<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bayi Tanpa Tempurung Kepala di Tangerang Meninggal </title><description>Bayi tanpa tempurung dari pasangan Iswanti dan Sarifudin, warga Jalan Winong, Sudimara Timur RT03/06, Ciledug, Tangerang akhirnya meninggal dunia di Rumah SakitÂ Bakti Asih, Jumat (28/12/2007).   </description><link>https://news.okezone.com/read/2007/12/28/1/71159/bayi-tanpa-tempurung-kepala-di-tangerang-meninggal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2007/12/28/1/71159/bayi-tanpa-tempurung-kepala-di-tangerang-meninggal"/><item><title>Bayi Tanpa Tempurung Kepala di Tangerang Meninggal </title><link>https://news.okezone.com/read/2007/12/28/1/71159/bayi-tanpa-tempurung-kepala-di-tangerang-meninggal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2007/12/28/1/71159/bayi-tanpa-tempurung-kepala-di-tangerang-meninggal</guid><pubDate>Jum'at 28 Desember 2007 15:24 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>TANGERANG - Bayi tanpa tempurung dari pasangan Iswanti dan Sarifudin, warga Jalan Winong, Sudimara Timur RT03/06, Ciledug, Tangerang akhirnya meninggal dunia di Rumah SakitÂ Bakti Asih, Jumat (28/12/2007).     Orang tuaÂ bayi, Sarifudin mengungkapkan Kamis (27/12/2007) pukul 23.00 WIB, kondisi anaknya sudah sangat lemah dan tidak menangis, kemudian sekira pukul 04.00 WIB Jumat dinihari bayi yang lahir malam takbiran Idul Adha (20/12) dinyatakan meninggal dunia.Â     &amp;quot;Jam 4 pagi anak saya sudah meninggal dan langsung dikubur pagi hari itu juga tidak jauh dari rumah,&amp;quot;ujarnya sedih.    Menurutnya, kepergian anak keduanya ini menoreh luka yang cukup dalam. Pasalnya selama ini ia mengaku bingung apakah mendoakan anaknya tetap hidup atauÂ cepat dipanggil Tuhan.     &amp;quot;SayaÂ pasrah, yang pasti jika hidup saya akan rawat dia. Tapi Tuhan berkehendak lain dan sayangÂ kepada anak saya dengan memanggilnya kembali,&amp;quot;katanya sembari menerawang.    Sementara itu mengenai kabar adanya biaya gratis dalam perawatan anaknya, Sarifudin mengaku belum mendapatkannya. Bahkan ia mengaku telah mengeluarkan uang sekitar Rp2 juta untuk 8 hari perawatan dan pembelianÂ obat. &amp;quot;Untuk inkubator saja Rp 160 ribu/hari,&amp;quot; jelasnya.    Sedangkan penyebab kematian bayi tanpa tempurung ini belum dapat diketahui, pasalnya petugas medis memilih bungkam.    </description><content:encoded>TANGERANG - Bayi tanpa tempurung dari pasangan Iswanti dan Sarifudin, warga Jalan Winong, Sudimara Timur RT03/06, Ciledug, Tangerang akhirnya meninggal dunia di Rumah SakitÂ Bakti Asih, Jumat (28/12/2007).     Orang tuaÂ bayi, Sarifudin mengungkapkan Kamis (27/12/2007) pukul 23.00 WIB, kondisi anaknya sudah sangat lemah dan tidak menangis, kemudian sekira pukul 04.00 WIB Jumat dinihari bayi yang lahir malam takbiran Idul Adha (20/12) dinyatakan meninggal dunia.Â     &amp;quot;Jam 4 pagi anak saya sudah meninggal dan langsung dikubur pagi hari itu juga tidak jauh dari rumah,&amp;quot;ujarnya sedih.    Menurutnya, kepergian anak keduanya ini menoreh luka yang cukup dalam. Pasalnya selama ini ia mengaku bingung apakah mendoakan anaknya tetap hidup atauÂ cepat dipanggil Tuhan.     &amp;quot;SayaÂ pasrah, yang pasti jika hidup saya akan rawat dia. Tapi Tuhan berkehendak lain dan sayangÂ kepada anak saya dengan memanggilnya kembali,&amp;quot;katanya sembari menerawang.    Sementara itu mengenai kabar adanya biaya gratis dalam perawatan anaknya, Sarifudin mengaku belum mendapatkannya. Bahkan ia mengaku telah mengeluarkan uang sekitar Rp2 juta untuk 8 hari perawatan dan pembelianÂ obat. &amp;quot;Untuk inkubator saja Rp 160 ribu/hari,&amp;quot; jelasnya.    Sedangkan penyebab kematian bayi tanpa tempurung ini belum dapat diketahui, pasalnya petugas medis memilih bungkam.    </content:encoded></item></channel></rss>
