<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Warga Padang Didera Gizi Buruk Tipe Marasmus</title><description>Halimatusadyah (5), warga Kota Padang, terkulai lemas di ruang IGD RSUD Padang. Dia mengalami kekurangan gizi tipe marasmus.  </description><link>https://news.okezone.com/read/2008/02/27/1/87143/warga-padang-didera-gizi-buruk-tipe-marasmus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2008/02/27/1/87143/warga-padang-didera-gizi-buruk-tipe-marasmus"/><item><title>Warga Padang Didera Gizi Buruk Tipe Marasmus</title><link>https://news.okezone.com/read/2008/02/27/1/87143/warga-padang-didera-gizi-buruk-tipe-marasmus</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2008/02/27/1/87143/warga-padang-didera-gizi-buruk-tipe-marasmus</guid><pubDate>Rabu 27 Februari 2008 12:20 WIB</pubDate><dc:creator>Rus Akbar</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>PADANG - Halimatusadyah (5), warga Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, terkulai lemas di ruang Instalasi Gawat Darurat RSUD Padang, Jalan Sungai Sapih, Padang, Sumatra Barat. Dia mengalami kekurangan gizi tipe marasmus.Dokter spesial anak dr Dani A menjelaskan, Halimatusadyah mengalami kekurangan gizi dengan tipe marasmus yang disebabkan kekurangan kalori yang benar-benar akut.Ciri-cirinya, rambut berwarna pirang serta rontok, kulit tipis muda lecet, dan matanya berukuran besar yang tidak seperti umumnya. Hal itu terlihat pada tapak kaki Halima bagian kanan, di mana kulit kakinya terkelupas secara sendiri.Padahal, Halima sendiri tidak bisa berjalan, dan hanya terbujur lemas di tempat tidurnya sembari sesekali melihat orang yang datang ke sampingnya. Halimah juga tidak bisa berbicara, dan berat tubuhnya hanya 8 kilogram.&amp;quot;Saat ini kami melakukan terapi dietestik secara bertahap serta melakukan pemberian makanan bergizi,&amp;quot; kata dr Dani saat ditemui okezone, Rabu (27/2/2008).Ketika okezone mengunjungi Halima, bocah malang ini ditemani neneknya, Marlis (65). Marlis menerangkan, Halima awalnya diobati di Puskemas Koto Tangah, Kota Padang. Namun pihak puskesmas merujuk ke RSUD Padang. Di RSUD Padang sendiri, Halima sudah tiga hari menempati ruang IGD.Perkembangan terkahir semenjak dibawa ke RSUD tersebut, Halima sudah bisa makan setelah sebelumnya hanya melalui infus. Namun, dia belum bisa berjalan.Tubuh Halima tampak memprihatinkan. Tulang bocah malang ini menonjol, dan berselimutkan kulit.Sementara itu, orangtua Halima bingung mencari biaya pengobatan. Ayahnya, Hendrizal (30) adalah seorang nelayan, yang penghasilannya hanya cukup memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.&amp;quot;Sejak kecil Halima tidak mendapatkan gizi yang baik dari orangtuanya. Akibatnya seperti inlah yang terjadi. Sementara kami jadi bingung mencari biaya pengobatanya,&amp;quot; kata Marlis dengan nada lemah.  </description><content:encoded>PADANG - Halimatusadyah (5), warga Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, terkulai lemas di ruang Instalasi Gawat Darurat RSUD Padang, Jalan Sungai Sapih, Padang, Sumatra Barat. Dia mengalami kekurangan gizi tipe marasmus.Dokter spesial anak dr Dani A menjelaskan, Halimatusadyah mengalami kekurangan gizi dengan tipe marasmus yang disebabkan kekurangan kalori yang benar-benar akut.Ciri-cirinya, rambut berwarna pirang serta rontok, kulit tipis muda lecet, dan matanya berukuran besar yang tidak seperti umumnya. Hal itu terlihat pada tapak kaki Halima bagian kanan, di mana kulit kakinya terkelupas secara sendiri.Padahal, Halima sendiri tidak bisa berjalan, dan hanya terbujur lemas di tempat tidurnya sembari sesekali melihat orang yang datang ke sampingnya. Halimah juga tidak bisa berbicara, dan berat tubuhnya hanya 8 kilogram.&amp;quot;Saat ini kami melakukan terapi dietestik secara bertahap serta melakukan pemberian makanan bergizi,&amp;quot; kata dr Dani saat ditemui okezone, Rabu (27/2/2008).Ketika okezone mengunjungi Halima, bocah malang ini ditemani neneknya, Marlis (65). Marlis menerangkan, Halima awalnya diobati di Puskemas Koto Tangah, Kota Padang. Namun pihak puskesmas merujuk ke RSUD Padang. Di RSUD Padang sendiri, Halima sudah tiga hari menempati ruang IGD.Perkembangan terkahir semenjak dibawa ke RSUD tersebut, Halima sudah bisa makan setelah sebelumnya hanya melalui infus. Namun, dia belum bisa berjalan.Tubuh Halima tampak memprihatinkan. Tulang bocah malang ini menonjol, dan berselimutkan kulit.Sementara itu, orangtua Halima bingung mencari biaya pengobatan. Ayahnya, Hendrizal (30) adalah seorang nelayan, yang penghasilannya hanya cukup memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.&amp;quot;Sejak kecil Halima tidak mendapatkan gizi yang baik dari orangtuanya. Akibatnya seperti inlah yang terjadi. Sementara kami jadi bingung mencari biaya pengobatanya,&amp;quot; kata Marlis dengan nada lemah.  </content:encoded></item></channel></rss>
