<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Warga Miskin Makassar Protes Kematian Basse</title><description>Ratusan warga miskin dari Komite Perjuangan Rakyat Miskin berunjuk rasa di kantor Wali Kota Makassar mengecam kematian Daeng Basse dan anaknya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2008/03/04/1/88759/warga-miskin-makassar-protes-kematian-basse</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2008/03/04/1/88759/warga-miskin-makassar-protes-kematian-basse"/><item><title>Warga Miskin Makassar Protes Kematian Basse</title><link>https://news.okezone.com/read/2008/03/04/1/88759/warga-miskin-makassar-protes-kematian-basse</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2008/03/04/1/88759/warga-miskin-makassar-protes-kematian-basse</guid><pubDate>Selasa 04 Maret 2008 10:23 WIB</pubDate><dc:creator>Andi Aisyah</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>MAKASSAR - Ratusan warga miskin dari Komite Perjuangan Rakyat Miskin-Jaringan Rakyat Miskin Kota berunjuk rasa di kantor Wali Kota Makassar.Mereka mengecam tewasnya Daeng Basse yang sedang mengandung 7 bulan bersama anaknya Bahri (5) karena kelaparan, Jumat pekan lalu.Aksi yang digelar ini mendapat penjagaan ketat dari puluhan petugas kepolisian dan Satpol PP yang berjaga di pintu gedung, Selasa (4/3/2008).Dalam aksi ini, massa berorasi secara bergantian, sembari menunggu Wali Kota Ilham Arif Sirajuddin. Mereka mengancam tidak akan meninggalkan tempat jika Wali Kota tidak menemui mereka. Padahal, saat ini Ilham tidak berada di tempat.Di antara para peserta aksi adalah anak-anak serta sejumlah mantan penderita gisi buruk di Makassar. Mereka membawa pamflet bertuliskan &amp;quot;Tinjau ulang program kemiskinan&amp;quot;, &amp;quot;Buat KTP gratis&amp;quot;, dan &amp;quot;Kami kecam kematian Daeng Basse dan anaknya&amp;quot;Dalam aksi ini, massa menuntut pemerintah pusat hingga daerah untuk menjamin tidak terulangnya lagi tragedi kelaparan dan penelantaran rakyat miskin di Makassar.&amp;quot;Karena itu kami menuntut peninjauan ulang program penanggulangan kemiskinan yang tidak tepat, karena hanya menghambur-hamburkan uang rakyat,&amp;quot; cetus salah seorang orator.Program ini di antaranya peninjauan ulang penerbitan kartu miskin atau pemetaan rumah tangga miskin di kota Makassar. Mereka juga meminta agar dibuat kebijakan pembuatan kartu tanda penduduk dan kartu keluarga gratis bagi rakyat miskin.Para demonstran menilai, kematian Daeng Basse dan anaknya melanggar konstitusi Pasal 34 dan melanggar Deklarasi Universal HAM, khususnya hak ekonomi, sosial, dan budaya.</description><content:encoded>MAKASSAR - Ratusan warga miskin dari Komite Perjuangan Rakyat Miskin-Jaringan Rakyat Miskin Kota berunjuk rasa di kantor Wali Kota Makassar.Mereka mengecam tewasnya Daeng Basse yang sedang mengandung 7 bulan bersama anaknya Bahri (5) karena kelaparan, Jumat pekan lalu.Aksi yang digelar ini mendapat penjagaan ketat dari puluhan petugas kepolisian dan Satpol PP yang berjaga di pintu gedung, Selasa (4/3/2008).Dalam aksi ini, massa berorasi secara bergantian, sembari menunggu Wali Kota Ilham Arif Sirajuddin. Mereka mengancam tidak akan meninggalkan tempat jika Wali Kota tidak menemui mereka. Padahal, saat ini Ilham tidak berada di tempat.Di antara para peserta aksi adalah anak-anak serta sejumlah mantan penderita gisi buruk di Makassar. Mereka membawa pamflet bertuliskan &amp;quot;Tinjau ulang program kemiskinan&amp;quot;, &amp;quot;Buat KTP gratis&amp;quot;, dan &amp;quot;Kami kecam kematian Daeng Basse dan anaknya&amp;quot;Dalam aksi ini, massa menuntut pemerintah pusat hingga daerah untuk menjamin tidak terulangnya lagi tragedi kelaparan dan penelantaran rakyat miskin di Makassar.&amp;quot;Karena itu kami menuntut peninjauan ulang program penanggulangan kemiskinan yang tidak tepat, karena hanya menghambur-hamburkan uang rakyat,&amp;quot; cetus salah seorang orator.Program ini di antaranya peninjauan ulang penerbitan kartu miskin atau pemetaan rumah tangga miskin di kota Makassar. Mereka juga meminta agar dibuat kebijakan pembuatan kartu tanda penduduk dan kartu keluarga gratis bagi rakyat miskin.Para demonstran menilai, kematian Daeng Basse dan anaknya melanggar konstitusi Pasal 34 dan melanggar Deklarasi Universal HAM, khususnya hak ekonomi, sosial, dan budaya.</content:encoded></item></channel></rss>
