<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Temuan Candi Lereng Merapi Ditindaklanjuti</title><description>Penemuan bebatuan berbentuk candi di Dusun Gendelan, Magelang, terus ditindaklanjuti. Warga setempat terus melakukan penggalian di lahan tempat penemuan candi.  </description><link>https://news.okezone.com/read/2008/02/14/1/83661/temuan-candi-lereng-merapi-ditindaklanjuti</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2008/02/14/1/83661/temuan-candi-lereng-merapi-ditindaklanjuti"/><item><title>Temuan Candi Lereng Merapi Ditindaklanjuti</title><link>https://news.okezone.com/read/2008/02/14/1/83661/temuan-candi-lereng-merapi-ditindaklanjuti</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2008/02/14/1/83661/temuan-candi-lereng-merapi-ditindaklanjuti</guid><pubDate>Kamis 14 Februari 2008 19:15 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Slamet</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>MAGELANG - Penemuan bebatuan berbentuk candi di Dusun Gendelan, Desa Krinjing, Kecamatan Dukun, Magelang, terus ditindaklanjuti. Warga setempat terus melakukan penggalian di lahan milik Sujito, warga setempat, yang merupakan tempat penemuan tersebut.&amp;quot;Kita terus perdalam galian. Sebab, kita belum temukan secara utuh bentuk bangunan tersebut,&amp;quot; terang Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab Magelang Wibowo Setyo Utomo di kantornya, Kamis (14/2/2008).Wibowo menyebutkan, temuan ini sudah dilaporkan kepada Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jateng. Bahkan, pegawai BP3 beberapa hari lalu sudah meninjau lokasi penemuan.&amp;quot;Namun, belum ada tindak lanjut dari mereka. Mungkin mereka masih fokus pada kematian salah satu pegawainya (Lambang Babar Purnomo),&amp;quot; katanya.Kata Bowo, BP3 sudah menginstruksikan pengamanan temuan tersebut, lantaran dikhawatirkan dimabil oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Namun, lanjut Wibowo, bebatuan tersebut belum bisa dilihat secara utuh, sehingga tidak bisa dilakukan pengangkatan, untuk diamankan.&amp;quot;Jadi batu tersebut masih di lokasi penemuan,&amp;quot; ujarnya.Wibowo mengaku belum bisa menyimpulkan temuan tersebut, apakah berupa candi atau bangunan lainnya. Namun, dia mengatakan, temuan tersebut bukan berupa yoni, atau patung yang langsung bisa diangkat dari dalam tanah.&amp;quot;Instruksi dari BP3, jika bisa diangkat, ya disuruh mengamankan ke tampat yang aman. Namun, jika tidak bisa diangkat, kita tinggal di lokasi,&amp;quot; jelasnya.Wibowo memperkirakan, bebatuan yang ditemukan di lereng Merapi tersebut ukurannya relatif besar. Atas dasar itu, pihaknya meminta bantuan aparat desa setempat untuk ikut mengamankannya.&amp;quot;Kita juga yakin, warga sekitar bisa mengamankan. Karena di lingkungan sekitar juga pernah kita temukan candi Aso, yang sampai sekarang tetap dijaga warga,&amp;quot; katanya.Kadus Gendelan Tokojrat mengatakan, selama ini warganya terus melakukan penggalian. Warga, juga turut menjaga penemuan tersebut.&amp;quot;Sejak ditemukan, lokasi penemuan mirip lokasi wisata. Kita berharap, jika benar nantinya ada candi di kawasan ini bisa menjadi kawasan wisata yang sebenarnya,&amp;quot; imbuhnya.  </description><content:encoded>MAGELANG - Penemuan bebatuan berbentuk candi di Dusun Gendelan, Desa Krinjing, Kecamatan Dukun, Magelang, terus ditindaklanjuti. Warga setempat terus melakukan penggalian di lahan milik Sujito, warga setempat, yang merupakan tempat penemuan tersebut.&amp;quot;Kita terus perdalam galian. Sebab, kita belum temukan secara utuh bentuk bangunan tersebut,&amp;quot; terang Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab Magelang Wibowo Setyo Utomo di kantornya, Kamis (14/2/2008).Wibowo menyebutkan, temuan ini sudah dilaporkan kepada Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jateng. Bahkan, pegawai BP3 beberapa hari lalu sudah meninjau lokasi penemuan.&amp;quot;Namun, belum ada tindak lanjut dari mereka. Mungkin mereka masih fokus pada kematian salah satu pegawainya (Lambang Babar Purnomo),&amp;quot; katanya.Kata Bowo, BP3 sudah menginstruksikan pengamanan temuan tersebut, lantaran dikhawatirkan dimabil oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Namun, lanjut Wibowo, bebatuan tersebut belum bisa dilihat secara utuh, sehingga tidak bisa dilakukan pengangkatan, untuk diamankan.&amp;quot;Jadi batu tersebut masih di lokasi penemuan,&amp;quot; ujarnya.Wibowo mengaku belum bisa menyimpulkan temuan tersebut, apakah berupa candi atau bangunan lainnya. Namun, dia mengatakan, temuan tersebut bukan berupa yoni, atau patung yang langsung bisa diangkat dari dalam tanah.&amp;quot;Instruksi dari BP3, jika bisa diangkat, ya disuruh mengamankan ke tampat yang aman. Namun, jika tidak bisa diangkat, kita tinggal di lokasi,&amp;quot; jelasnya.Wibowo memperkirakan, bebatuan yang ditemukan di lereng Merapi tersebut ukurannya relatif besar. Atas dasar itu, pihaknya meminta bantuan aparat desa setempat untuk ikut mengamankannya.&amp;quot;Kita juga yakin, warga sekitar bisa mengamankan. Karena di lingkungan sekitar juga pernah kita temukan candi Aso, yang sampai sekarang tetap dijaga warga,&amp;quot; katanya.Kadus Gendelan Tokojrat mengatakan, selama ini warganya terus melakukan penggalian. Warga, juga turut menjaga penemuan tersebut.&amp;quot;Sejak ditemukan, lokasi penemuan mirip lokasi wisata. Kita berharap, jika benar nantinya ada candi di kawasan ini bisa menjadi kawasan wisata yang sebenarnya,&amp;quot; imbuhnya.  </content:encoded></item></channel></rss>
