<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ngantuk! Masuk Siang Gara-gara Sekolah Ambruk</title><description>Ngantuk! Demikianlah komentar para siswa SDN 21 Pagi Kramatjati, Jakarta Timur. Mereka terpaksa bersekolah di siang hari, menyusul ambruknya bangunan sekolah mereka.  </description><link>https://news.okezone.com/read/2008/02/27/1/87206/ngantuk-masuk-siang-gara-gara-sekolah-ambruk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2008/02/27/1/87206/ngantuk-masuk-siang-gara-gara-sekolah-ambruk"/><item><title>Ngantuk! Masuk Siang Gara-gara Sekolah Ambruk</title><link>https://news.okezone.com/read/2008/02/27/1/87206/ngantuk-masuk-siang-gara-gara-sekolah-ambruk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2008/02/27/1/87206/ngantuk-masuk-siang-gara-gara-sekolah-ambruk</guid><pubDate>Rabu 27 Februari 2008 14:50 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>JAKARTA - Ngantuk! Demikianlah komentar para siswa SDN 21 Pagi Kramatjati, Jakarta Timur. Mereka terpaksa bersekolah di siang hari, menyusul ambruknya bangunan sekolah mereka. Menurut Kepada Sekolah SDN 21 Pagi Kramatjati Hermansyah, Rabu (27/2/2008), sejak dua hari terakhir, para siswa baru bisa memulai aktivitas belajar usai bubaran sekolah SDN 22 pada pukul 12.00-17.00 WIB. Sejak dua hari terakhir, memang sejumlah 119 siswa sekolah tersebut mengungsi di SDN 22 Kramatjati yang berlokasi di samping sekolah mereka. Keputusan mengungsi itu dilakukan menyusul ambruknya ruang kelas IV dan kondisi bangunan yang semakin rapuh setelah sempat dua kali ambruk.Sejumlah pejabat dari Dinas Pendidikan DKI juga telah menginstruksikan untuk tidak mengoperasikan gedung sekolah itu lagi. Tapi yang disesalkan Hermasnyah, instruksi tersebut tidak segera diikuti dengan langkah secepatnya untuk merenovasi bangunan sehingga murid tidak terbengkalai. &amp;quot;Bapak belum tahu kapan akan direhab, bapak juga belum tahu sampai kapan nih anak-anak akan ngungsi di SDN 22,&amp;quot; keluh pria yang saat pertama kali menginjakkan kaki di SDN 21 Pagi Kramatjati, September 2006 lalu, sudah sangat prihatin melihat plafon dan kuda-kuda bangunan yang mulai turun.  </description><content:encoded>JAKARTA - Ngantuk! Demikianlah komentar para siswa SDN 21 Pagi Kramatjati, Jakarta Timur. Mereka terpaksa bersekolah di siang hari, menyusul ambruknya bangunan sekolah mereka. Menurut Kepada Sekolah SDN 21 Pagi Kramatjati Hermansyah, Rabu (27/2/2008), sejak dua hari terakhir, para siswa baru bisa memulai aktivitas belajar usai bubaran sekolah SDN 22 pada pukul 12.00-17.00 WIB. Sejak dua hari terakhir, memang sejumlah 119 siswa sekolah tersebut mengungsi di SDN 22 Kramatjati yang berlokasi di samping sekolah mereka. Keputusan mengungsi itu dilakukan menyusul ambruknya ruang kelas IV dan kondisi bangunan yang semakin rapuh setelah sempat dua kali ambruk.Sejumlah pejabat dari Dinas Pendidikan DKI juga telah menginstruksikan untuk tidak mengoperasikan gedung sekolah itu lagi. Tapi yang disesalkan Hermasnyah, instruksi tersebut tidak segera diikuti dengan langkah secepatnya untuk merenovasi bangunan sehingga murid tidak terbengkalai. &amp;quot;Bapak belum tahu kapan akan direhab, bapak juga belum tahu sampai kapan nih anak-anak akan ngungsi di SDN 22,&amp;quot; keluh pria yang saat pertama kali menginjakkan kaki di SDN 21 Pagi Kramatjati, September 2006 lalu, sudah sangat prihatin melihat plafon dan kuda-kuda bangunan yang mulai turun.  </content:encoded></item></channel></rss>
