<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PPP dan PKB Rebut Simpati di Harlah NU</title><description>Perebutan pengaruh antara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mewarnai peringatan hari lahir (Harlah) ke-82 Nahdlatul Ulama (NU).  </description><link>https://news.okezone.com/read/2008/02/01/1/79938/ppp-dan-pkb-rebut-simpati-di-harlah-nu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2008/02/01/1/79938/ppp-dan-pkb-rebut-simpati-di-harlah-nu"/><item><title>PPP dan PKB Rebut Simpati di Harlah NU</title><link>https://news.okezone.com/read/2008/02/01/1/79938/ppp-dan-pkb-rebut-simpati-di-harlah-nu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2008/02/01/1/79938/ppp-dan-pkb-rebut-simpati-di-harlah-nu</guid><pubDate>Jum'at 01 Februari 2008 05:36 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Baidowi</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>JAKARTA - Perebutan pengaruh antara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mewarnai peringatan hari lahir (Harlah) ke-82 Nahdlatul Ulama (NU) yang puncak peringatannya akan digelar di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu 3 Februari mendatang.Â Adu pengaruh tersebut bisa dilihat di sejumlah ruas jalan di Jakarta berupa pemasangan spanduk berisi ucapan selamat Harlah bagi NU dengan menyertakan atribut partai masing-masing. Selain spanduk, rebutan pengaruh juga dilakukan melalui iklan di media massa di mana baik PKB maupun PPP sama-sama menyebut diri sebagai partai yang dilahirkan NU. Â Misalnya, PKB dalam salah satu koran edisi Kamis (31/1/2008) memasang iklan satu halaman penuh dengan gambar pendiri NU KH Hasyim Asyari. Pada iklan tersebut PKBÂ  menegaskan sebagai partai yang dilahirkan NU.Pada koran berbeda, PPP memasang iklan satu halaman penuh dengan gambar Ketua Umum PPP Suryadharma Ali yang di dalamnya terdapat tulisan ucapan terima kasih pada NU karena turut andil melahirkan partai itu melalui fusibersama Parmusi, PSII, dan Perti.Â Â  Â Sikap berebut simpati tersebut terjadi karena kedua partai itu memiliki basis massa sama-sama dari kalangan Nahdliyin, sebutan bagi warga ormas Islam terbesar di Indonesia tersebut.Â Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi ketika diminta komentarnya menyatakan tidak mempermasalahkan perilaku kedua partai tersebut.&amp;quot;Nggak masalah mereka ramai-ramai menarik simpati warga NU, tapi buktikan dulu amalnya pada NU, jangan hanya main klaim,&amp;quot; katanya. </description><content:encoded>JAKARTA - Perebutan pengaruh antara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mewarnai peringatan hari lahir (Harlah) ke-82 Nahdlatul Ulama (NU) yang puncak peringatannya akan digelar di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu 3 Februari mendatang.Â Adu pengaruh tersebut bisa dilihat di sejumlah ruas jalan di Jakarta berupa pemasangan spanduk berisi ucapan selamat Harlah bagi NU dengan menyertakan atribut partai masing-masing. Selain spanduk, rebutan pengaruh juga dilakukan melalui iklan di media massa di mana baik PKB maupun PPP sama-sama menyebut diri sebagai partai yang dilahirkan NU. Â Misalnya, PKB dalam salah satu koran edisi Kamis (31/1/2008) memasang iklan satu halaman penuh dengan gambar pendiri NU KH Hasyim Asyari. Pada iklan tersebut PKBÂ  menegaskan sebagai partai yang dilahirkan NU.Pada koran berbeda, PPP memasang iklan satu halaman penuh dengan gambar Ketua Umum PPP Suryadharma Ali yang di dalamnya terdapat tulisan ucapan terima kasih pada NU karena turut andil melahirkan partai itu melalui fusibersama Parmusi, PSII, dan Perti.Â Â  Â Sikap berebut simpati tersebut terjadi karena kedua partai itu memiliki basis massa sama-sama dari kalangan Nahdliyin, sebutan bagi warga ormas Islam terbesar di Indonesia tersebut.Â Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi ketika diminta komentarnya menyatakan tidak mempermasalahkan perilaku kedua partai tersebut.&amp;quot;Nggak masalah mereka ramai-ramai menarik simpati warga NU, tapi buktikan dulu amalnya pada NU, jangan hanya main klaim,&amp;quot; katanya. </content:encoded></item></channel></rss>
