkan jenazah Mardiyem dimakamkan di pemakaman umum Singojayan, Yogyakarta, siang ini.</content:encoded></item></channel></rss>
