<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pembeli Temukan Susu Berbau Asam &amp; Kekuningan</title><description>Keraguan Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari kepada IPB, yang meneliti adanya bakteri beracun pada susu formula, rupanya tak sepenuhnya benar. Sebab, seorang warga menemukan susu yang berbau asam dan berwarna kuning. </description><link>https://news.okezone.com/read/2008/02/27/1/87282/pembeli-temukan-susu-berbau-asam-kekuningan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2008/02/27/1/87282/pembeli-temukan-susu-berbau-asam-kekuningan"/><item><title>Pembeli Temukan Susu Berbau Asam &amp; Kekuningan</title><link>https://news.okezone.com/read/2008/02/27/1/87282/pembeli-temukan-susu-berbau-asam-kekuningan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2008/02/27/1/87282/pembeli-temukan-susu-berbau-asam-kekuningan</guid><pubDate>Rabu 27 Februari 2008 17:46 WIB</pubDate><dc:creator>M Masrukhin Abduh</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>PEKALONGAN - Keraguan Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari kepada IPB, yang meneliti adanya bakteri beracun pada susu formula, rupanya tak sepenuhnya benar. Sebab, seorang warga menemukan susu yang berbau asam dan berwarna kuning.&amp;quot;Sekarang saya jadi kapok beli susu. Apalagi ada berita susu itu ternyata mengandung bakteri,&amp;quot; kata Marwati, pembeli susu cair kalengan di Pusat Perbelanjaan Sri Ratu Gajah Mada, Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (27/2/2008).Warga Kelurahan Kergon, Kecamatan Pekalongan Barat itu mengatakan, setelah mengonsumsi susu yang dibeli dari Sri Ratu, anaknya langsung muntah-muntah. Padahal ketika dibeli, pada wadah tertulis tanggal yang menunjukkan susu belum kadaluarsa. Namun, begitu dituangkan timbul busa dan rasanya asam. Susu putih itu juga warnanya kekuningan. Merasa dikecewakan, dia mengajukan komplain kepada Sri Ratu. Namun ditolak karena struk pembeliannya hilang. Pihak Sri Ratu Gajah Mada saat coba dikonfirmasi, satpamnya mengatakan bahwa manajernya tidak bisa ditemui karena sedang tidak ada di tempat. Sementara, Kasi Ekspor Impor dan Pengembangan Perdagangan, Dinas Peridustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Pekalongan, Sumanto, justru mengatakan lain. &amp;quot;Sejauh ini, kabar susu dan makanan bayi mengandung bakteri belum meresahkan warga,&amp;quot; ujarnya. </description><content:encoded>PEKALONGAN - Keraguan Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari kepada IPB, yang meneliti adanya bakteri beracun pada susu formula, rupanya tak sepenuhnya benar. Sebab, seorang warga menemukan susu yang berbau asam dan berwarna kuning.&amp;quot;Sekarang saya jadi kapok beli susu. Apalagi ada berita susu itu ternyata mengandung bakteri,&amp;quot; kata Marwati, pembeli susu cair kalengan di Pusat Perbelanjaan Sri Ratu Gajah Mada, Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (27/2/2008).Warga Kelurahan Kergon, Kecamatan Pekalongan Barat itu mengatakan, setelah mengonsumsi susu yang dibeli dari Sri Ratu, anaknya langsung muntah-muntah. Padahal ketika dibeli, pada wadah tertulis tanggal yang menunjukkan susu belum kadaluarsa. Namun, begitu dituangkan timbul busa dan rasanya asam. Susu putih itu juga warnanya kekuningan. Merasa dikecewakan, dia mengajukan komplain kepada Sri Ratu. Namun ditolak karena struk pembeliannya hilang. Pihak Sri Ratu Gajah Mada saat coba dikonfirmasi, satpamnya mengatakan bahwa manajernya tidak bisa ditemui karena sedang tidak ada di tempat. Sementara, Kasi Ekspor Impor dan Pengembangan Perdagangan, Dinas Peridustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Pekalongan, Sumanto, justru mengatakan lain. &amp;quot;Sejauh ini, kabar susu dan makanan bayi mengandung bakteri belum meresahkan warga,&amp;quot; ujarnya. </content:encoded></item></channel></rss>
