<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pabrik Disita Bank, Ratusan Buruh di Sukoharjo Demo</title><description>Sebanyak 800 buruh PT Diana Sakti Surya Plastik, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, menggelar unjuk rasa mendatangi gedung DPRD Sukoharjo.  </description><link>https://news.okezone.com/read/2008/01/18/1/76308/pabrik-disita-bank-ratusan-buruh-di-sukoharjo-demo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2008/01/18/1/76308/pabrik-disita-bank-ratusan-buruh-di-sukoharjo-demo"/><item><title>Pabrik Disita Bank, Ratusan Buruh di Sukoharjo Demo</title><link>https://news.okezone.com/read/2008/01/18/1/76308/pabrik-disita-bank-ratusan-buruh-di-sukoharjo-demo</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2008/01/18/1/76308/pabrik-disita-bank-ratusan-buruh-di-sukoharjo-demo</guid><pubDate>Jum'at 18 Januari 2008 15:44 WIB</pubDate><dc:creator>Bramantyo</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>SUKOHARJO - Sebanyak 800 buruh PT Diana Sakti Surya Plastik, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, menggelar unjuk rasa mendatangi gedung DPRD Sukoharjo.  Kedatangan para buruh plastik ke rumah wakil rakyat ini, untuk meminta anggota Dewan menekan pihak perusahaanÂ  yang terancam kebangkrutan akibat pabrik disita bank.  Dengan pengawalan ketat pasukan Polres Sukoharjo, ratusan buruh yang datang menggunakan puluhan sepeda motor, truk terbuka, dan bus langsung mencoba masuk ke dalam gedung DPRD.  Namun, niat para buruh ini terhalang pagar betis pasukan Dalmas Polres Sukoharjo. Gagal masuk ke dalam gedung DPRD, para buruh langsung menggelar orasi.  &amp;quot;Apabila para wakil rakyat tak mendengarkan aspirasi kami, dan tak menanggapi aspirasi kami, kami akan mendirikan tenda di halaman gedung ini sampai tuntutan kami terpenuhi,&amp;quot; teriak salah satu pendemo disambut teriakan para pendemo lainnya, Jumat (18/1/2008).  Koordinator aksi Sulastri mengatakan, bagi para buruh PT Diana Sakti Surya Plastik, tak akan mempermasalahkan pabrik miliknya disita bank. Menurut Sulastri, yang terpenting bagi para buruh adalah kejelasan nasib dan status mereka. Pasalnya, hampir mayoritas buruh pabrik plastik belum menerima gaji dan THR Lebaran.  &amp;quot;Kami datang kemari untuk meminta anggota dewan turun tangan membantu nasib kami. Sawah ladang tempat kami bekerja, akan disita bank. Padahal kami sudah tiga bulan ini belum menerima gaji. Tak itu saja, kami belum menerima THR, terus gimana nasib anak-anak kami,&amp;quot; papar Sulastri.  Tak hanya itu saja, tunjangan kesehatan serta kejelasan karyawan kontrak hingga kini belum begitu jelas. &amp;quot;Kami meminta kepada pihak bank yang menyita pabrik kami, jangan keuntungan saja yang dikejar.Tapi nasib-nasib keluarga kami,&amp;quot; tambahnya.  Akhirnya, keinginan para buruh ini untuk bertemu langsung dengan anggota Dewan, terpenuhi. Beberapa perwakilan buruh diterima langsung Ketua DPRD Sukoharjo Wardoyo Wijaya.  Di hadapan para buruh, Ketua DPRD Sukoharjo dari Fraksi partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini, berjanji siap memfasilitasi semua tuntutan para buruh, baik kepada pihak manajemen pabrik, maupun kepada pihak bank yang menyita pabrik plastik tersebut.  </description><content:encoded>SUKOHARJO - Sebanyak 800 buruh PT Diana Sakti Surya Plastik, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, menggelar unjuk rasa mendatangi gedung DPRD Sukoharjo.  Kedatangan para buruh plastik ke rumah wakil rakyat ini, untuk meminta anggota Dewan menekan pihak perusahaanÂ  yang terancam kebangkrutan akibat pabrik disita bank.  Dengan pengawalan ketat pasukan Polres Sukoharjo, ratusan buruh yang datang menggunakan puluhan sepeda motor, truk terbuka, dan bus langsung mencoba masuk ke dalam gedung DPRD.  Namun, niat para buruh ini terhalang pagar betis pasukan Dalmas Polres Sukoharjo. Gagal masuk ke dalam gedung DPRD, para buruh langsung menggelar orasi.  &amp;quot;Apabila para wakil rakyat tak mendengarkan aspirasi kami, dan tak menanggapi aspirasi kami, kami akan mendirikan tenda di halaman gedung ini sampai tuntutan kami terpenuhi,&amp;quot; teriak salah satu pendemo disambut teriakan para pendemo lainnya, Jumat (18/1/2008).  Koordinator aksi Sulastri mengatakan, bagi para buruh PT Diana Sakti Surya Plastik, tak akan mempermasalahkan pabrik miliknya disita bank. Menurut Sulastri, yang terpenting bagi para buruh adalah kejelasan nasib dan status mereka. Pasalnya, hampir mayoritas buruh pabrik plastik belum menerima gaji dan THR Lebaran.  &amp;quot;Kami datang kemari untuk meminta anggota dewan turun tangan membantu nasib kami. Sawah ladang tempat kami bekerja, akan disita bank. Padahal kami sudah tiga bulan ini belum menerima gaji. Tak itu saja, kami belum menerima THR, terus gimana nasib anak-anak kami,&amp;quot; papar Sulastri.  Tak hanya itu saja, tunjangan kesehatan serta kejelasan karyawan kontrak hingga kini belum begitu jelas. &amp;quot;Kami meminta kepada pihak bank yang menyita pabrik kami, jangan keuntungan saja yang dikejar.Tapi nasib-nasib keluarga kami,&amp;quot; tambahnya.  Akhirnya, keinginan para buruh ini untuk bertemu langsung dengan anggota Dewan, terpenuhi. Beberapa perwakilan buruh diterima langsung Ketua DPRD Sukoharjo Wardoyo Wijaya.  Di hadapan para buruh, Ketua DPRD Sukoharjo dari Fraksi partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini, berjanji siap memfasilitasi semua tuntutan para buruh, baik kepada pihak manajemen pabrik, maupun kepada pihak bank yang menyita pabrik plastik tersebut.  </content:encoded></item></channel></rss>
