<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>SBY Bantu Komnas Perempuan Tinjau Perda Diskriminatif</title><description>Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) siap mempertemukan Komnas Perempuan dengan Dapdagri untuk mereview Perda-Perda yang diskriminatif terhadap perempuan.  </description><link>https://news.okezone.com/read/2008/02/20/1/85304/sby-bantu-komnas-perempuan-tinjau-perda-diskriminatif</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2008/02/20/1/85304/sby-bantu-komnas-perempuan-tinjau-perda-diskriminatif"/><item><title>SBY Bantu Komnas Perempuan Tinjau Perda Diskriminatif</title><link>https://news.okezone.com/read/2008/02/20/1/85304/sby-bantu-komnas-perempuan-tinjau-perda-diskriminatif</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2008/02/20/1/85304/sby-bantu-komnas-perempuan-tinjau-perda-diskriminatif</guid><pubDate>Rabu 20 Februari 2008 18:14 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>  JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) siap mempertemukan Komnas Perempuan dengan Dapdagri untuk mereview Perda-Perda yang diskriminatif terhadap perempuan.    &amp;quot;Mengenai persoalan kebijakan daerah yang diskriminasi terhadap perempuan, presiden menanggapi bahwa negara kita adalah negara in the making dan diskriminasi muncul akibat dari proses ini,&amp;quot; ungkap Ketua Komnas Perempuan Kemala Candra Kirana usai bertemu Presiden SBY di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (20/2/2008).    Kemala mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut Komnas HAM melaporkan 5 hal. Pertama, kekerasan perempuan dalam kontak bersenjata. Kedua, konsitusi atau kebijakan daerah yang diskriminatif.     Ketiga penanganan TKI. Keempat hak perempuan korban kekerasan, dan kelima, dukungan pemerintah terhadap komnas perempuan.    </description><content:encoded>  JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) siap mempertemukan Komnas Perempuan dengan Dapdagri untuk mereview Perda-Perda yang diskriminatif terhadap perempuan.    &amp;quot;Mengenai persoalan kebijakan daerah yang diskriminasi terhadap perempuan, presiden menanggapi bahwa negara kita adalah negara in the making dan diskriminasi muncul akibat dari proses ini,&amp;quot; ungkap Ketua Komnas Perempuan Kemala Candra Kirana usai bertemu Presiden SBY di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (20/2/2008).    Kemala mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut Komnas HAM melaporkan 5 hal. Pertama, kekerasan perempuan dalam kontak bersenjata. Kedua, konsitusi atau kebijakan daerah yang diskriminatif.     Ketiga penanganan TKI. Keempat hak perempuan korban kekerasan, dan kelima, dukungan pemerintah terhadap komnas perempuan.    </content:encoded></item></channel></rss>
