<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kondisi Bocah Kelaparan di Makassar Membaik</title><description>Kondisi Aco (3), anak dari pasangan Daeng Basse (45) dan Basri (50) yang menjadi korban kelaparan di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), hari ini mulai membaik. Dia sudah bisa berbicara, berdiri, dan berjalan. </description><link>https://news.okezone.com/read/2008/03/03/1/88524/kondisi-bocah-kelaparan-di-makassar-membaik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2008/03/03/1/88524/kondisi-bocah-kelaparan-di-makassar-membaik"/><item><title>Kondisi Bocah Kelaparan di Makassar Membaik</title><link>https://news.okezone.com/read/2008/03/03/1/88524/kondisi-bocah-kelaparan-di-makassar-membaik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2008/03/03/1/88524/kondisi-bocah-kelaparan-di-makassar-membaik</guid><pubDate>Senin 03 Maret 2008 14:09 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Kasman</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>MAKASSAR - Kondisi Aco (3), anak dari pasangan Daeng Basse (45) dan Basri (50) yang menjadi korban kelaparan di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), hari ini mulai membaik. Dia sudah bisa berbicara, berdiri, dan berjalan.&amp;quot;Kalau sebelumnya dia (Aco) hanya bisa tidur saja,&amp;quot; kata Daeng Du'ding, tetangga Basri saat ditemui okezone di Rumah Sakit Umum Haji Makassar, Senin (3/3/2008).Dia menjelaskan, suhu badan Aco masih fluktuatif antara 37 hingga 40 derajat celcius. &amp;quot;Namun masih normal,&amp;quot; tandasnya.Hingga kini, lanjutnya, ayah Aco, Basri, belum menengok satu-satunya anak yang tersisa ini. &amp;quot;Baru hari ini saja ada dua orang dari keluarga di Bantange,&amp;quot; imbuhnya.Sebelumnya diwartawakan, ibu dari Aco, Daeng Basse dan Bahri (5) meninggal dunia disebabkan kelaparan. Pasalnya, sudah beberapa hari keluarga Basri tidak makan. Sementara basri hanya bekerja sebagai penarik becak.  </description><content:encoded>MAKASSAR - Kondisi Aco (3), anak dari pasangan Daeng Basse (45) dan Basri (50) yang menjadi korban kelaparan di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), hari ini mulai membaik. Dia sudah bisa berbicara, berdiri, dan berjalan.&amp;quot;Kalau sebelumnya dia (Aco) hanya bisa tidur saja,&amp;quot; kata Daeng Du'ding, tetangga Basri saat ditemui okezone di Rumah Sakit Umum Haji Makassar, Senin (3/3/2008).Dia menjelaskan, suhu badan Aco masih fluktuatif antara 37 hingga 40 derajat celcius. &amp;quot;Namun masih normal,&amp;quot; tandasnya.Hingga kini, lanjutnya, ayah Aco, Basri, belum menengok satu-satunya anak yang tersisa ini. &amp;quot;Baru hari ini saja ada dua orang dari keluarga di Bantange,&amp;quot; imbuhnya.Sebelumnya diwartawakan, ibu dari Aco, Daeng Basse dan Bahri (5) meninggal dunia disebabkan kelaparan. Pasalnya, sudah beberapa hari keluarga Basri tidak makan. Sementara basri hanya bekerja sebagai penarik becak.  </content:encoded></item></channel></rss>
