<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kena PHK, 131 Awak Bus Sri Lestari Malah Puas </title><description>Sebanyak 131Â awak bus PO Sri Lestari jurusan Tulungagung-SurabayaÂ  dipecat dari pekerjaanya. Namun PHK ini dipastikan tidak akan membuat sedih paraÂ  buruh tarnsportasi yang terdiri dari sopir, kondektur dan kernet tersebut.Lho?  </description><link>https://news.okezone.com/read/2008/01/04/1/72911/kena-phk-131-awak-bus-sri-lestari-malah-puas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2008/01/04/1/72911/kena-phk-131-awak-bus-sri-lestari-malah-puas"/><item><title>Kena PHK, 131 Awak Bus Sri Lestari Malah Puas </title><link>https://news.okezone.com/read/2008/01/04/1/72911/kena-phk-131-awak-bus-sri-lestari-malah-puas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2008/01/04/1/72911/kena-phk-131-awak-bus-sri-lestari-malah-puas</guid><pubDate>Jum'at 04 Januari 2008 21:07 WIB</pubDate><dc:creator>Solichan Arif</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>  TULUNGAGUNG - Sebanyak 131Â awak bus PO Sri Lestari jurusan Tulungagung-SurabayaÂ  dipecat dari pekerjaanya. Namun pemutusan hubungan kerja (PHK) ini dipastikan tidak akan membuat sedih paraÂ  buruh tarnsportasi yang terdiri dari sopir, kondektur dan kernet tersebut.Lho?   Sebab PHKÂ  sudah menjadi tuntutan buruh sejak awal. Yakni semenjakÂ  hampir seluruh armada dalam keadaan rusak dan tidak ada kepastian perbaikan. PHK massal ini disepakati buruh dan pihak perusahaan dihadapan DPRDÂ  Tulungagung. Ugeng, perwakilan dari PO Sri Lestari mengatakan, pihaknya akan memberikan kompensasi (pesangon) terhadap buruh yang di PHK.   Adapun besarnya bervariatif . &amp;quot;Untuk sopir Rp3,5 juta, kondektur Rp2 juta dan kernet Rp1,5 juta. Pesangon ini untuk karyawan yang masih aktif masuk meski kondisi kendaraan rusak, &amp;quot; ujarnya kepada wartawan, Jumat (4/1/2008).  Sedangkan karyawan yang tidak aktif, dihitung sejak Januari 2007, seorang sopir mendapat tali asih Rp 1 juta, kemudian kondektur Rp 900 ribu dan kernet Rp 800 ribu. Menurut Ugeng dengan adanya PHK ini jumlah karyawan yang tersisaÂ  di PO Sri Letari Tulungagung tinggal 46 orang. Dan PO Sri Lestari tetap akan beroperasi.Â  &amp;quot;Pesangon ini akan dicairkan mulai tanggal 7 Januari ini, &amp;quot;ujarnya. Anggota Komisi A DPRD Tulungagung Samsul Huda yang menemui para pihak yang berselisih ini mengatakan dengan kesepakatan ini, semua kesepakatan atau tuntutan sebelumnya batal. Dan ini harus diterima kedua belah pihak. Seperti diketahui, sebelumnya selain menuntut PHK agara mendapatkan pesangon, para awak bus juga menuntut pemberian Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) yang tidak pernah diberikan perusahaan.   &amp;quot;Ini merupakan kesepakatan terakhir. Semua kesepakatan sebelumnya batal dengan adanya kesepakatan ini, &amp;quot;papar Samsul. SementaraÂ  Supriyono , salah seorang kondektur PO Sri Lestari mengakuÂ  cukup puas denga kesepakatan ini. SebabÂ pesangon lebih baik daripada nasib mereka yang terkatung-katung.   &amp;quot;Kita tentunya puas mas. Ini yang kita tunggu- tunggu, &amp;quot; ujarnya. Seperti diketahui hampir satu bulan lamanya awak bus PO Sri Lestari mogok kerja minta di PHK. Sebab sebagai karyawan mereka tidak pernah bisa kerjaÂ  karena hampir semua armada bus telah rusak. Dan perusahaan tidak ada niat untuk memperbaikinya.Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â  Â  Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â   Â   Â   Â   Â   Â   Â   Â   Â     </description><content:encoded>  TULUNGAGUNG - Sebanyak 131Â awak bus PO Sri Lestari jurusan Tulungagung-SurabayaÂ  dipecat dari pekerjaanya. Namun pemutusan hubungan kerja (PHK) ini dipastikan tidak akan membuat sedih paraÂ  buruh tarnsportasi yang terdiri dari sopir, kondektur dan kernet tersebut.Lho?   Sebab PHKÂ  sudah menjadi tuntutan buruh sejak awal. Yakni semenjakÂ  hampir seluruh armada dalam keadaan rusak dan tidak ada kepastian perbaikan. PHK massal ini disepakati buruh dan pihak perusahaan dihadapan DPRDÂ  Tulungagung. Ugeng, perwakilan dari PO Sri Lestari mengatakan, pihaknya akan memberikan kompensasi (pesangon) terhadap buruh yang di PHK.   Adapun besarnya bervariatif . &amp;quot;Untuk sopir Rp3,5 juta, kondektur Rp2 juta dan kernet Rp1,5 juta. Pesangon ini untuk karyawan yang masih aktif masuk meski kondisi kendaraan rusak, &amp;quot; ujarnya kepada wartawan, Jumat (4/1/2008).  Sedangkan karyawan yang tidak aktif, dihitung sejak Januari 2007, seorang sopir mendapat tali asih Rp 1 juta, kemudian kondektur Rp 900 ribu dan kernet Rp 800 ribu. Menurut Ugeng dengan adanya PHK ini jumlah karyawan yang tersisaÂ  di PO Sri Letari Tulungagung tinggal 46 orang. Dan PO Sri Lestari tetap akan beroperasi.Â  &amp;quot;Pesangon ini akan dicairkan mulai tanggal 7 Januari ini, &amp;quot;ujarnya. Anggota Komisi A DPRD Tulungagung Samsul Huda yang menemui para pihak yang berselisih ini mengatakan dengan kesepakatan ini, semua kesepakatan atau tuntutan sebelumnya batal. Dan ini harus diterima kedua belah pihak. Seperti diketahui, sebelumnya selain menuntut PHK agara mendapatkan pesangon, para awak bus juga menuntut pemberian Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) yang tidak pernah diberikan perusahaan.   &amp;quot;Ini merupakan kesepakatan terakhir. Semua kesepakatan sebelumnya batal dengan adanya kesepakatan ini, &amp;quot;papar Samsul. SementaraÂ  Supriyono , salah seorang kondektur PO Sri Lestari mengakuÂ  cukup puas denga kesepakatan ini. SebabÂ pesangon lebih baik daripada nasib mereka yang terkatung-katung.   &amp;quot;Kita tentunya puas mas. Ini yang kita tunggu- tunggu, &amp;quot; ujarnya. Seperti diketahui hampir satu bulan lamanya awak bus PO Sri Lestari mogok kerja minta di PHK. Sebab sebagai karyawan mereka tidak pernah bisa kerjaÂ  karena hampir semua armada bus telah rusak. Dan perusahaan tidak ada niat untuk memperbaikinya.Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â  Â  Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â   Â   Â   Â   Â   Â   Â   Â   Â     </content:encoded></item></channel></rss>
