<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Karena Gizi Buruk Kepala Bayi Kembar Membesar</title><description>Bayi kembar perempuan dari Bambang Aji Sucipto dan Siti Juleha Meilana dan Meilani ini mengalami pembesaran kepala. Keluarga mengira penyakit hydrocepalus, ternyata setelah diperiksa keduanya menderita gizi buruk.  </description><link>https://news.okezone.com/read/2008/03/06/1/89345/karena-gizi-buruk-kepala-bayi-kembar-membesar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2008/03/06/1/89345/karena-gizi-buruk-kepala-bayi-kembar-membesar"/><item><title>Karena Gizi Buruk Kepala Bayi Kembar Membesar</title><link>https://news.okezone.com/read/2008/03/06/1/89345/karena-gizi-buruk-kepala-bayi-kembar-membesar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2008/03/06/1/89345/karena-gizi-buruk-kepala-bayi-kembar-membesar</guid><pubDate>Kamis 06 Maret 2008 03:18 WIB</pubDate><dc:creator>Saladin Ayyubi</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>JAKARTA - Bayi kembar perempuan dari Bambang Aji Sucipto dan Siti Juleha Meilana dan Meilani ini mengalami pembesaran kepala. Keluarga mengira penyakit hydrocepalus, ternyata setelah diperiksa keduanya menderita gizi buruk.    Awalnya bayi kembar berusia depalan bulan ini dibawa orangtuanya ke rumah sakit Margono Sukarjo, Purwokerto, setelah diperiksa dokter ternyata keduanya mengalami komplikasi penyakit yang menyebabkan gizi buruk.    &amp;quot;Mereka mengalami komplikasi penyakit yang menyebabkan gizi buruk&amp;quot;, ujar Priyono, dokter spesialis anak yang menangani kasus ini, Rabu (5/3/2008).    Ketika lahir, Meilana mempunyai bobot 1,6 kg dan Meilani 1,7 kg, karena terserang gizi buruk, kini berat keduanya hanya 3,3 kg dan 3,7 kg koma tujuh saja.Â  Padahal berat badan untuk balita usia delapan bulan seharusnya mencapai 8 kilogram.     Sementara, penanganan pihak rumah sakit sendiri dirasakan kedua orang tua balita ini kurang baik.Â  Sudah hampir satu minggu keduanya belum pernah mendapatkan penanganan yang semestinya.Â  Bahkan, Juleha meminta untuk dipindahkan ke Rumah Sakit Umum DaerahÂ  Banyumas agar cepat mendapatkan penanganan.     Kekurangan gizi yang terjadi pada kedua anak ini diduga akibat makanan yang dikonsumsi kurang memenuhi standar gizi.Â  Sementara kedua orang tua Meilana dan Meilani tergolong orang yang kurang mampu.  </description><content:encoded>JAKARTA - Bayi kembar perempuan dari Bambang Aji Sucipto dan Siti Juleha Meilana dan Meilani ini mengalami pembesaran kepala. Keluarga mengira penyakit hydrocepalus, ternyata setelah diperiksa keduanya menderita gizi buruk.    Awalnya bayi kembar berusia depalan bulan ini dibawa orangtuanya ke rumah sakit Margono Sukarjo, Purwokerto, setelah diperiksa dokter ternyata keduanya mengalami komplikasi penyakit yang menyebabkan gizi buruk.    &amp;quot;Mereka mengalami komplikasi penyakit yang menyebabkan gizi buruk&amp;quot;, ujar Priyono, dokter spesialis anak yang menangani kasus ini, Rabu (5/3/2008).    Ketika lahir, Meilana mempunyai bobot 1,6 kg dan Meilani 1,7 kg, karena terserang gizi buruk, kini berat keduanya hanya 3,3 kg dan 3,7 kg koma tujuh saja.Â  Padahal berat badan untuk balita usia delapan bulan seharusnya mencapai 8 kilogram.     Sementara, penanganan pihak rumah sakit sendiri dirasakan kedua orang tua balita ini kurang baik.Â  Sudah hampir satu minggu keduanya belum pernah mendapatkan penanganan yang semestinya.Â  Bahkan, Juleha meminta untuk dipindahkan ke Rumah Sakit Umum DaerahÂ  Banyumas agar cepat mendapatkan penanganan.     Kekurangan gizi yang terjadi pada kedua anak ini diduga akibat makanan yang dikonsumsi kurang memenuhi standar gizi.Â  Sementara kedua orang tua Meilana dan Meilani tergolong orang yang kurang mampu.  </content:encoded></item></channel></rss>
