<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kakak Beradik Diduga Gizi Buruk</title><description>Sepasang balita kakak beradik asal Kampung Jambe Laer, Desa Padaasih, Kec Cisaat, Kab Sukabumi, mengalami kekurangan gizi. Diduga kedua bocah pasangan Aep, 40, dan Salimah, 35, ini, menderita gizi buruk.</description><link>https://news.okezone.com/read/2008/03/07/1/89815/kakak-beradik-diduga-gizi-buruk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2008/03/07/1/89815/kakak-beradik-diduga-gizi-buruk"/><item><title>Kakak Beradik Diduga Gizi Buruk</title><link>https://news.okezone.com/read/2008/03/07/1/89815/kakak-beradik-diduga-gizi-buruk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2008/03/07/1/89815/kakak-beradik-diduga-gizi-buruk</guid><pubDate>Jum'at 07 Maret 2008 18:04 WIB</pubDate><dc:creator>Toni Kamajaya</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>SUKABUMI - Sepasang balita kakak beradik asal Kampung Jambe Laer, Desa Padaasih, Kec Cisaat, Kab Sukabumi, mengalami kekurangan gizi. Diduga kedua bocah pasangan Aep, 40, dan Salimah, 35, ini, menderita gizi buruk. Berat badan keduanya, relatif tidak sebanding dengan usianya saat ini.Mereka antara lain Dani, 3 tahun, dan Anis, 4 bulan. Kini, kedua bocah malang tersebut tergeletak lemas di ruang peratawan anak RSUD Sekarwangi. Karena kondisinya amat memperihatinkan, tim medis terpaksa memberikan bantuan infus serta asupan protein selama empat hari terakhir.Menurut Aep, penderitaan yang dialami Dani, putra pertamanya, mulai terjadi sejak tiga bulan silam. Berat badannya yang semula mencapai 10 Kg, secara drastis menurun menjadi 7 Kg. Akibat penyusutan berat badan tersebut, kesehatan Dani mengalami penurunan.Tubuhnya terlihat lemas dan hanya bisa menangis di atas pangkuan kedua orang tuanya. Penderitaan yang sama juga dialami adik kandung Dani, yakni Anis. Kondisi bocah berusia 4 bulan tersebut jauh lebih parah. Tubuhnya yang mungil hanya terbungkus kulit yang telah mengalami keriput di beberapa bagian, karena diduga kekurangan gizi.Sebelum dilarikan ke rumah sakit, Dani maupun Anis terlebih dahulu sempat menjalani perawatan di puskesmas terdekat.&amp;quot;Kedua anak saya mengalami jatuh sakit hampir berbarengan. Tubuh keduanya lemas, sehingga terpaksa harus digendong atau ditidurkan setiap harinya,&amp;quot; kata Aep. Pria yang kesehariannya bekerja sebagai buruh tani ini, tidak mengetahui pasti penyakit yang diderita kedua anaknya.</description><content:encoded>SUKABUMI - Sepasang balita kakak beradik asal Kampung Jambe Laer, Desa Padaasih, Kec Cisaat, Kab Sukabumi, mengalami kekurangan gizi. Diduga kedua bocah pasangan Aep, 40, dan Salimah, 35, ini, menderita gizi buruk. Berat badan keduanya, relatif tidak sebanding dengan usianya saat ini.Mereka antara lain Dani, 3 tahun, dan Anis, 4 bulan. Kini, kedua bocah malang tersebut tergeletak lemas di ruang peratawan anak RSUD Sekarwangi. Karena kondisinya amat memperihatinkan, tim medis terpaksa memberikan bantuan infus serta asupan protein selama empat hari terakhir.Menurut Aep, penderitaan yang dialami Dani, putra pertamanya, mulai terjadi sejak tiga bulan silam. Berat badannya yang semula mencapai 10 Kg, secara drastis menurun menjadi 7 Kg. Akibat penyusutan berat badan tersebut, kesehatan Dani mengalami penurunan.Tubuhnya terlihat lemas dan hanya bisa menangis di atas pangkuan kedua orang tuanya. Penderitaan yang sama juga dialami adik kandung Dani, yakni Anis. Kondisi bocah berusia 4 bulan tersebut jauh lebih parah. Tubuhnya yang mungil hanya terbungkus kulit yang telah mengalami keriput di beberapa bagian, karena diduga kekurangan gizi.Sebelum dilarikan ke rumah sakit, Dani maupun Anis terlebih dahulu sempat menjalani perawatan di puskesmas terdekat.&amp;quot;Kedua anak saya mengalami jatuh sakit hampir berbarengan. Tubuh keduanya lemas, sehingga terpaksa harus digendong atau ditidurkan setiap harinya,&amp;quot; kata Aep. Pria yang kesehariannya bekerja sebagai buruh tani ini, tidak mengetahui pasti penyakit yang diderita kedua anaknya.</content:encoded></item></channel></rss>
