<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sultan Gamang Soal Perusakan Kantor Ombudsman</title><description>Gubernur DIY Sri Sultan HB X nampak tidak tegas dan gamang dalam penyelesaian kasus perusakan kantor Lembaga Ombudsman Swasta (LOS) DIY  </description><link>https://news.okezone.com/read/2008/02/13/1/83288/sultan-gamang-soal-perusakan-kantor-ombudsman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2008/02/13/1/83288/sultan-gamang-soal-perusakan-kantor-ombudsman"/><item><title>Sultan Gamang Soal Perusakan Kantor Ombudsman</title><link>https://news.okezone.com/read/2008/02/13/1/83288/sultan-gamang-soal-perusakan-kantor-ombudsman</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2008/02/13/1/83288/sultan-gamang-soal-perusakan-kantor-ombudsman</guid><pubDate>Rabu 13 Februari 2008 17:30 WIB</pubDate><dc:creator>Satria Nugraha</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>YOGYAKARTA - Gubernur DIY Sri Sultan HB X nampak tidak tegas dan gamang dalam penyelesaian kasus perusakan kantor Lembaga Ombudsman Swasta (LOS) DIY, oleh ribuan warga korban gempa Bantul Senin lalu.Sejak kemarin hingga hari ini ketika pulang dari kantornya di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Sri Sultan selalu tidak tegas dalam menjawab setiap pertanyaan dari wartawan. Termasuk apakah kasus perusakan kantor LOS sebaiknya diselesaikan dengan jalan damai ataukah melalui proses hukum.&amp;quot;Wah gak tahu saya. Lha pelakunya... Ya tanya LOS saja. Soalnya besok saya baru akan bertemu dengan LOS dan JRF,&amp;quot; kata Sultan, Rabu (12/2/2008).Bahkan ketika ditanya mengenai permintaan maaf dari Bupati bantul Idham Samawi, Sri Sultan pun menjawab singkat bahwa hal itu wajar sebagai bentuk pertanggungjawaban pemerintah daerah atas rusaknya aset negara.&amp;quot;Ya wajar lah. Tapi surat permintaan maaf tersebut belum saya baca. Mungkin hari ini baru dikirim,&amp;quot; katanya.Tidak sampai di situ saja. Ketika ditanya wartawan mengenai surat yang dikirim pihak JRF ke Pemprov DIY pun Sri Sultan enggan memberikan jawaban dengan alasan ditakutkan justru akan menambah resah masyarakat Bantul dan membuat situasi kurang kondusif.&amp;quot;Tak usah saya bacakan isinya. Besok saya kan juga ketemu JRF,&amp;quot; tutup Sultan sambil masuk ke dalam mobilnya.Seperti diketahui, Senin 11 Februari lalu ribuan warga Bantul merusak kantor LOS DIY terkait hasil penelitiannya yang menyatakan 40% bantuan JRF tidak tepat sasaran bagi warga korban gempa di Bantul.Warga takut dengan hasil penelitian yang dinilai kurang valid itu akan menghambat proses pencairan dana bantuan JRF tahap berikutnya.  </description><content:encoded>YOGYAKARTA - Gubernur DIY Sri Sultan HB X nampak tidak tegas dan gamang dalam penyelesaian kasus perusakan kantor Lembaga Ombudsman Swasta (LOS) DIY, oleh ribuan warga korban gempa Bantul Senin lalu.Sejak kemarin hingga hari ini ketika pulang dari kantornya di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Sri Sultan selalu tidak tegas dalam menjawab setiap pertanyaan dari wartawan. Termasuk apakah kasus perusakan kantor LOS sebaiknya diselesaikan dengan jalan damai ataukah melalui proses hukum.&amp;quot;Wah gak tahu saya. Lha pelakunya... Ya tanya LOS saja. Soalnya besok saya baru akan bertemu dengan LOS dan JRF,&amp;quot; kata Sultan, Rabu (12/2/2008).Bahkan ketika ditanya mengenai permintaan maaf dari Bupati bantul Idham Samawi, Sri Sultan pun menjawab singkat bahwa hal itu wajar sebagai bentuk pertanggungjawaban pemerintah daerah atas rusaknya aset negara.&amp;quot;Ya wajar lah. Tapi surat permintaan maaf tersebut belum saya baca. Mungkin hari ini baru dikirim,&amp;quot; katanya.Tidak sampai di situ saja. Ketika ditanya wartawan mengenai surat yang dikirim pihak JRF ke Pemprov DIY pun Sri Sultan enggan memberikan jawaban dengan alasan ditakutkan justru akan menambah resah masyarakat Bantul dan membuat situasi kurang kondusif.&amp;quot;Tak usah saya bacakan isinya. Besok saya kan juga ketemu JRF,&amp;quot; tutup Sultan sambil masuk ke dalam mobilnya.Seperti diketahui, Senin 11 Februari lalu ribuan warga Bantul merusak kantor LOS DIY terkait hasil penelitiannya yang menyatakan 40% bantuan JRF tidak tepat sasaran bagi warga korban gempa di Bantul.Warga takut dengan hasil penelitian yang dinilai kurang valid itu akan menghambat proses pencairan dana bantuan JRF tahap berikutnya.  </content:encoded></item></channel></rss>
