<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketika Soeharto Muda Dijodohkan</title><description>Pak Harto dan Bu Tien! Asmara keduanya terbilang menarik. Mereka ternyata dipertemukan lewat jalan perjodohan. Saat itu Soeharto dituntut untuk segera menikah oleh orangtua angkatnya.  </description><link>https://news.okezone.com/read/2008/01/14/1/75087/ketika-soeharto-muda-dijodohkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2008/01/14/1/75087/ketika-soeharto-muda-dijodohkan"/><item><title>Ketika Soeharto Muda Dijodohkan</title><link>https://news.okezone.com/read/2008/01/14/1/75087/ketika-soeharto-muda-dijodohkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2008/01/14/1/75087/ketika-soeharto-muda-dijodohkan</guid><pubDate>Senin 14 Januari 2008 10:31 WIB</pubDate><dc:creator>Puslitbang Sindo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2008/01/14/1/75087/XgUD1PrFpx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Pak Harto &amp; Ibu Tien</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2008/01/14/1/75087/XgUD1PrFpx.jpg</image><title>Foto: Pak Harto &amp; Ibu Tien</title></images><description>PAK HARTO dan Bu Tien! Asmara keduanya terbilang menarik. Mereka ternyata dipertemukan lewat jalan perjodohan. Saat itu Soeharto dituntut untuk segera menikah oleh Prawirodihardjo, orangtua angkatnya. Usia Soeharto yang menginjak 26 tahun dirasa kedua orangtuanya sudah pantas untuk membina sebuah keluarga. Dengan itikad baik, keluarga Prawirodihardjo melamar Siti Hartinah anak dari RM Soemoharjomo dan R Aj Hatmanti. Pertemuan singkat itu kemudian berlanjut. Soeharto dan Siti Hartinah naik pelaminan pada 26 Desember 1947. Resepsi pernikahan hanya diterangi lilin dan lampu redup dengan sangat sederhana. Saat itu keadaan negara tengah genting. Tiga hari masa perkawinan, Soeharto mendapat tugas sehingga ia harus pindah dari Solo ke Yogyakarta. Kehidupan &amp;quot;nomaden&amp;quot; seperti itu terus dijalani pasangan pengantin baru itu dengan penuh keikhlasan. Pada tanggal 1 Mei 1951, keluarga Soeharto bertambah semarak setelah kehadiran anak kedua. Putra mereka itu diberi nama Sigit Harjojudanto. Berbeda dengan kelahiran anak pertama, kelahiran Sigit terjadi tidak dalam suasana darurat. Ibu Tien melahirkan di rumah bidan dan ditunggu suami tecinta. Kemudian pada tahun-tahun selanjutnya lahirlah Bambang Trihatmodjo, Siti Hediati, Hutomo Mandala Putra, dan Siti Hutami Endang Adiningsih. Hadirnya keenam buah hati itu pun semakin menambah semarak kehidupan rumah tangga Pak Harto dan Ibu Tien. </description><content:encoded>PAK HARTO dan Bu Tien! Asmara keduanya terbilang menarik. Mereka ternyata dipertemukan lewat jalan perjodohan. Saat itu Soeharto dituntut untuk segera menikah oleh Prawirodihardjo, orangtua angkatnya. Usia Soeharto yang menginjak 26 tahun dirasa kedua orangtuanya sudah pantas untuk membina sebuah keluarga. Dengan itikad baik, keluarga Prawirodihardjo melamar Siti Hartinah anak dari RM Soemoharjomo dan R Aj Hatmanti. Pertemuan singkat itu kemudian berlanjut. Soeharto dan Siti Hartinah naik pelaminan pada 26 Desember 1947. Resepsi pernikahan hanya diterangi lilin dan lampu redup dengan sangat sederhana. Saat itu keadaan negara tengah genting. Tiga hari masa perkawinan, Soeharto mendapat tugas sehingga ia harus pindah dari Solo ke Yogyakarta. Kehidupan &amp;quot;nomaden&amp;quot; seperti itu terus dijalani pasangan pengantin baru itu dengan penuh keikhlasan. Pada tanggal 1 Mei 1951, keluarga Soeharto bertambah semarak setelah kehadiran anak kedua. Putra mereka itu diberi nama Sigit Harjojudanto. Berbeda dengan kelahiran anak pertama, kelahiran Sigit terjadi tidak dalam suasana darurat. Ibu Tien melahirkan di rumah bidan dan ditunggu suami tecinta. Kemudian pada tahun-tahun selanjutnya lahirlah Bambang Trihatmodjo, Siti Hediati, Hutomo Mandala Putra, dan Siti Hutami Endang Adiningsih. Hadirnya keenam buah hati itu pun semakin menambah semarak kehidupan rumah tangga Pak Harto dan Ibu Tien. </content:encoded></item></channel></rss>
