<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gizi Buruk, 13 Tahun Berat Badan Hanya 6 Kg</title><description>Kondisi kesehatan Febrianto (13), warga Desa Pagerwesi Kecamatan Trucuk, Bojonegoro sangat memprihatinkan. Selama sepuluh tahun, ia mengalami gangguan pertumbuhan.  </description><link>https://news.okezone.com/read/2008/02/12/1/83028/gizi-buruk-13-tahun-berat-badan-hanya-6-kg</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2008/02/12/1/83028/gizi-buruk-13-tahun-berat-badan-hanya-6-kg"/><item><title>Gizi Buruk, 13 Tahun Berat Badan Hanya 6 Kg</title><link>https://news.okezone.com/read/2008/02/12/1/83028/gizi-buruk-13-tahun-berat-badan-hanya-6-kg</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2008/02/12/1/83028/gizi-buruk-13-tahun-berat-badan-hanya-6-kg</guid><pubDate>Selasa 12 Februari 2008 20:14 WIB</pubDate><dc:creator>Nanang Fahrudin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2008/02/12/1/83028/4N4JmKYgqa.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2008/02/12/1/83028/4N4JmKYgqa.jpg</image><title></title></images><description>BOJONEGORO-Kondisi kesehatan Febrianto (13), warga Desa Pagerwesi Kecamatan Trucuk, Bojonegoro sangat memprihatinkan. Selama sepuluh tahun, ia mengalami gangguan pertumbuhan. Akibatnya di usianya yang menginjak usia 13 tahun, Febrianto hanya mempunyai berat badan 6 kg.Jika dalam kondisi normal, Febrianto mungkin sudah berada di bangku kelas 2 Sekolah Menengah Pertama (SMP). Tapi, saat ini ia hanya berada di kamar atau digendong orangtuanya. Karena, saat ini ia nyaris tidak mempunyai daging, sehingga yang melekat di tubuhnya hanya tulang dan kulit saja. Putra pertama anak pasangan suami istri Pardi dan Karsiti ini mengalami gangguan pertumbuhan saat menginjak usia 3 tahun. Menurut Padri, saat lahir ia tumbuh normal. Tapi sejak usia 3 tahun, berat badannya turun hingga kini hanya 6 kg, padahal anak normal seusianya kurang lebih 35-40 kg. &amp;quot;Sehari-hari ya hanya bisa digendong,&amp;quot; terangnya, Selasa (12/2/2008).Pardi sendiri hingga saat ini tidak tahu penyebab kondisi anaknya yang memprihatinkan tersebut. Pria yang sehari-hari hanya bekerja sebegai buruh tani ini hanya menuturkan pernah sekali membawa anaknya ke rumah sakit umum daerah (RSUD), tapi disuruh membawa balik. &amp;quot;Sejak saat itu, kami tidak mampu lagi membeli obat. Kami berharap mendapatkan bantuan pemerintah untuk kesembuhan anak kami,&amp;quot; katanya.Febrianto sendiri kini hidup bersama orangtuanya dan adiknya yang bernama Doni (7), yang tumbuh normal. Sementara Febri, panggilan akrabnya hampir tidak pernah tidur. Meski dalam keadaan sakit, Febrianto tidak mendapatkan perawatan memadai, melainkan hanya tidur beralas tikar. &amp;quot;Listrik juga tidak ada karena tidak mampu membayar,&amp;quot; terang Pardi.Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Anik Suhariyani mengatakan pihaknya belum mengecek ke puskesmas terdekat apakah pasien pernah dirawat di puskesmas terdekat. Karena, melihat gejala yang dialami Febrianto, Anik menuturkan penderita mengalami gangguan syaraf otak. &amp;quot;Jadi penderita semacam ini akan terus kejang-kejang,&amp;quot; katanya.Penyakit itu, lanjut dia akan mengakibatkan asupan gizinya berkurang. Sehingga, berat badannya sangat turun drastic. Menurut dia, sangat sulit memulihkan kondisi seperti semula. Hanya, penderita