<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ratusan Siswa SMK PIRI Yogya Rusak Sekolah</title><description>Ratusan siswa dan siswi SMK PIRI Yogyakarta di Jalan Kemuning nomor 14 Baciro, Kodya Yogyakarta melakukan pengrusakan gedung sekolah. Peristiwa ini berlangsung setelah ratusan siswa sekolah tersebut menggelar upacara di Mandala Krida.  </description><link>https://news.okezone.com/read/2008/02/18/1/84446/ratusan-siswa-smk-piri-yogya-rusak-sekolah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2008/02/18/1/84446/ratusan-siswa-smk-piri-yogya-rusak-sekolah"/><item><title>Ratusan Siswa SMK PIRI Yogya Rusak Sekolah</title><link>https://news.okezone.com/read/2008/02/18/1/84446/ratusan-siswa-smk-piri-yogya-rusak-sekolah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2008/02/18/1/84446/ratusan-siswa-smk-piri-yogya-rusak-sekolah</guid><pubDate>Senin 18 Februari 2008 11:53 WIB</pubDate><dc:creator>Ainun Nadjib</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>YOGYAKARTA-Ratusan siswa dan siswi SMK PIRI Yogyakarta di Jalan Kemuning nomor 14 Baciro, Kodya Yogyakarta melakukan pengrusakan gedung sekolah. Peristiwa ini berlangsung setelah ratusan siswa sekolah tersebut menggelar upacara di Mandala Krida.Awalnya, kegiatan sekolah tersebut berlangsung normal. Seperti biasa, setiap Senin pagi, kegiatan diawali dengan upacara di Lapangan Mandala Krida. Namun, usai upacara, ratusan siswa tidak langsung masuk kelas, mereka menggelar demo.Ratusan siswa ini menuntut Kepala Sekolah PIRI I, Â Tini Tedjowati untuk mengundurkan diri. Alasan para siswa, kebijakannya dinilai terlalu ketat dan banyak memberhentikan guru-guru di sekolah tersebut.Awalnya, unjukrasa ini berlangsung damai. Namun, entah siapa yang memulai, ratusan siswa tersebut melempari kaca-kaca Â dari jalan raya. Siswa juga sempat membakar ban bekas. Menurut Satpam SMK PIRI Â bernama Waluyo, pihak sekolah tidak tahu kalau akan ada unjukrasa. &amp;quot;Kok tiba-tiba siswa melempari sekolah,&amp;quot; katanya.Sampai saat ini pihak yayasan dan guru serta kepala sekolah sedang rapat.Kapolsek Gondokusuman AKP Dodo Indro Kusumo membenarkan adanya aksi tersebut dengan tuntutan meminta kepala sekolah mundur. Â Dodo mengaku saat dihubungi, pengrusakan sudah berlangsung.Â  Saat ini, pihaknya telah mengamankan dua orang siswa untuk dimintai keterangan. Sementara, seluruh siswa-siswi diliburkan.    </description><content:encoded>YOGYAKARTA-Ratusan siswa dan siswi SMK PIRI Yogyakarta di Jalan Kemuning nomor 14 Baciro, Kodya Yogyakarta melakukan pengrusakan gedung sekolah. Peristiwa ini berlangsung setelah ratusan siswa sekolah tersebut menggelar upacara di Mandala Krida.Awalnya, kegiatan sekolah tersebut berlangsung normal. Seperti biasa, setiap Senin pagi, kegiatan diawali dengan upacara di Lapangan Mandala Krida. Namun, usai upacara, ratusan siswa tidak langsung masuk kelas, mereka menggelar demo.Ratusan siswa ini menuntut Kepala Sekolah PIRI I, Â Tini Tedjowati untuk mengundurkan diri. Alasan para siswa, kebijakannya dinilai terlalu ketat dan banyak memberhentikan guru-guru di sekolah tersebut.Awalnya, unjukrasa ini berlangsung damai. Namun, entah siapa yang memulai, ratusan siswa tersebut melempari kaca-kaca Â dari jalan raya. Siswa juga sempat membakar ban bekas. Menurut Satpam SMK PIRI Â bernama Waluyo, pihak sekolah tidak tahu kalau akan ada unjukrasa. &amp;quot;Kok tiba-tiba siswa melempari sekolah,&amp;quot; katanya.Sampai saat ini pihak yayasan dan guru serta kepala sekolah sedang rapat.Kapolsek Gondokusuman AKP Dodo Indro Kusumo membenarkan adanya aksi tersebut dengan tuntutan meminta kepala sekolah mundur. Â Dodo mengaku saat dihubungi, pengrusakan sudah berlangsung.Â  Saat ini, pihaknya telah mengamankan dua orang siswa untuk dimintai keterangan. Sementara, seluruh siswa-siswi diliburkan.    </content:encoded></item></channel></rss>
