<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gus Dur: Orang Miskin Tambah Banyak, Orang Kaya Makin Kaya</title><description>Orientasi pembangunan nasional hingga kini terutama selama masa kepemimpinan SBY-JK masih bersifat elittis atau masih berpihak kepada kalangan elit. Sementara itu, masyarakat yang miskin semakin miskin dan terpinggirkan. </description><link>https://news.okezone.com/read/2007/12/31/1/71682/gus-dur-orang-miskin-tambah-banyak-orang-kaya-makin-kaya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2007/12/31/1/71682/gus-dur-orang-miskin-tambah-banyak-orang-kaya-makin-kaya"/><item><title>Gus Dur: Orang Miskin Tambah Banyak, Orang Kaya Makin Kaya</title><link>https://news.okezone.com/read/2007/12/31/1/71682/gus-dur-orang-miskin-tambah-banyak-orang-kaya-makin-kaya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2007/12/31/1/71682/gus-dur-orang-miskin-tambah-banyak-orang-kaya-makin-kaya</guid><pubDate>Senin 31 Desember 2007 12:33 WIB</pubDate><dc:creator>Daru Waskita</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>BANTUL - Orientasi pembangunan nasional hingga kini terutama selama masa kepemimpinan SBY-JK masih bersifat elittis atau masih berpihak kepada kalangan elit. Sementara itu, masyarakat yang miskin semakin miskin dan terpinggirkan.&amp;quot;Hal ini terbukti yang melarat saat ini tidak diurusi. Sehingga jumlah masyarakat miskin di Indonesia semakin bertambah banyak, sedangkan orang yang kaya semakin kaya,&amp;quot; kritik mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Kritikan khas Gus Dur itu dilontarkan di sela-sela acara doa bersama untuk keselamatan bangsa di Dusun Mangir, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Senin dini hari (31/12/2007)Kritikan lain dilemparkan Gus Dur soal penanganan aliran keagamaan yang terkesan kurang baik. Gus Dur menduga, ada pihak yang ingin menang sendiri, dengan menyatakan aliran agamanya lah yang paling benar yang pada akhirnya menekan kelompok yang tidak sejalan dengan paham yang dianut. Meski demikian, penanganannya tidak pernah serius. Polri, Kejaksaan Agung, dan MUI diminta Gus Dur, harus berjalan sesuai dengan aturan yang ada. Para penegak hukum itu diminta jangan saling menyesatkan yang akhirnya menimbulkan konflik di masyarakat.&amp;quot;Seperti contohnya MUI dalam penanganan aliran yang dikatakan sesat, cendurung membuat keruh suasana. Seharusnya, mereka bekerja sesuai dengan pakemnya masih-masing,&amp;quot; tandas Ketua Umum Dewan Syuro DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.</description><content:encoded>BANTUL - Orientasi pembangunan nasional hingga kini terutama selama masa kepemimpinan SBY-JK masih bersifat elittis atau masih berpihak kepada kalangan elit. Sementara itu, masyarakat yang miskin semakin miskin dan terpinggirkan.&amp;quot;Hal ini terbukti yang melarat saat ini tidak diurusi. Sehingga jumlah masyarakat miskin di Indonesia semakin bertambah banyak, sedangkan orang yang kaya semakin kaya,&amp;quot; kritik mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Kritikan khas Gus Dur itu dilontarkan di sela-sela acara doa bersama untuk keselamatan bangsa di Dusun Mangir, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Senin dini hari (31/12/2007)Kritikan lain dilemparkan Gus Dur soal penanganan aliran keagamaan yang terkesan kurang baik. Gus Dur menduga, ada pihak yang ingin menang sendiri, dengan menyatakan aliran agamanya lah yang paling benar yang pada akhirnya menekan kelompok yang tidak sejalan dengan paham yang dianut. Meski demikian, penanganannya tidak pernah serius. Polri, Kejaksaan Agung, dan MUI diminta Gus Dur, harus berjalan sesuai dengan aturan yang ada. Para penegak hukum itu diminta jangan saling menyesatkan yang akhirnya menimbulkan konflik di masyarakat.&amp;quot;Seperti contohnya MUI dalam penanganan aliran yang dikatakan sesat, cendurung membuat keruh suasana. Seharusnya, mereka bekerja sesuai dengan pakemnya masih-masing,&amp;quot; tandas Ketua Umum Dewan Syuro DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.</content:encoded></item></channel></rss>