bisa dikurangi penyakitnya dengan cara terapi agar semua anggota badannya berfungsi. &amp;quot;Kami berharap dia dibawa ke puskesmas, dan ditanggung gratis,&amp;quot; terangnya.Sementara itu secara terpisah, Camat Trucuk Muji Wiyanto mengaku akan mengusahakan membantu perawatan warganya tersebut. Jika memang memerlukan untuk dirawat di RSUD, ia siap membantu mengusahakan gratis. Apalagi, sesuai program pemerintah ada penanganan khusus. &amp;quot;Kami akan koordinasikan dengan RSUD,&amp;quot; tegasnya.    </description><content:encoded>BOJONEGORO-Kondisi kesehatan Febrianto (13), warga Desa Pagerwesi Kecamatan Trucuk, Bojonegoro sangat memprihatinkan. Selama sepuluh tahun, ia mengalami gangguan pertumbuhan. Akibatnya di usianya yang menginjak usia 13 tahun, Febrianto hanya mempunyai berat badan 6 kg.Jika dalam kondisi normal, Febrianto mungkin sudah berada di bangku kelas 2 Sekolah Menengah Pertama (SMP). Tapi, saat ini ia hanya berada di kamar atau digendong orangtuanya. Karena, saat ini ia nyaris tidak mempunyai daging, sehingga yang melekat di tubuhnya hanya tulang dan kulit saja. Putra pertama anak pasangan suami istri Pardi dan Karsiti ini mengalami gangguan pertumbuhan saat menginjak usia 3 tahun. Menurut Padri, saat lahir ia tumbuh normal. Tapi sejak usia 3 tahun, berat badannya turun hingga kini hanya 6 kg, padahal anak normal seusianya kurang lebih 35-40 kg. &amp;quot;Sehari-hari ya hanya bisa digendong,&amp;quot; terangnya, Selasa (12/2/2008).Pardi sendiri hingga saat ini tidak tahu penyebab kondisi anaknya yang memprihatinkan tersebut. Pria yang sehari-hari hanya bekerja sebegai buruh tani ini hanya menuturkan pernah sekali membawa anaknya ke rumah sakit umum daerah (RSUD), tapi disuruh membawa balik. &amp;quot;Sejak saat itu, kami tidak mampu lagi membeli obat. Kami berharap mendapatkan bantuan pemerintah untuk kesembuhan anak kami,&amp;quot; katanya.Febrianto sendiri kini hidup bersama orangtuanya dan adiknya yang bernama Doni (7), yang tumbuh normal. Sementara Febri, panggilan akrabnya hampir tidak pernah tidur. Meski dalam keadaan sakit, Febrianto tidak mendapatkan perawatan memadai, melainkan hanya tidur beralas tikar. &amp;quot;Listrik juga tidak ada karena tidak mampu membayar,&amp;quot; terang Pardi.Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Anik Suhariyani mengatakan pihaknya belum mengecek ke puskesmas terdekat apakah pasien pernah dirawat di puskesmas terdekat. Karena, melihat gejala yang dialami Febrianto, Anik menuturkan penderita mengalami gangguan syaraf otak. &amp;quot;Jadi penderita semacam ini akan terus kejang-kejang,&amp;quot; katanya.Penyakit itu, lanjut dia akan mengakibatkan asupan gizinya berkurang. Sehingga, berat badannya sangat turun drastic. Menurut dia, sangat sulit memulihkan kondisi seperti semula. Hanya, penderita bisa dikurangi penyakitnya dengan cara terapi agar semua anggota badannya berfungsi. &amp;quot;Kami berharap dia dibawa ke puskesmas, dan ditanggung gratis,&amp;quot; terangnya.Sementara itu secara terpisah, Camat Trucuk Muji Wiyanto mengaku akan mengusahakan membantu perawatan warganya tersebut. Jika memang memerlukan untuk dirawat di RSUD, ia siap membantu mengusahakan gratis. Apalagi, sesuai program pemerintah ada penanganan khusus. &amp;quot;Kami akan koordinasikan dengan RSUD,&amp;quot; tegasnya.    </content:encoded></item></channel></rss>
