<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bupati Bantul Persilakan Jajarannya Diperiksa</title><description>Bupati Bantul, Idham Samawi mempersilahkan jajarannya diperiksa seputar kasus pengrusakan Kantor Lembaga Ombudman Swasta DIY, Jalan Tentara Zeni Pelajar IB Pingit Kidul, Yogyakarta beberapa hari lalu.  </description><link>https://news.okezone.com/read/2008/02/13/1/83282/bupati-bantul-persilakan-jajarannya-diperiksa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2008/02/13/1/83282/bupati-bantul-persilakan-jajarannya-diperiksa"/><item><title>Bupati Bantul Persilakan Jajarannya Diperiksa</title><link>https://news.okezone.com/read/2008/02/13/1/83282/bupati-bantul-persilakan-jajarannya-diperiksa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2008/02/13/1/83282/bupati-bantul-persilakan-jajarannya-diperiksa</guid><pubDate>Rabu 13 Februari 2008 17:24 WIB</pubDate><dc:creator>Satria Nugraha</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>BANTUL - Bupati Bantul, Idham Samawi mempersilahkan jajarannya diperiksa seputar kasus pengrusakan Kantor Lembaga Ombudman Swasta (LOS) DIY, Jalan Tentara Zeni Pelajar IB Pingit Kidul, Yogyakarta beberapa hari lalu.Ditemui di Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Kasihan, Bantul, Idham mengatakan bahwa sudah menjadi kewajiban setiap warga negara untuk memberikan keterangan jika diminta aparat penegak hukum. Idham mengaku, paguyuban dukuh se-Bantul yang terlibat dalam aksi demo di Kantor LOS juga sangat kooperatif.&amp;quot;Kaitannya diperiksa, itu hukumnya wajib bagi setiap warga negara. Baik itu tertulis maupun lisan. Bahkan tadi ketua paguyuban dukuh namanya Pak Sulis sudah menyampaikan ke saya, siap memberikan kesaksian,&amp;quot; jelas Idham seusai peluncuran produk hidrofuel atau bahan bakar berbahan dasar air BanyugeniTM di kampus UMY, Rabu (13/2/2008).Menurut Idham, paguyuban dukuh siap memenuhi panggilan polisi jika diminta. &amp;quot;Tadi saya audensi dengan para dukuh. Mereka bilang, sesudah diwarning Pak Bupati, apa lebih baik para dukuh datang aja ke Polda daripada menunggu dipanggil. Saya bilang tidak etis juga, lebih baik nanti tunggu panggilan,&amp;quot; ungkap Idham.Menurut Idham, hal tersebut merupakan sikap koopertatif para dukuh untuk memenuhi tanggungjawab. &amp;quot;Kalau perlu tidak usah dipanggil mau datang. Dan itu bukan inisiatif saya. Mereka tadi katakana itu saat konsultasi dengan saya. Tapi saya jawab sebaiknya jangan, sebab itu bagian dari arogan nanti kesannya bagaimana,&amp;quot; papar Idham.Terkait lanjutan hasil penelitian LOS DIY untuk dana rekonstruksi yang dikucurkan Java Reconstruction Fund (JRF), Idham berujar.&amp;quot;Secara luas saya sudah menyampaikan tentang apa-apa. Dan kami sudah melakukan komunikasi (dengan berbagai pihak) untuk memperbaiki dan sebagainya. Saya kira kita sudah cukup lengkap kami memberikan penjelasan,&amp;quot; tutur Idham. Disinggung soal hadirnya Assekda Bidang Pemerintahan Bantul dan Kasat Pol PP ke Kantor LOS saat aksi demo waktu itu, Idham mengaku memang memerintahkan keduanya. &amp;quot;Saya perintahkan tertulis. Untuk apa, melakukan pemantauan dan pengamanan agar tidak terjadi anarkis,&amp;quot; terangnya.Bahkan, kata Idham, Kasat Pol PP Bantul Kandiawan justru menyelamatkan Ketua LOS DIY Budi Wahyuni saat aksi pelemparan. &amp;quot;Lha jadi korban itu. Kalian lihat, Pak Kandiawan bagian sininya (sambil menunjuk pinggang, red) robek. Kena lemparan itu. Dengan kata lain apa, dia sedang mencoba melindungi Bu Budi Wahyuni Ketua LOS, itu tadi untuk mengamankan,&amp;quot; kata Idham.Awalnya, kata Idham, ada surat dari Ketua Apdesi ditujukan kepada Kapolda yang tembusannya kepada bupati Bantul. &amp;quot;Nah, surat itu saya disposisi ke Asisten Bidang Pemerintahan dan Kasat Pol PP. Dan itu memang sudah tupoksinya melakukan pemantauan dan pengamanan jangan sampai terjadi tindakan apa-apa,&amp;quot; terangnya.Terkait pencabutan survey LOS DIY, Idham berharap persoalannya sudah kelar. &amp;quot;Karena LOS sudah mencabut hasil penelitiannya, saya kira tidak perlu ada yang ditanggapi lagi. Besok Pemkab akan ketemu dengan Mr Soraya (dari Bank Dunia pemegang otoritas dengan dana JRF) setelah bertemu Gubernur. Saya memang belum bicara langsung dengan pihak Bank Dunia, saya baru diberitahu pekan lalu, rencananya hari ini tapi ditunda besok,&amp;quot; jelasnya.  </description><content:encoded>BANTUL - Bupati Bantul, Idham Samawi mempersilahkan jajarannya diperiksa seputar kasus pengrusakan Kantor Lembaga Ombudman Swasta (LOS) DIY, Jalan Tentara Zeni Pelajar IB Pingit Kidul, Yogyakarta beberapa hari lalu.Ditemui di Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Kasihan, Bantul, Idham mengatakan bahwa sudah menjadi kewajiban setiap warga negara untuk memberikan keterangan jika diminta aparat penegak hukum. Idham mengaku, paguyuban dukuh se-Bantul yang terlibat dalam aksi demo di Kantor LOS juga sangat kooperatif.&amp;quot;Kaitannya diperiksa, itu hukumnya wajib bagi setiap warga negara. Baik itu tertulis maupun lisan. Bahkan tadi ketua paguyuban dukuh namanya Pak Sulis sudah menyampaikan ke saya, siap memberikan kesaksian,&amp;quot; jelas Idham seusai peluncuran produk hidrofuel atau bahan bakar berbahan dasar air BanyugeniTM di kampus UMY, Rabu (13/2/2008).Menurut Idham, paguyuban dukuh siap memenuhi panggilan polisi jika diminta. &amp;quot;Tadi saya audensi dengan para dukuh. Mereka bilang, sesudah diwarning Pak Bupati, apa lebih baik para dukuh datang aja ke Polda daripada menunggu dipanggil. Saya bilang tidak etis juga, lebih baik nanti tunggu panggilan,&amp;quot; ungkap Idham.Menurut Idham, hal tersebut merupakan sikap koopertatif para dukuh untuk memenuhi tanggungjawab. &amp;quot;Kalau perlu tidak usah dipanggil mau datang. Dan itu bukan inisiatif saya. Mereka tadi katakana itu saat konsultasi dengan saya. Tapi saya jawab sebaiknya jangan, sebab itu bagian dari arogan nanti kesannya bagaimana,&amp;quot; papar Idham.Terkait lanjutan hasil penelitian LOS DIY untuk dana rekonstruksi yang dikucurkan Java Reconstruction Fund (JRF), Idham berujar.&amp;quot;Secara luas saya sudah menyampaikan tentang apa-apa. Dan kami sudah melakukan komunikasi (dengan berbagai pihak) untuk memperbaiki dan sebagainya. Saya kira kita sudah cukup lengkap kami memberikan penjelasan,&amp;quot; tutur Idham. Disinggung soal hadirnya Assekda Bidang Pemerintahan Bantul dan Kasat Pol PP ke Kantor LOS saat aksi demo waktu itu, Idham mengaku memang memerintahkan keduanya. &amp;quot;Saya perintahkan tertulis. Untuk apa, melakukan pemantauan dan pengamanan agar tidak terjadi anarkis,&amp;quot; terangnya.Bahkan, kata Idham, Kasat Pol PP Bantul Kandiawan justru menyelamatkan Ketua LOS DIY Budi Wahyuni saat aksi pelemparan. &amp;quot;Lha jadi korban itu. Kalian lihat, Pak Kandiawan bagian sininya (sambil menunjuk pinggang, red) robek. Kena lemparan itu. Dengan kata lain apa, dia sedang mencoba melindungi Bu Budi Wahyuni Ketua LOS, itu tadi untuk mengamankan,&amp;quot; kata Idham.Awalnya, kata Idham, ada surat dari Ketua Apdesi ditujukan kepada Kapolda yang tembusannya kepada bupati Bantul. &amp;quot;Nah, surat itu saya disposisi ke Asisten Bidang Pemerintahan dan Kasat Pol PP. Dan itu memang sudah tupoksinya melakukan pemantauan dan pengamanan jangan sampai terjadi tindakan apa-apa,&amp;quot; terangnya.Terkait pencabutan survey LOS DIY, Idham berharap persoalannya sudah kelar. &amp;quot;Karena LOS sudah mencabut hasil penelitiannya, saya kira tidak perlu ada yang ditanggapi lagi. Besok Pemkab akan ketemu dengan Mr Soraya (dari Bank Dunia pemegang otoritas dengan dana JRF) setelah bertemu Gubernur. Saya memang belum bicara langsung dengan pihak Bank Dunia, saya baru diberitahu pekan lalu, rencananya hari ini tapi ditunda besok,&amp;quot; jelasnya.  </content:encoded></item></channel></rss>
